Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Selasa, 17 September 2019 - 12:26 WIB

Bawaslu rekomendasikan PSU dan penggantian PPLN Kuala Lumpur

Oleh : Antaranews.com | Selasa, 16 April 2019 - 18:32 WIB

Anggota Bawaslu Rahmat Bagja (kiri), anggota Bawaslu M. Afifudin, Ketua Bawaslu Abhan, anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar ketika akan menggelar konferensi pers di Media Center Bawaslu RI, Jakarta, Selasa (16-4-2019). (Foto: Asep Firmansyah)
Anggota Bawaslu Rahmat Bagja (kiri), anggota Bawaslu M. Afifudin, Ketua Bawaslu Abhan, anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar ketika akan menggelar konferensi pers di Media Center Bawaslu RI, Jakarta, Selasa (16-4-2019). (Foto: Asep Firmansyah)
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI merekomendasikan pemungutan suara ulang (PSU) dan penggantian Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur ke Komisi Pemiliham Umum (KPU) terkait kisruh dugaan surat suara tercoblos di Selangor.

"Bawaslu merekomendasikan melalui KPU untuk mengganti PPLN sebanyak dua orang, yakni Krishna Hannan (Wakil Duta Besar) untuk menghindari konflik kepentingan dan Djadjuk Natsir (penanggung jawab pemungutan metode pos Malaysia)," kata anggota Bawaslu Rahmat Bagja saat menggelar konferensi pers di Kantor Bawaslu RI, Jakarta, Selasa.

Rahmat mengatakan bahwa rekomendasi ini didasarkan atas temuan-temuan pelanggaran tim investigasi serta hasil koordinasi dengan KPU dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Temuan pelanggaran yang dimaksud, seperti tidak tercatatnya jumlah surat suara yang telah terkirim melalui metode pos. Dari catatan KPU, jumlah pemilih melalui pos di Kuala Lumpur mencapai 319.293 orang.

Hal lain yang menjadi alasan Bawaslu mengeluarkan dua rekomendasi itu adalah adanya ketidakprofesionalan PPLN dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai penyelanggara pemungutan suara, hingga akhirnya ditemukan surat suara yang diduga sah telah dicoblos.

"Pemungutan surat suara melalui metode pos tidak sepenuhnya sesuai dengan prosedur, tata cara atau mekanisme yang diatur dalam perundang-undangan pemilu," ujarnya.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Bawang goreng telah menjadi icon bisnis kota Palu

Artikel 15 September 2019 - 19:41 WIB

Icon Bisnis

Saya sebut bawang goreng sebagai icon bisnis kota Palu karena semua kawan saya di Palu menjawab itu. Berarti bawang goreng identik dengan kota Palu.

Nota Kesepahamanan (MoU) strategis antara Sinar Mas Land dan Microsoft untuk BSD City akan membangun inisiatif ekosistem digital untuk smart city.

Ekbis 13 September 2019 - 11:06 WIB

Sinar Mas Land Pelopori Konsep Smart City di Indonesia bersama Microsoft

Sinar Mas Land bekerja sama dengan Microsoft dalam mengubah kota mandiri terbesarnya, BSD City menjadi the first integrated smart digital city.

Sinar Mas Land kembangkan BSD Innovation Labs bersama dengan GK Plug and Play Indonesia dan Digitaraya, rekanan Google Developers Launchpad di Indonesia.

Ekbis 12 September 2019 - 13:18 WIB

Startup melalui BSD Innovation Labs

BSD Innovation Labs akan menjadi startup accelerator untuk Property Technology (Proptech) pertama di Indonesia.

Bawang putih

Artikel 11 September 2019 - 23:57 WIB

Swasembada Bawang Putih Bukan Ilusi

pemerintah menargetkan swasembada Bawang Putih dapat dicapai tahun 2019, dimajukan dari target sebelumnya tahun 2033

Dum Truk di penambangan batubara

Ekbis 11 September 2019 - 07:08 WIB

Terendah Sejak 2 Tahun Terakhir, Harga Batubara Acuan Makin Lesu

Harga Batubara Acuan (HBA) September 2019 anjlok sebesar US$65,79/ton. Sempat naik tipis di bulan Agusus sebesar US$ 72,67/ton, HBA September terkoreksi sebesar…

Duniatambang.co.id

Wakaf kolonial di era milenial

Ekbis 11 September 2019 - 06:46 WIB

Wakaf Nangis Getih, Wakaf Kolonial di Era Milenial (2)

Teman saya kecewa berat. Lahan yang diwakafkan kepada ustadz-nya ternyata mangkrak. Tidak tanggung-tanggung: nganggur empat tahun!

Kupielon tawarkan kerjasama bisnis dengan 3 pasti

Ekbis 08 September 2019 - 20:15 WIB

Jurus Antigagal KUPIELON

Tanda-tanda saya akan punya bisnis kopi tampaknya menguat belakangan ini. Terutama setelah bertemu Rani Mayasari, owner coffee shop Kupielon