Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Kamis, 24 Januari 2019 - 07:22 WIB

Hari Pendidikan Nasional: Tiga Ancaman Institusi Pendidikan

Oleh : Juri Ardiantoro/ Suherman Saji | Rabu, 02 Mei 2018 - 08:23 WIB

Hari Pendidikan Nasional
Hari Pendidikan Nasional
Tujuan pendidikan adalah membentuk generasi yang memiliki bekal moral, intelektual dan kapasitas untuk kepentingan dirinya , bangsa dan negara. Namun demikian, akhir-akhir ini untuk mewujudkan tujuan-tujuan mulia tersebut, dunia pendidikan menghadapi tantangan yang semakin tidak ringan. Setidaknya ada tiga (3) ancaman serius dan sangat mengkhawatirkan bagi diri anak didik (pelajar dan mahasiswa/generasi muda) kita, yakni : ancaman narkoba, kekerasan pada institusi pendidikan dan krisis kebangsaan.

1. ANCAMAN NARKOBA.
Pendidikan diklaim memiliki peranan dalam mengatasi penyalahgunaan narkoba. Ironinya, menurut data Puslitkes UI dan BNN (2016), terdapat sekitar 27,32 persen pengguna narkoba di Indonesia berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Kekhawatiran ini menjadi semkain bertambah, menurut info BNN berdasarkan data yang dikeluarkan dalam World Drugs Report 2016, sejak 2008 sampai 2015 telah terindikasi sebanyak 644 total NPS (new psychoactive substances) yang dilaporkan oleh 102 negara dan 65 jenis baru ini telah masuk ke Indonesia.

2. KEKERASAN DI INSTITUSI PENDIDIKAN.
Akhir-akhir ini kita sangat prihatin dengan adanya berbagai informasi, pemberitaan, tontonan video yang disebarkan secara berantai melalui jaringan media social. Kekerasan fisik maupun kekerasan mental ini sudah menjangkit ke pihak-pihak utama dalam institusi pendidikan, baik perorangan maupun kelompok. Kekerasan sudah dilakukan oleh antar anak murid, murid kepada guru atau sebaliknya guru kepada murid, orang tua murid dengan anak maupun guru. Ini sudah menunjukkan bahwa pendidikan kita sudah darurat akan kekerasan.

3. KRISIS KEBANGSAAN.
Survei Alvara Research Center (2018) menemukan ada sebagian milenial atau generasi kelahiran akhir 1980-an dan awal 1990-an, setuju pada konsep khilafah sebagai bentuk negara. Survei dilakukan terhadap 4.200 milenial (1.800 mahasiswa dan 2.400 pelajar SMA di Indonesia).  Mayoritas milenial memang memilih Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara. Namun ada 17,8 persen mahasiswa dan 18,4 persen pelajar yang setuju khilafah sebagai bentuk negara ideal sebuah negara.

Ditahun sebelumnya, survei BIN tahun 2017 memperoleh data bahwa 24 persen mahasiswa dan 23,3 persen pelajar SMA setuju dengan jihad untuk tegaknya negara Islam.

Angka-angka persentase pelajar dan mahasiswa memang sebagian kecil dari keseluruhan, tapi tidak boleh dibaca jumlah yang kecil. Sebab, baik narkoba, keerasan dan paham anti kebangsaan Indonesia telah berkembang sangat signifikan. Kita tidak ingin generasi Indonesia yang akan datang adalah generasi yang tidak memiliki kepasitas mumpuni untuk menyiapkan diri menghadapi berbagai perubahan yang cepat dan gagap dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia yang indah ini.

Menyambut peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei tahun ini, Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) yang menaungi sebagain besar alumni yang berkiprah di dunia pendidikan (guru) mendorong kesadaran publik untuk akan ancaman-ancaman pendidikan sekaligus mendesak pihak-pihak yang memiliki tugas dan kewenangan untuk bersama-sama mengambil inisiatif, kebijakan dan tindakan nyata untuk mengatasi 3 ancaman tersebut yang akan menganggu dan merusak tujuan pencapaian pendidikan.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Diler Anak Elang Harley-Davidson of Jakarta.

Otomotif 22 Januari 2019 - 08:26 WIB

Kabar Gembira, Harga Harley-Davidson di Indonesia Turun

Motor Harley-Davidson terkenal dengan banderol yang selangit. Sebab, motor berkapasitas mesin besar itu didatangkan dari negara asalnya, Amerika Serikat. Saat masuk…

Viva.co.id

Ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon

Olahraga 21 Januari 2019 - 00:32 WIB

Juara Malaysia Masters, Sinyal Bahaya dari Kevin/Marcus

Ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon sukses menyabet gelar juara Malaysia Masters, Minggu 20 Januari 2019. Di laga final yang berlangsung…

Viva.co.id

Ringgo Agus bersama Nirina Zubir, Zara JKT48, dan Widuri, dalam konferensi film Keluarga Cemara di Jakarta, 20 Desember 2018

Hiburan 21 Januari 2019 - 00:29 WIB

Film Keluarga Cemara Borong Piala Maya 2019

Jakarta- Setelah tembus satu juta penonton, Film Keluarga Cemara memborong banyak apresiasi di ajang penghargaan film Piala Maya. Film tersebut berhasil menang…

Tempo.co

Foto: Dok. VietJet Aviation JSC

Luar Negeri 20 Januari 2019 - 15:00 WIB

Maskapai Pramugari Berbikini Buka Rute Vietnam-RI Mulai Maret 2019

Jakarta - VietJet Air, maskapai penerbangan asal Vietnam akan membuka rute baru menuju Indonesia. Hal tersebut akan dilakukan pada bulan Maret 2019. Ada 2 rute…

detik.com

GOL Helmy Untuk CIA AMISTAD

Olahraga 20 Januari 2019 - 00:11 WIB

GOL Helmy Pastikan Kemenangan CIA AMISTAD di Liga Pemuda Spanyol U19

Helmy, pemain CIA Amistad, mencetak gol penting demi raihan angka timnya di Liga Division de Honor, kasta tertinggi Liga Spanyol U19. Helmy menceploskan satu gol…

 Yusril Ihza Mahendra (kanan) mengunjungi narapidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir (tengah) di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Jumat 18 Januari 2019. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Hukum 19 Januari 2019 - 18:39 WIB

Moeldoko: Abu Bakar Baasyir Masih Punya Pengaruh

Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan Abu Bakar Baasyir masih memiliki pengaruh di kalangan radikal. "Buktinya, waktu di Nusa Kambangan juga masih…

Tempo.co

Cek Email yang Bocor, Aman atau Tidak?

Teknologi 19 Januari 2019 - 15:44 WIB

Cek Email yang Bocor, Aman atau Tidak?

Jakarta - Situs https://haveibeenpwned.com/ membantu mengidentifikasi apakah email kalian masuk dalam 773 juta email yang bocor. Hanya saja, banyak netizen khawatir…

detik.com