Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Minggu, 18 Agustus 2019 - 19:57 WIB

Kenali Modus Pemerasan Online

Oleh : Joko Intarto | Senin, 22 April 2019 - 09:44 WIB

Pemerasan lewat medsos
Pemerasan lewat medsos
Oleh: Joko Intarto

Tiba-tiba saya diinvite seseorang bernama Naomi. Namanya ditulis dengan huruf Kanji, Jepang. Di Facebook, tertulis ia berkawan dengan beberapa teman saya. Salah satunya, teman saya yang menjadi direktur di pabrik semen.

Beberapa saat sebelumnya, teman saya di Malang menghubungi saya. Dia sedang bingung karena diancam oleh seseorang bernama Naomi. Dari gambar yang ia kirim, Naomi yang dimaksud ternyata sama dengan Naomi yang mengundang saya untuk berkawan. Naomi yang namanya ditulis dengan huruf Kanji.

Teman saya yang ketiban sial itu orang Surabaya. Sekarang tinggal di Malang. Menjadi petani anggrek. Namanya: sebut saja HS. Alumni Ponpes Gontor.

Kisahnya begini:
HS teman baik saya. Tionghoa, muallaf, yang profesinya petani anggrek kecil-kecilan. Suatu hari HS dimention seseorang bernama Naomi.

Karena HS ini hanya update2 soal anggrek, maka ia mengira Naomi penggemar anggrek.

Dari chatt via messenger FB, Naomi mengajak chatt via Line. HS mengikuti.

Dari chatt di Line ini, Namoni mengajak video call. HS kembali mengikuti.

Ternyata, saat di video call itu, Naomi tiba-tiba menyetel video porno.

Tak lama kemudian video dimatikan. Naomi tiba-tiba mengirim video bokep jepang itu plus video entah dari mana berisi video laki-laki sedang masturbasi. Kedua video itu tampak berjejeran.

Naomi lalu mengancam HS. Naomi akan menyebarkan video tersebut ke medsos, kecuali HS mau bayar tebusan Rp 30 juta.

HS bingung, bagaimana mengatasi pemerasan begitu. Saya sarankan agar lapor polisi saja, ke unit cyber crime di Polda Jatim.

Teknik menampilkan dua video berdampingan itu sebenarnya mudah. Dalam dunia broadcasting disebut picture to picture atai p to p. Banyak software yang bisa digunakan untuk membuat tampilan seperti itu. Bagi yang pernah bekerja di stasiun TV pasti paham.

Software tersebut juga bisa merekam secara otomatis. Menggunakan teknologi live video record atau LVR. Saat video ditayangkan, saat itu pula dilakukan perekaman.

Jadi, hati-hati menerima permintaan perkawanan di media sosial. Kenali betul profil orang yang mengajak berkawan. Bila tidak cukup alasan untuk menerima ajakan, lebih baik hapus dari daftar permintaan. (jto)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Enggartiasto dan Rini Soemarno

Opini 16 Agustus 2019 - 18:03 WIB

Enggar dan Rini Anggap Sepi Larangan Jokowi

Kesannya, perintah dan larangan Presiden Jokowi yang sudah dipublish itu hanya sebagai pemanis di bibir saja oleh para menterinya, setidak-tidaknya oleh Enggar…

Fahri Hamzah

Politik 14 Agustus 2019 - 16:12 WIB

Soal Enzo, Stop Rasa Takut dan Ancaman!

Kita jangan mau diadu domba. Dan anak-anak bangsa seperti Enzo Zenz Allie dan Clovis adalah masa depan. Stop jualan rasa takut dan ancaman. Buka hati dan pikiran.…

Net tv

Opini 13 Agustus 2019 - 22:22 WIB

NET TV: ANTARA BISNIS NYATA DAN MIMPI

Kabar ini sedang viral: NET TV dikabarkan bangkrut. Karyawannya di-PHK massal. Manajemen NET TV membantah. Tidak ada PHK massal. Ada apa dengan bisnis media TV?

Prabowo bertemu Megawati (Foto: Dok. PDIP)

Opini 13 Agustus 2019 - 02:09 WIB

Jurus ‘Pendekar Mabuk’ Prabowo dan Isu ‘Penumpang Gelap’

Nampaknya, perilaku elit Partai Gerindra semakin membingungkan kawan dan lawan. Setelah Prabowo ujug-ujug melakukan jurus ‘pendekar mabuk’ dengan “pertemuan…

Kakak beradik pendiri brand Kalibre: Direktur Research & Development Sunflower Lukman, Direktur Production & Marketing Sunflower Sandy Sadeli dan Direktur Finance Sunflower Roby. (dok. pribadi)

Ekbis 05 Agustus 2019 - 16:31 WIB

Kalibre Bintang Baru di Bisnis Tas

Kalibre merupakan salah satu merek tas pendatang baru yang namanya kian populer. Bahkan brand yang didirikan pada tahun 2014 oleh Sandy Sadeli bersama dua kakaknya…

swa.co.id

Presiden Joko Widodo atau Jokowi, mendatangi kantor pusat PT PLN (Persero), Jakarta, Senin 5 Agustus 2019. Kedatangan Jokowi ini untuk meminta penjelasan PLN mengenai padamnya listrik di sebagian besar wilayah Pulau Jawa. TEMPO/Subekti

Nasional 05 Agustus 2019 - 11:23 WIB

Tegur Para Petinggi PLN, Jokowi: Bapak Ibu Kan Pinter-pinter

Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegur para pimpinan Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait dengan pemadaman listrik cukup lama pada Ahad, 4 Agustus…

Tempo.co

Mahasiswa UGM Mada Yanditya Affan Almada menunjukkan bahan bakar dari limbah plastik yang diproduksi dari alat furnace atau pemanas ciptaannya di Halaman Gedung Pusat UGM, Rabu, 31 Juli 2019. (ugm.ac.id)

Teknologi 01 Agustus 2019 - 16:37 WIB

Mahasiswa UGM Ini Ubah 380 Gram Sampah Plastik Jadi 400 Cc Minyak

Yogyakarta - Sampah plastik gelas air mineral (plastik PP) di tangan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) ini, bisa disulap jadi bahan dasar bahan bakar minyak…

Tempo.co