Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Senin, 22 Juli 2019 - 14:28 WIB

Agus Pambagio: Taksi Online Harus Mau Diatur Pemerintah

Oleh : Epr | Jumat, 02 Maret 2018 - 09:46 WIB

ilustrasi taksi online
ilustrasi taksi online
JAKARTA _ Menteri Perhubungan harus tegas menerapkan aturan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108/2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Tidak Dalam Trayek.

Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio mengaku heran dengan driver online yang tidak mau diatur.

Permenhub itu diterbitkan demi adanya kejelasan status hukum terhadap keberadaan taksi online.

"Banyak mau diatur karena perlu kejelasan. Nah, itu aturan sudah dibikin tiga kali, tapi dilawan terus. Sekarang maunya apa? Apakah mereka tidak sadar kalau (tanpa pengaturan malah terjebak,red) dalam penjajahan baru. Kan itu yang untung bukan driver, tapi operator. Karena itu dibutuhkan pengaturan," ujar Agus Pambagio ketika sedang dalam perjalanan menuju Jakarta dari Makasar Kamis ,(1/3 2018)

Agus mengingatkan, tidak ada ada negara di dunia ini yang tidak mengatur keberadaan taksi online. Tujuannya, untuk menjaga hal-hal tak diinginkan terhadap sopir taksi online dan penumpang.

"Kalau tidak mau, mereka diusir. Di Kopenhagen diusir. Kemudian di Inggris tidak diperpanjang (izinnya) kecuali dia (taksi online) memperbaiki (kebijakan) dan itu sudah jalan," ucapnya.

Agus kemudian mencontohkan, keberadaan taksi-taksi online di sejumlah negara, kini telah berstiker pada bagian depan, belakang, dan kedua sisi mobil online. Lengkap dengan nomor telepon dan nama perusahaan.

"Jadi itu harus, karena demi keselamatan penumpang. Sekarang kalau ada yang bilang tidak setuju, ini kan aneh. Jadi intinya harus diatur. Isi Permenhubnya menurut saya juga sudah tepat. Dijalani saja dulu, nanti dashboardnya keluar dari Kementerian Komunikasi dan Informasi 1 Februari mendatang," ucapnya.

Dashboard yang bakal dikeluarkan oleh Kominfo, kata Agus kemudian, nantinya akan dipegang oleh Kominfo, Dinas Perhubungan dan Kementerian Perhubungan. Alat tersebut penting untuk mengetahui apakah ada pihak yang melanggar aturan.


"Jadi semua daftar saja dulu. Harus mau diatur, kalau tidak mau, enggak usah beroperasi," katanya.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut) menyerahkan dokumen Soeharto ke negara

Nasional 18 Juli 2019 - 13:23 WIB

Keluarga Cendana Serahkan Harta Karun Milik Soeharto ke Negara

Keluarga Cendana menyerahkan arsip dan dokumen penting perjalanan Presiden ke-2 Soeharto dan Ibu Tien Soeharto selama memimpin Republik Indonesia kepada Arsip Nasional…

Viva.co.id

Pertemuan Jokowi-Prabowo di kereta MRT.

Nasional 13 Juli 2019 - 11:40 WIB

Jokowi Ungkap Alasan Bertemu Prabowo di Kereta MRT

Lokasi pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak disangka-sangka. Keduanya ternyata memilih bertemu di dalam…

Viva.co.id

Presiden Joko Widodo bertemu calon presiden, Prabowo Subianto di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (13/7/2019).

Nasional 13 Juli 2019 - 11:21 WIB

Momen Jokowi-Prabowo Berpelukan, Akhiri Era "Cebong" dan "Kampret"

Presiden Joko Widodo akhirnya kembali bertemu dengan mantan rival dua kalinya dalam ajang pemilihan presiden, Prabowo Subianto di Stadion MRT Lebak Bulus, Sabtu…

Kompas.com

Jokowi bertemu dengan Prabowo. (Andhika/detikcom)

Nasional 13 Juli 2019 - 10:15 WIB

Akhirnya! Jokowi dan Prabowo Bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akhirnya bertemu hari ini. Mereka bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus. Prabowo sebelumnya…

detik.com

Bendera Gerindra

Opini 04 Juli 2019 - 15:12 WIB

Gerindra Mau Jadi Oposisi atau “Oplosan”

Gerindra harus menjadi oposisi jika ingin suaranya tetap besar. Artinya , oposisi merupakan pilihan terbaik bagi Gerindra ketimbang menjadi “oplosan”

Salah satu sudut Pesantrean Zamzam Assyifa yang menempati bangunan apartemen, di Margonda Depok.

Religi 04 Juli 2019 - 05:26 WIB

Pesantren Di Apartemen

Sejauh yang saya tahu, ini pesantren pertama di Indonesia yang menempati kompleks apartemen. Menempati 15 lantai dari satu tower apartemen tersebut.

Fatma Bahalwan

Ekbis 25 Juni 2019 - 20:56 WIB

Natural Cooking Class ala Fatma Bahalwan

Dari kegiatan memasak itu, Fatma kini menulis banyak buku best seller di bidang kuliner