Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Selasa, 17 September 2019 - 11:31 WIB

Pengalaman Ngurus EFIN

Oleh : Joko Intarto | Senin, 01 April 2019 - 17:19 WIB

Suasana di Kantor Pelayanan Pajak Pratama jl. Pramuka, Jakarta Timur
Suasana di Kantor Pelayanan Pajak Pratama jl. Pramuka, Jakarta Timur
Oleh: Joko Intarto

Jumlah pengantre di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jl Pramuka ternyata tak sebanyak yang saya perkirakan. Deretan kursi sdebagian besar kosong. Padahal, sudah hari terakhir.

Kebanyakan yang datang hanya mengurus EFIN. Kemudian pulang. Dengan EFIN inilah, pelaporan pajak bisa dilakukan secara online. Dari rumah atau kantor.

Saya tiba di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jl Pramuka sudah lepas dzuhur. Awalnya mau mengantre dari pagi. Tapi badan saya masih meriang.

Begitu tiba, saya ke lokel nomor 1: informasi. Petugas dengan ramah memberikan selembar formulir. ''Bapak isi bagian A dan C lalu tanda tangani. Serahkan ke loket nomor 2: EFIN,'' kata petugas.

Di loket 2, petugas langsung meminta formulir dan kartu identitas: KTP dan NPWP. Untuk difotokopi. Setelah itu, duduk di bangku antrean menunggu panggilan.

Tak sampai 5 menit, nama saya sudah dipanggil. Berarti proses pengurusan EFIN sudah beres. Namun, belum bisa dipakai. Harus diaktivasi dulu.

Ada dua cara. Aktivasi di tempat dengan datang ke loket 3. Atau aktivasi mandiri di rumah atau kantor. Bebas. Saya pilih mengaktivasi mandiri.

''Kalau mau aktivasi secara mandiri, ikuti flow chart ini ya Pak. Kalau sudah selesai, baru bisa digunakan untuk membuat laporan SPT secara online,'' kata petugas.

Setelah saya perhatikan, petugas itu ternyata seorang satpam. Hebat nih... Satpam pun bisa memberi penjelasan kepada masyarakat dengan baik. Sangat mengesankan.

Ada juga hal lain yang berkesan. Dalam proses mengurus EFIN ini, saya terkesan dengan seorang wajib pajak berseragam Go-Jek yang ikut mengantre.

Sayang sekali saya tidak sempat ngobrol. Dia urutan kelima di depan saya. Pas saya ngantre, dia sudah selesai. Tapi, terus terang, saya salut atas kesadarannya melaporkan SPT tahunan.

Salut.(jto)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Bawang goreng telah menjadi icon bisnis kota Palu

Artikel 15 September 2019 - 19:41 WIB

Icon Bisnis

Saya sebut bawang goreng sebagai icon bisnis kota Palu karena semua kawan saya di Palu menjawab itu. Berarti bawang goreng identik dengan kota Palu.

Nota Kesepahamanan (MoU) strategis antara Sinar Mas Land dan Microsoft untuk BSD City akan membangun inisiatif ekosistem digital untuk smart city.

Ekbis 13 September 2019 - 11:06 WIB

Sinar Mas Land Pelopori Konsep Smart City di Indonesia bersama Microsoft

Sinar Mas Land bekerja sama dengan Microsoft dalam mengubah kota mandiri terbesarnya, BSD City menjadi the first integrated smart digital city.

Sinar Mas Land kembangkan BSD Innovation Labs bersama dengan GK Plug and Play Indonesia dan Digitaraya, rekanan Google Developers Launchpad di Indonesia.

Ekbis 12 September 2019 - 13:18 WIB

Startup melalui BSD Innovation Labs

BSD Innovation Labs akan menjadi startup accelerator untuk Property Technology (Proptech) pertama di Indonesia.

Bawang putih

Artikel 11 September 2019 - 23:57 WIB

Swasembada Bawang Putih Bukan Ilusi

pemerintah menargetkan swasembada Bawang Putih dapat dicapai tahun 2019, dimajukan dari target sebelumnya tahun 2033

Dum Truk di penambangan batubara

Ekbis 11 September 2019 - 07:08 WIB

Terendah Sejak 2 Tahun Terakhir, Harga Batubara Acuan Makin Lesu

Harga Batubara Acuan (HBA) September 2019 anjlok sebesar US$65,79/ton. Sempat naik tipis di bulan Agusus sebesar US$ 72,67/ton, HBA September terkoreksi sebesar…

Duniatambang.co.id

Wakaf kolonial di era milenial

Ekbis 11 September 2019 - 06:46 WIB

Wakaf Nangis Getih, Wakaf Kolonial di Era Milenial (2)

Teman saya kecewa berat. Lahan yang diwakafkan kepada ustadz-nya ternyata mangkrak. Tidak tanggung-tanggung: nganggur empat tahun!

Kupielon tawarkan kerjasama bisnis dengan 3 pasti

Ekbis 08 September 2019 - 20:15 WIB

Jurus Antigagal KUPIELON

Tanda-tanda saya akan punya bisnis kopi tampaknya menguat belakangan ini. Terutama setelah bertemu Rani Mayasari, owner coffee shop Kupielon