Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Senin, 22 Juli 2019 - 14:53 WIB

Hari Pendidikan Nasional: Tiga Ancaman Institusi Pendidikan

Oleh : Juri Ardiantoro/ Suherman Saji | Rabu, 02 Mei 2018 - 08:23 WIB

Hari Pendidikan Nasional
Hari Pendidikan Nasional
Tujuan pendidikan adalah membentuk generasi yang memiliki bekal moral, intelektual dan kapasitas untuk kepentingan dirinya , bangsa dan negara. Namun demikian, akhir-akhir ini untuk mewujudkan tujuan-tujuan mulia tersebut, dunia pendidikan menghadapi tantangan yang semakin tidak ringan. Setidaknya ada tiga (3) ancaman serius dan sangat mengkhawatirkan bagi diri anak didik (pelajar dan mahasiswa/generasi muda) kita, yakni : ancaman narkoba, kekerasan pada institusi pendidikan dan krisis kebangsaan.

1. ANCAMAN NARKOBA.
Pendidikan diklaim memiliki peranan dalam mengatasi penyalahgunaan narkoba. Ironinya, menurut data Puslitkes UI dan BNN (2016), terdapat sekitar 27,32 persen pengguna narkoba di Indonesia berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Kekhawatiran ini menjadi semkain bertambah, menurut info BNN berdasarkan data yang dikeluarkan dalam World Drugs Report 2016, sejak 2008 sampai 2015 telah terindikasi sebanyak 644 total NPS (new psychoactive substances) yang dilaporkan oleh 102 negara dan 65 jenis baru ini telah masuk ke Indonesia.

2. KEKERASAN DI INSTITUSI PENDIDIKAN.
Akhir-akhir ini kita sangat prihatin dengan adanya berbagai informasi, pemberitaan, tontonan video yang disebarkan secara berantai melalui jaringan media social. Kekerasan fisik maupun kekerasan mental ini sudah menjangkit ke pihak-pihak utama dalam institusi pendidikan, baik perorangan maupun kelompok. Kekerasan sudah dilakukan oleh antar anak murid, murid kepada guru atau sebaliknya guru kepada murid, orang tua murid dengan anak maupun guru. Ini sudah menunjukkan bahwa pendidikan kita sudah darurat akan kekerasan.

3. KRISIS KEBANGSAAN.
Survei Alvara Research Center (2018) menemukan ada sebagian milenial atau generasi kelahiran akhir 1980-an dan awal 1990-an, setuju pada konsep khilafah sebagai bentuk negara. Survei dilakukan terhadap 4.200 milenial (1.800 mahasiswa dan 2.400 pelajar SMA di Indonesia).  Mayoritas milenial memang memilih Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara. Namun ada 17,8 persen mahasiswa dan 18,4 persen pelajar yang setuju khilafah sebagai bentuk negara ideal sebuah negara.

Ditahun sebelumnya, survei BIN tahun 2017 memperoleh data bahwa 24 persen mahasiswa dan 23,3 persen pelajar SMA setuju dengan jihad untuk tegaknya negara Islam.

Angka-angka persentase pelajar dan mahasiswa memang sebagian kecil dari keseluruhan, tapi tidak boleh dibaca jumlah yang kecil. Sebab, baik narkoba, keerasan dan paham anti kebangsaan Indonesia telah berkembang sangat signifikan. Kita tidak ingin generasi Indonesia yang akan datang adalah generasi yang tidak memiliki kepasitas mumpuni untuk menyiapkan diri menghadapi berbagai perubahan yang cepat dan gagap dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia yang indah ini.

Menyambut peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei tahun ini, Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) yang menaungi sebagain besar alumni yang berkiprah di dunia pendidikan (guru) mendorong kesadaran publik untuk akan ancaman-ancaman pendidikan sekaligus mendesak pihak-pihak yang memiliki tugas dan kewenangan untuk bersama-sama mengambil inisiatif, kebijakan dan tindakan nyata untuk mengatasi 3 ancaman tersebut yang akan menganggu dan merusak tujuan pencapaian pendidikan.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut) menyerahkan dokumen Soeharto ke negara

Nasional 18 Juli 2019 - 13:23 WIB

Keluarga Cendana Serahkan Harta Karun Milik Soeharto ke Negara

Keluarga Cendana menyerahkan arsip dan dokumen penting perjalanan Presiden ke-2 Soeharto dan Ibu Tien Soeharto selama memimpin Republik Indonesia kepada Arsip Nasional…

Viva.co.id

Pertemuan Jokowi-Prabowo di kereta MRT.

Nasional 13 Juli 2019 - 11:40 WIB

Jokowi Ungkap Alasan Bertemu Prabowo di Kereta MRT

Lokasi pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak disangka-sangka. Keduanya ternyata memilih bertemu di dalam…

Viva.co.id

Presiden Joko Widodo bertemu calon presiden, Prabowo Subianto di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (13/7/2019).

Nasional 13 Juli 2019 - 11:21 WIB

Momen Jokowi-Prabowo Berpelukan, Akhiri Era "Cebong" dan "Kampret"

Presiden Joko Widodo akhirnya kembali bertemu dengan mantan rival dua kalinya dalam ajang pemilihan presiden, Prabowo Subianto di Stadion MRT Lebak Bulus, Sabtu…

Kompas.com

Jokowi bertemu dengan Prabowo. (Andhika/detikcom)

Nasional 13 Juli 2019 - 10:15 WIB

Akhirnya! Jokowi dan Prabowo Bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akhirnya bertemu hari ini. Mereka bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus. Prabowo sebelumnya…

detik.com

Bendera Gerindra

Opini 04 Juli 2019 - 15:12 WIB

Gerindra Mau Jadi Oposisi atau “Oplosan”

Gerindra harus menjadi oposisi jika ingin suaranya tetap besar. Artinya , oposisi merupakan pilihan terbaik bagi Gerindra ketimbang menjadi “oplosan”

Salah satu sudut Pesantrean Zamzam Assyifa yang menempati bangunan apartemen, di Margonda Depok.

Religi 04 Juli 2019 - 05:26 WIB

Pesantren Di Apartemen

Sejauh yang saya tahu, ini pesantren pertama di Indonesia yang menempati kompleks apartemen. Menempati 15 lantai dari satu tower apartemen tersebut.

Fatma Bahalwan

Ekbis 25 Juni 2019 - 20:56 WIB

Natural Cooking Class ala Fatma Bahalwan

Dari kegiatan memasak itu, Fatma kini menulis banyak buku best seller di bidang kuliner