Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Senin, 27 Mei 2019 - 10:42 WIB

Juragan Nasi Kuning Milenial

Oleh : Joko Intarto | Senin, 06 Mei 2019 - 11:08 WIB

Yusrin Yunus pengusaha Nasi Kuning dari Makassar
Yusrin Yunus pengusaha Nasi Kuning dari Makassar
Insinyur peternakan itu mengambil keputusan yang sangat berani: Dari manager pabrik pakan ternak menjadi pengusaha kuliner rumahan. Meski tidak keren, Yusrin Yunus mengaku bangga menjadi pengusaha di kampung halamannya: Makassar.

Nasi kuning begitu popular di kawasan Indonesia Timur. Makanan yang satu ini mudah ditemukan di semua kota: Dari Sulawesi hingga Maluku.

Bila diperhatikan, hampir semua pedagang nasi kuning di Indonesia Timur berasal dari Sulawesi Selatan. Ada juga generasi kedua dan ketiga yang sudah berstatus warga lokal. Tetapi moyangnya dari Sulawesi Selatan.
Bagi masyarakat Sulawesi Selatan, nasi kuning merupakan menu makanan sehari-hari. Akhirnya nasi kuning identik dengan budaya kuliner Sulawesi Selatan.

Karena itu, jangan heran kalau di Makassar, begitu banyak orang yang menjual nasi kuning. Dari warung kaki lima hingga hotel bintang lima. Nasi kuning juga bisa diperoleh kapan saja: pagi, siang, sore dan malam. Di warung ‘bagadang’ menu nasi kuning tersedia selama 24 jam.

Dalam bisnis yang begitu banyak pemain itulah, Yusrin masuk. Alumni Universitas Tadulako itu mengusung brand ‘Bunda’ untuk produk nasi kuningnya.

Pemakaian brand dalam bisnis nasi kuning di Makassar merupakan sesuatu yang baru. Saat Yusrin memulai bisnis kulinernya, tiga tahun lalu, belum banyak pedagang nasi kuning yang ‘sadar merk’.
Mayoritas pedagang hanya menggunakan istilah generik: ‘nasi kuning’ sebagai informasi warungnya. Bahkan pedagang kaki lima tidak memasang papan informasi sekali.

Berkat brand ‘Bunda’, nasi kuning produksi Yusrin lebih mudah diingat konsumen. Brand ‘Bunda’ menjadi keunggulan sekaligus pembeda nasi kuning buatan Yusrin dengan nasi kuning buatan pedagang lainnya.

Kiat Yusrin sekarang ditiru banyak pedagang nasi kuning. Bahkan brand ‘Bunda’ juga digunakan pedagang lainnya.

‘’Saya tidak mempersoalkan pemakaian nama ‘Bunda’. Tapi saya harus menemukan strategi agar konsumen bisa membedakan bahwa ‘Bunda’ yang itu tidak sama dengan ‘Bunda’ yang ini. Bagaimana caranya?’’ tanya Yusrin.

Sebagai praktisi komunikasi, saya memberi saran kepada Yusrin untuk menambahkan logo dan icon ‘Bunda’. Dengan adanya dua unsur baru itu, ‘Bunda’ versi Yusrin akan berbeda dengan ‘Bunda’ yang lain.

Selain soal brand, produk nasi kuning ‘Bunda’ juga bisa dibedakan dari produk kompetitor karena kontennya yang unik dan inovatif. Salah satunya, menjadikan rendang yang dinobatkan sebagai masakan terenak sedunia itu sebagai varian nasi kuning buatannya. Jadilah menu baru: nasi kuning rendang. Memadukan citarasa Sulawesi Selatan dengan Sumatera Barat.

‘’Ke depan, bukan tidak mungkin lahir varian menu baru. Nasi kuning dengan daging sapi resep Jawa atau Sunda dan Aceh. Seperti mi instan yang sekarang punya banyak varian rasa,’’ tambahnya.

Dalam menjalankan bisnis, Yusrin juga sudah menggunakan bantuan software akuntansi. Aplikasi itu membantunya untuk mengontrol penjualan di dua outletnya: satu warung dan satu mobil keliling. ‘’Pencatatan transaksi maupun penghitungan laba rugi juga sudah diketahui secara real time,’’ kata mantan wartawan harian ‘Mercusuar’ Palu itu.

Bila Anda sedang di kota Makassar, cobalah makan nasi kuning. Bila ingin merasakan yang istimewa, ada pilihan nasi kuning Bunda. ‘’Kami ada layanan antar ke alamat pembeli di seluruh kota Makassar,’’ kata Yusrin menutup pembicaraan.

Saya mengenal Yusrin sudah sangat lama. Dulu, ia pernah menjadi karyawan saya. Selama empat tahun ia menjadi wartawan di harian ‘Mercusuar’ Palu yang saya pimpin. Saat masih mahasiswa hingga lulus sarjana. Bersama saudara kembarnya: Yusran Yunus.

Selepas kuliah, Yusran Yunus bergabung dengan harian ‘Bisnis Indonesia’. Meneruskan profesi sebagai jurnalis.

Yusrin yang berpindah haluan. Bekerja di perusahaan pakan ternak Wonokoyo di pabrik yang berada di Kalimantan. Sesuai bidang keilmuan yang ditekuni di perguruan tinggi.

Berpindah kuadran. Itulah yang dilakukan Yusrin. Bosan jadi karyawan, ia banting setir menjadi juragan. Pada usia yang masih sangat muda.(jto)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menunjukkan buku berjudul Jokowi People Power saat jeda pemeriksaan untuk salat Jumat, di Polda Metro Jaya untuk memenuhi panggilan, Jakarta, 24 Mei 2019. ANTARA

Nasional 25 Mei 2019 - 00:25 WIB

Diperiksa 10 Jam, Amien Rais Jelaskan Maksud People Power

Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais diperiksa selama sekitar 10 jam sebagai saksi dalam kasus dugaan makar dengan tersangka…

Tempo.co

Perawatan lapangan pesawat terbang yang dikelola oleh Asia Aero Technology

Ekbis 24 Mei 2019 - 06:55 WIB

Dari Tukang Rumput Jadi Pengelola Bandara

Banyak yang punya helikopter dan pesawat terbang pribadi. Tapi hanya satu yang punya bandaranya.

Pendiri Yayasan Pesantren Adz-Dzikra, KH Muhammad Arifin Ilham. (Screenshot via instagram @alvin_411)

Nasional 23 Mei 2019 - 00:17 WIB

Arifin Ilham Meninggal Dunia di Malaysia

Pendiri Yayasan Pesantren Az-Zikra KH Muhammad Arifin Ilham alias Ustaz Arifin Ilham meninggal karena penyakit kanker getah bening yang diidapnya. Dia tutup usia…

cnnindonesia.com

 Taksi listrik yang beroperasi di Jakarta

Opini 22 Mei 2019 - 08:50 WIB

SKOR 1 – 0

Kali ini saya menang 1 – 0. Melawan Pak Dahlan Iskan. Dalam soal cepet-cepetan punya pengalaman naik taksi listrik di Jakarta.

Prabowo Gugat Hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi Calon presiden Prabowo Subianto berencana mengajukan gugatan sengketa pemilu ke Mahkamah Konstitusi. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Nasional 21 Mei 2019 - 12:59 WIB

Prabowo Gugat Hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi

Home Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Hiburan Gaya Hidup Infografis Foto Video Fokus Kolom Terpopuler Indeks BREAKING NEWS: Pidato Jokowi Usai…

cnnindonesia.com

Jokowi-Ma'ruf Amin (Rengga Sancaya/detikcom)

Nasional 21 Mei 2019 - 03:51 WIB

KPU Tetapkan Jokowi-Ma'ruf Pemenang Pilpres 2019

Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menuntaskan rekapitulasi nasional hasil Pilpres 2019. Pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin ditetapkan menjadi pemenang…

detik.com

Empat muazin mengumandangkan azan di Masjid Kesultanan Ternate

Religi 18 Mei 2019 - 09:11 WIB

Uniknya Masjid Kesultanan Ternate, 4 Muazin Kumandangkan Azan

Masjid Kesultanan Ternate atau Sigi Lamo merupakan warisan harta kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia. Selain menjadi saksi bisu sejarah perkembangan…

Viva.co.id