Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Selasa, 17 September 2019 - 11:19 WIB

Pro Kontra Pergub DKI Tentang Pengelolaan Rusun Terus Berlanjut

Oleh : Epr | Jumat, 29 Maret 2019 - 10:49 WIB

Pro Kontra Pergub DKI Tentang Pengelolaan Rusun
Pro Kontra Pergub DKI Tentang Pengelolaan Rusun
JAKARTA - Penolakan atas dikeluarkannya Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 132 Tahun 2018 tentang Pembinaan Pengelolaan Rumah Susun Milik terus menggelinding. Pasalnya, melalui peraturan yang dinilai banyak pihak sebagai peraturan cacat hukum itu, diduga ada upaya sistematis dari sebagian kelompok masyarakat untuk merebut pengelolaan Pengurus Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS) untuk kepentingan materi. Hal itu diungkapkan Pengamat Hukum Property, Erwin Kallo, dalam seminar mengenai Implementasi Peraturan Rumah Susun.

''Secara sistematis terlihat upaya oknum-oknum untuk merebut pengelolaan PPPSRS. Nuansa itu ada dan terlihat terstruktur. Ada oknum-oknum yang berlindung di balik Pergub 132, yang ternyata mereka juga memiliki apartemen dan ingin merebut pengelolaan untuk kepentingan materi.''

Menurutnya, Pergub ini diduga dijadikan alat bagi oknum-oknum yang memang punya niat menguasai PPPSRS untuk kepentingan pribadi atau golongan, dan dugaan itu merujuk dari besarnya dana biaya pengelolaan gedung atau iuran pengelolaan lingkungan (IPL) dalam sebulan yang mencapai miliaran rupiah.

''Besarnya uang ini pasti sangat menggiurkan pihak-pihak tertentu. Jangan sampai Pergub ini merugikan mayoritas penghuni yang selama ini tidak bermasalah," tegas Erwin.

Pemprov DKI Jakarta dihimbau untuk melihat kembali kompleksitasnya pengelolaan sebuah kawasan rumah susun, yang dihuni oleh ribuan orang. Jika ada beberapa penghuni yang tidak puas, lalu protes dan tidak bayar IPL, apa lalu harus diakomodasi dengan mengorbankan ribuan pemilik dan penghuni lainnya.

''Pergub ini tidak memberi solusi di tengah pro-kontra terhadap permasalahan rumah susun, tetapi membuat persoalan baru dan rawan konflik antara sesama pemilik atau penghuni dan antara pemilik/penghuni dengan PPPSRS,'' pungkasnya.(epr)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Bawang goreng telah menjadi icon bisnis kota Palu

Artikel 15 September 2019 - 19:41 WIB

Icon Bisnis

Saya sebut bawang goreng sebagai icon bisnis kota Palu karena semua kawan saya di Palu menjawab itu. Berarti bawang goreng identik dengan kota Palu.

Nota Kesepahamanan (MoU) strategis antara Sinar Mas Land dan Microsoft untuk BSD City akan membangun inisiatif ekosistem digital untuk smart city.

Ekbis 13 September 2019 - 11:06 WIB

Sinar Mas Land Pelopori Konsep Smart City di Indonesia bersama Microsoft

Sinar Mas Land bekerja sama dengan Microsoft dalam mengubah kota mandiri terbesarnya, BSD City menjadi the first integrated smart digital city.

Sinar Mas Land kembangkan BSD Innovation Labs bersama dengan GK Plug and Play Indonesia dan Digitaraya, rekanan Google Developers Launchpad di Indonesia.

Ekbis 12 September 2019 - 13:18 WIB

Startup melalui BSD Innovation Labs

BSD Innovation Labs akan menjadi startup accelerator untuk Property Technology (Proptech) pertama di Indonesia.

Bawang putih

Artikel 11 September 2019 - 23:57 WIB

Swasembada Bawang Putih Bukan Ilusi

pemerintah menargetkan swasembada Bawang Putih dapat dicapai tahun 2019, dimajukan dari target sebelumnya tahun 2033

Dum Truk di penambangan batubara

Ekbis 11 September 2019 - 07:08 WIB

Terendah Sejak 2 Tahun Terakhir, Harga Batubara Acuan Makin Lesu

Harga Batubara Acuan (HBA) September 2019 anjlok sebesar US$65,79/ton. Sempat naik tipis di bulan Agusus sebesar US$ 72,67/ton, HBA September terkoreksi sebesar…

Duniatambang.co.id

Wakaf kolonial di era milenial

Ekbis 11 September 2019 - 06:46 WIB

Wakaf Nangis Getih, Wakaf Kolonial di Era Milenial (2)

Teman saya kecewa berat. Lahan yang diwakafkan kepada ustadz-nya ternyata mangkrak. Tidak tanggung-tanggung: nganggur empat tahun!

Kupielon tawarkan kerjasama bisnis dengan 3 pasti

Ekbis 08 September 2019 - 20:15 WIB

Jurus Antigagal KUPIELON

Tanda-tanda saya akan punya bisnis kopi tampaknya menguat belakangan ini. Terutama setelah bertemu Rani Mayasari, owner coffee shop Kupielon