Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Minggu, 18 Agustus 2019 - 19:58 WIB

Belajar Bisnis Restoran Padang

Oleh : Joko Intarto | Selasa, 30 April 2019 - 14:58 WIB

Nasi Padang
Nasi Padang
Tidak ada sukses yang instan dan kebetulan. Semua butuh waktu dan perjuangan. Begitu nasihat Lambang Saribuana, CEO CSM Cargo, mengisahkan perjalanan hidupnya.

Bisnis jasa logistik yang dijalankan Lambang sekarang boleh dibilang cukup moncer. Kantor cabangnya sudah ada di 9 kota besar. Siapa sangka, bisnis itu berawal dari situasi kepepet. Dengan modal hanya Rp 350 ribu. Beberapa tahun lalu.

Perjalanan bisnis itulah yang mendorong pria asal Blora itu untuk selalu ingin berbagi. Jadilah ia seorang business coach. Muridnya ada puluhan. Jenis usahanya bermacam-macam. Semua berangkat dari usaha mikro. Kemudian berkembang dan kian maju.

Salah satu anak didiknya dulu hanya berdagang barang kelontong keliling. Lambang menyemangatinya untuk terus maju. Sampai berhasil memiliki sebuah toko. Sekarang ia buka usaha baru: Rumah makan Padang. Namanya Pariaman Ekspres. Di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan.

Sebagai coach, Lambang membantu mendesain model bisnisnya. Mulai mencarikan model permodalan, model pelayanan hingga model pengembangan usaha rumah makan itu. ‘’Sekarang unit pertama Pariaman Ekspres baru berdiri. Tapi sudah ada beberapa investor yang siap mengembangkan di 10 lokasi lainnya,’’ kata Lambang.

Di balik setiap bisnis memang ada ilmu pengetahuan. Pun begitu dalam usaha rumah makan Padang. ‘’Tidak hanya ilmu meracik bumbu. Tapi juga ada ilmu finansial, pemasaran, promosi dan hospitality,’’ jelas Lambang.

Ilmu bisnis itulah yang akan dibagikan Lambang kepada siapa saja yang tertarik. Lambang sekaligus akan menjadi business coach pertama di Warweb Wiramice yang saya rintis di Jalan Tebet Barat Dalam V No 6B, Jakarta Selatan.

Belajar bisnis rumah makan Padang tidak bisa hanya sekali pertemuan. Paling tidak perlu 5 sesi. Setiap sesi antara 2 - 3 jam. Sesi pertama bersifat pengantar. Membahas prinsip-prinsip dasar agar bisa mendapat gambaran prospek dan tantangan bisnisnya. Pertemuan selanjutnya bersifat lebih teknis dan detail.

Untuk pertemuan sesi pertama, peserta bisa mengikuti secara gratis. Bagi yang tertarik dan ingin serius, bisa mengikuti sesi selanjutnya, dengan membayar biaya pelatihan. Setelah selesai mengikuti seluruh sesi, peserta akan terus didampingi, hingga bisnis rumah makannya berhasil.

Menurut rencana, Lambang akan memberikan kuliah bisnis perdana secara online pada bulan Mei. Programnya: Ngabuburit bisnis. Harinya: Sabtu. Waktunya: selepas ashar hingga menjelang magrib. Peserta dibatasi hanya 100 orang.

Sesi 2 – 5 akan dimulai awal Juli. Setelah Lebaran.

Siap menjadi pengusaha kuliner? Ayo belajar bisnis rumah makan Padang yang fenomenal. Jadilah salah satu pemilik Rumah Makan Padang Pariaman Ekspres di mana pun Anda berada.

Selain Lambang, Warweb Wiramice juga mengundang para pelaku bisnis lainnya yang siap berbagi ilmu dan pengalaman sebagai business coach.

Mau?(jto)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Enggartiasto dan Rini Soemarno

Opini 16 Agustus 2019 - 18:03 WIB

Enggar dan Rini Anggap Sepi Larangan Jokowi

Kesannya, perintah dan larangan Presiden Jokowi yang sudah dipublish itu hanya sebagai pemanis di bibir saja oleh para menterinya, setidak-tidaknya oleh Enggar…

Fahri Hamzah

Politik 14 Agustus 2019 - 16:12 WIB

Soal Enzo, Stop Rasa Takut dan Ancaman!

Kita jangan mau diadu domba. Dan anak-anak bangsa seperti Enzo Zenz Allie dan Clovis adalah masa depan. Stop jualan rasa takut dan ancaman. Buka hati dan pikiran.…

Net tv

Opini 13 Agustus 2019 - 22:22 WIB

NET TV: ANTARA BISNIS NYATA DAN MIMPI

Kabar ini sedang viral: NET TV dikabarkan bangkrut. Karyawannya di-PHK massal. Manajemen NET TV membantah. Tidak ada PHK massal. Ada apa dengan bisnis media TV?

Prabowo bertemu Megawati (Foto: Dok. PDIP)

Opini 13 Agustus 2019 - 02:09 WIB

Jurus ‘Pendekar Mabuk’ Prabowo dan Isu ‘Penumpang Gelap’

Nampaknya, perilaku elit Partai Gerindra semakin membingungkan kawan dan lawan. Setelah Prabowo ujug-ujug melakukan jurus ‘pendekar mabuk’ dengan “pertemuan…

Kakak beradik pendiri brand Kalibre: Direktur Research & Development Sunflower Lukman, Direktur Production & Marketing Sunflower Sandy Sadeli dan Direktur Finance Sunflower Roby. (dok. pribadi)

Ekbis 05 Agustus 2019 - 16:31 WIB

Kalibre Bintang Baru di Bisnis Tas

Kalibre merupakan salah satu merek tas pendatang baru yang namanya kian populer. Bahkan brand yang didirikan pada tahun 2014 oleh Sandy Sadeli bersama dua kakaknya…

swa.co.id

Presiden Joko Widodo atau Jokowi, mendatangi kantor pusat PT PLN (Persero), Jakarta, Senin 5 Agustus 2019. Kedatangan Jokowi ini untuk meminta penjelasan PLN mengenai padamnya listrik di sebagian besar wilayah Pulau Jawa. TEMPO/Subekti

Nasional 05 Agustus 2019 - 11:23 WIB

Tegur Para Petinggi PLN, Jokowi: Bapak Ibu Kan Pinter-pinter

Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegur para pimpinan Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait dengan pemadaman listrik cukup lama pada Ahad, 4 Agustus…

Tempo.co

Mahasiswa UGM Mada Yanditya Affan Almada menunjukkan bahan bakar dari limbah plastik yang diproduksi dari alat furnace atau pemanas ciptaannya di Halaman Gedung Pusat UGM, Rabu, 31 Juli 2019. (ugm.ac.id)

Teknologi 01 Agustus 2019 - 16:37 WIB

Mahasiswa UGM Ini Ubah 380 Gram Sampah Plastik Jadi 400 Cc Minyak

Yogyakarta - Sampah plastik gelas air mineral (plastik PP) di tangan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) ini, bisa disulap jadi bahan dasar bahan bakar minyak…

Tempo.co