Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Minggu, 18 Agustus 2019 - 21:12 WIB

Diduga Bermasalah, Kursi Dirut Bank BJB Disoroti Publik

Oleh : Idr | Jumat, 01 Februari 2019 - 21:09 WIB

Proses pergantian kursi Direktur Utama (Dirut) Bank bjb menjadi sorotan, lantaran dinilai bermasalah terkait adanya isu yang mencuat soal permainan. Foto/Ilustrasi
Proses pergantian kursi Direktur Utama (Dirut) Bank bjb menjadi sorotan, lantaran dinilai bermasalah terkait adanya isu yang mencuat soal permainan. Foto/Ilustrasi
Jakarta - Proses pergantian kursi dirut Bank BJB diduga bermasalah, isunya ada permainan kepentingan proyek yang menggeregoti management Bank BJB. Permainan tersebut diduga dilakukan untuk memuluskan salah satu langkah memperebutkan posisi sebagai Dirut Bank BJB.

Untuk diketahui dua bulan menjelang RUPS tahunan sekaligus penetapan calon dirut dan direksi baru, kendati pendaftaran calon direksi baru dibuat secara terbuka namun ada tiga nama yang disinyalir menjadi calon kuat.

Mereka adalah, plt Dirut Agus Mulyana, Zaenal Arifin tercatat sebagai direktur kepatuhan (2014), dan Dirut Bank banten Fahmi Bagus. Berdasarkan data yang dihimpun, salah satu sosok calon tersebut begitu gencar melakukan upaya-upaya untuk mensukseskan dirinya menjadi Dirut BJB.

Salah satu cara yang digunakan untuk memuluskan langkah sebagai Dirut ialah melalui aliran dana fee dari para broker asuransi yang selama ini memang menjadi salah satu komoditas seksi yang banyak diincar para pengusaha.

Aliran dana fee broker tersebut digunakan oleh salah satu calon dirut tersebut dan kemudian diberikan kepada orang yang mengaku-ngaku orang dekat Gubernur Ridwan Kamil.

Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary Perseroan As'adi Budiman mengaku tidak tahu menahu soal adanya dugaan permainan yang dimaksudkan.

"Saya kurang paham kalau itu," singkat dia saat dihubungi oleh wartawan, Jumat, (1/2/2018).

Dia melanjutkan bahwa dirinya juga tidak mengetahui perkembangan soal penetapan Dirut baru Bank BJB lantaran itu menjadi kendali komisaris dan pemegang saham.

"Itu ranahnya komisaris dan pemegang saham," kata dia.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Enggartiasto dan Rini Soemarno

Opini 16 Agustus 2019 - 18:03 WIB

Enggar dan Rini Anggap Sepi Larangan Jokowi

Kesannya, perintah dan larangan Presiden Jokowi yang sudah dipublish itu hanya sebagai pemanis di bibir saja oleh para menterinya, setidak-tidaknya oleh Enggar…

Fahri Hamzah

Politik 14 Agustus 2019 - 16:12 WIB

Soal Enzo, Stop Rasa Takut dan Ancaman!

Kita jangan mau diadu domba. Dan anak-anak bangsa seperti Enzo Zenz Allie dan Clovis adalah masa depan. Stop jualan rasa takut dan ancaman. Buka hati dan pikiran.…

Net tv

Opini 13 Agustus 2019 - 22:22 WIB

NET TV: ANTARA BISNIS NYATA DAN MIMPI

Kabar ini sedang viral: NET TV dikabarkan bangkrut. Karyawannya di-PHK massal. Manajemen NET TV membantah. Tidak ada PHK massal. Ada apa dengan bisnis media TV?

Prabowo bertemu Megawati (Foto: Dok. PDIP)

Opini 13 Agustus 2019 - 02:09 WIB

Jurus ‘Pendekar Mabuk’ Prabowo dan Isu ‘Penumpang Gelap’

Nampaknya, perilaku elit Partai Gerindra semakin membingungkan kawan dan lawan. Setelah Prabowo ujug-ujug melakukan jurus ‘pendekar mabuk’ dengan “pertemuan…

Kakak beradik pendiri brand Kalibre: Direktur Research & Development Sunflower Lukman, Direktur Production & Marketing Sunflower Sandy Sadeli dan Direktur Finance Sunflower Roby. (dok. pribadi)

Ekbis 05 Agustus 2019 - 16:31 WIB

Kalibre Bintang Baru di Bisnis Tas

Kalibre merupakan salah satu merek tas pendatang baru yang namanya kian populer. Bahkan brand yang didirikan pada tahun 2014 oleh Sandy Sadeli bersama dua kakaknya…

swa.co.id

Presiden Joko Widodo atau Jokowi, mendatangi kantor pusat PT PLN (Persero), Jakarta, Senin 5 Agustus 2019. Kedatangan Jokowi ini untuk meminta penjelasan PLN mengenai padamnya listrik di sebagian besar wilayah Pulau Jawa. TEMPO/Subekti

Nasional 05 Agustus 2019 - 11:23 WIB

Tegur Para Petinggi PLN, Jokowi: Bapak Ibu Kan Pinter-pinter

Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegur para pimpinan Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait dengan pemadaman listrik cukup lama pada Ahad, 4 Agustus…

Tempo.co

Mahasiswa UGM Mada Yanditya Affan Almada menunjukkan bahan bakar dari limbah plastik yang diproduksi dari alat furnace atau pemanas ciptaannya di Halaman Gedung Pusat UGM, Rabu, 31 Juli 2019. (ugm.ac.id)

Teknologi 01 Agustus 2019 - 16:37 WIB

Mahasiswa UGM Ini Ubah 380 Gram Sampah Plastik Jadi 400 Cc Minyak

Yogyakarta - Sampah plastik gelas air mineral (plastik PP) di tangan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) ini, bisa disulap jadi bahan dasar bahan bakar minyak…

Tempo.co