Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Senin, 22 April 2019 - 16:05 WIB

Diduga Bermasalah, Kursi Dirut Bank BJB Disoroti Publik

Oleh : Idr | Jumat, 01 Februari 2019 - 21:09 WIB

Proses pergantian kursi Direktur Utama (Dirut) Bank bjb menjadi sorotan, lantaran dinilai bermasalah terkait adanya isu yang mencuat soal permainan. Foto/Ilustrasi
Proses pergantian kursi Direktur Utama (Dirut) Bank bjb menjadi sorotan, lantaran dinilai bermasalah terkait adanya isu yang mencuat soal permainan. Foto/Ilustrasi
Jakarta - Proses pergantian kursi dirut Bank BJB diduga bermasalah, isunya ada permainan kepentingan proyek yang menggeregoti management Bank BJB. Permainan tersebut diduga dilakukan untuk memuluskan salah satu langkah memperebutkan posisi sebagai Dirut Bank BJB.

Untuk diketahui dua bulan menjelang RUPS tahunan sekaligus penetapan calon dirut dan direksi baru, kendati pendaftaran calon direksi baru dibuat secara terbuka namun ada tiga nama yang disinyalir menjadi calon kuat.

Mereka adalah, plt Dirut Agus Mulyana, Zaenal Arifin tercatat sebagai direktur kepatuhan (2014), dan Dirut Bank banten Fahmi Bagus. Berdasarkan data yang dihimpun, salah satu sosok calon tersebut begitu gencar melakukan upaya-upaya untuk mensukseskan dirinya menjadi Dirut BJB.

Salah satu cara yang digunakan untuk memuluskan langkah sebagai Dirut ialah melalui aliran dana fee dari para broker asuransi yang selama ini memang menjadi salah satu komoditas seksi yang banyak diincar para pengusaha.

Aliran dana fee broker tersebut digunakan oleh salah satu calon dirut tersebut dan kemudian diberikan kepada orang yang mengaku-ngaku orang dekat Gubernur Ridwan Kamil.

Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary Perseroan As'adi Budiman mengaku tidak tahu menahu soal adanya dugaan permainan yang dimaksudkan.

"Saya kurang paham kalau itu," singkat dia saat dihubungi oleh wartawan, Jumat, (1/2/2018).

Dia melanjutkan bahwa dirinya juga tidak mengetahui perkembangan soal penetapan Dirut baru Bank BJB lantaran itu menjadi kendali komisaris dan pemegang saham.

"Itu ranahnya komisaris dan pemegang saham," kata dia.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Pemerasan lewat medsos

Opini 22 April 2019 - 09:44 WIB

Kenali Modus Pemerasan Online

Dari chatt di Line ini, Namoni mengajak video call. Ternyata, saat di video call itu, Naomi tiba-tiba menyetel video porno. Naomi lalu mengancam HS. Naomi akan…

Mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto

Politik 22 April 2019 - 08:18 WIB

Bambang Widjojanto Sebut Pemilu 2019 Terburuk Pascareformasi

Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Bambang Widjojanto, menyebut pemilihan umum 2019 terburuk setelah reformasi. "Pemilu kali ini disebut sebagai pemilu…

Viva.co.id

Tampilan banner di situs Jurdil2019.org.

Teknologi 21 April 2019 - 12:15 WIB

Kominfo Blokir Situs Jurdil2019.org

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memutuskan untuk memblokir salah satu situs penghitungan suara Pemilu berbasis urun daya, jurdil2019.org. Berdasarkan…

Kompas.com

Pintu masuk di Halal Park, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat, 19 April 2019. TEMPO | Bram Setiawan

Nasional 21 April 2019 - 11:20 WIB

Akhir Pekan ke Halal Park Senayan, Ada Apa Saja di Sana?

Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan Halal Park yang terletak di Pintu Satu Senayan, Area Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa 16 April 2019.…

Tempo.co

Foto: Instagram @andreastaulany

Hukum 21 April 2019 - 01:28 WIB

Resmi Dipolisikan karena Dianggap Hina Prabowo, Erin Taulany Masih Bungkam

Jakarta - Postingan Erin Taulany yang dinilai menghina Prabowo Subianto makin berbuntut panjang. Istri Andre Taulany itu resmi dipolisikan. Pihak pelapor adalah…

detik.com

Hasil Hitung Cepat Sesuai Ekspektasi, Arus Modal Asing Mengalir Deras

Ekbis 19 April 2019 - 06:50 WIB

Hasil Hitung Cepat Sesuai Ekspektasi, Arus Modal Asing Mengalir Deras

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 25 poin atau 0,4 persen ke 6.507 di akhir perdagangan Kamis (18/4/2019). Sebanyak 206 saham naik, 212…

Kompas.com

Ilustrasi.

Opini 19 April 2019 - 05:22 WIB

Jangan Baper

Publik tiba-tiba heboh. Gara-gara ada tayangan di sebuah stasiun televisi nasional yang memperlihatkan keanehan. Ada tayangan hasil quick count dari sejumlah lembaga…