Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Rabu, 19 Juni 2019 - 18:58 WIB

Hashami

Oleh : Joko Intarto | Jumat, 07 Juni 2019 - 16:34 WIB

Seduh kopi dengan memakai saringan batu ala Jepang atau Hashimi
Seduh kopi dengan memakai saringan batu ala Jepang atau Hashimi
Hashami sebenarnya nama perusahaan pembuat peralatan makan dari keramik di Jepang. Salah satu produknya yang unik adalah saringan kopi berbahan batu.

Sebutannya stone coffee filter. Entah apa namanya dalam bahasa Jepang. Agar mudah, saya sebut saja saringan hashami.

Saringan hashami memiliki bentuk seperti cobek. Tapi agak cekung. Mirip mangkok. Tapi agak ceper. Warnanya hitam. Teksturnya kasar. Ketebalannya sekitar 2 Cm.

Dari ciri fisiknya, saya menduga saringan hashami diproduksi dengan mesin. Entah dengan sistem press atau sistem lainnya.

Walau terbuat dari batu, saringan hashami memiliki pori-pori yang lebar. Air seduhan kopi bisa mengucur dengan lancar. Tidak menetes pelan.

Sebelum digunakan, saringan hashami harus direndam ke dalam air hangat lebih dulu sekitar 5 menit. Tujuannya untuk memastikan tidak ada sisa-sisa air kopi dari pemakaian sebelumnya. Agar kopi yang baru memiliki rasa yang bersih.

Setelah perendaman, saringan hashami siap digunakan. Cara memakainya sama dengan V60 pada umumnya. Di atas saringan kopi harus dipasangi filter kertas lebih dulu. Untuk menyaring bubuk kopi.

Jadi menyeduh kopi dengan saringan hashami ibarat menyajikan kopi yang disaring dua kali.

Bagaimana rasa kopi yang diseduh dengan saringan hashami? Untuk mengetahuinya, Hardjono pemilik Blue Lotus Coffee House Semarang menyajikan dua gelas kopi. Yang satu disaring dengan kertas tanpa batu.

Memang beda citarasanya. Walau gramasinya sama. Suhu airnya sama. Jenis kopinya sama. Kemungkinan perbedaan citarasa itu berasal dari saringan batunya.

Saya belum tahu apa jenis batu yang digunakan untuk saringan hashami. Di google tidak tersedia informasi yang memadai.

Ketika saya ketik "saringan kopi dari batu", yang muncul adalah produk saringan kopi dari batu gunung Merapi. Berbentuk seperti lumpang dengan harga Rp 85 ribu.

Kata teman saya, Granados Gandos ada warung kopi di Magelang yang menjual minuman kopi menggunakan saringan batu Merapi itu. Entah di mana tepatnya. Ia sendiri lupa.

Begitulah bisnis kopi. Yang bikin enak ngopi ternyata bukan citarasanya. Melainkan ceritanya. Buktinya Anda mau membaca dan mengomentarinya.(jto)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Foto: Istimewa/Carscoops

Otomotif 17 Juni 2019 - 11:06 WIB

Mewah! Ini Mobil Nasional Pertama Vietnam

Hanoi - Vietnam akan mengirim mobil nasional pertama bernama VinFast ke konsumen mulai hari ini, Senin (17/6/2019). Dua di antara mobil nasional Vietnam tergolong…

detik.com

Foto: Istimewa/Carscoops

Otomotif 17 Juni 2019 - 11:06 WIB

Mewah! Ini Mobil Nasional Pertama Vietnam

Hanoi - Vietnam akan mengirim mobil nasional pertama bernama VinFast ke konsumen mulai hari ini, Senin (17/6/2019). Dua di antara mobil nasional Vietnam tergolong…

detik.com

Jersey Babe Ruth

Olahraga 17 Juni 2019 - 06:55 WIB

Jersey Babe Ruth Jadi Memorabilia Termahal

Jersey (seragam tim) New York Yankees yang dikenakan oleh legenda bisbol Babe Ruth terjual dalam lelang yang mencetak rekor 5,6 juta dolar, kata satu pernyataan,…

republika.co.id

Joko Intarto, praktisi komunikasi, penyedia solusi video conference

Opini 16 Juni 2019 - 18:55 WIB

Sidang Live Pilpres

Mungkinkah live video conference digunakan dalam sidang MK? Bagaimana aspek teknik dan legalnya?

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar (Foto: inilahcom)

Ekbis 16 Juni 2019 - 07:36 WIB

Kabupaten Kolaka Segera Milki Smenter Feronikel

Kolaka - Fasilitas pemurnian (smelter) feronikel PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara akan memenuhi target dapat…

inilah.com

Greenland Mencair, Laut Meninggi

Luar Negeri 16 Juni 2019 - 00:52 WIB

2 Miliar Ton Es Greenland Mencair

Greenland kehilangan lebih dari 2 miliar ton es atau 40 persen lebih wilayahnya pada Jumat kemarin. Greenland adalah pulau besar di Kutub Utara yang dipenuhi banyak…

Tempo.co

Bangkrut Itu Ilmu Sukses. Sebuah buku "Berani Bangkrut" lahir dari pengalaman motivator bisnis dan pengusaha waralaba Dr Ir H Wahyu Indrasakti Saidi MSc

Opini 12 Juni 2019 - 05:32 WIB

Bangkrut Itu Ilmu Sukses

Anda percaya bangkrut itu ilmu sukses? Saya percaya. Sangat percaya. Semua pengusaha sukses mengatakan pernah bangkrut. Tidak hanya sekali. Tapi berkali-kali. Tapi,…