Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Minggu, 18 Agustus 2019 - 21:09 WIB

Hashami

Oleh : Joko Intarto | Jumat, 07 Juni 2019 - 16:34 WIB

Seduh kopi dengan memakai saringan batu ala Jepang atau Hashimi
Seduh kopi dengan memakai saringan batu ala Jepang atau Hashimi
Hashami sebenarnya nama perusahaan pembuat peralatan makan dari keramik di Jepang. Salah satu produknya yang unik adalah saringan kopi berbahan batu.

Sebutannya stone coffee filter. Entah apa namanya dalam bahasa Jepang. Agar mudah, saya sebut saja saringan hashami.

Saringan hashami memiliki bentuk seperti cobek. Tapi agak cekung. Mirip mangkok. Tapi agak ceper. Warnanya hitam. Teksturnya kasar. Ketebalannya sekitar 2 Cm.

Dari ciri fisiknya, saya menduga saringan hashami diproduksi dengan mesin. Entah dengan sistem press atau sistem lainnya.

Walau terbuat dari batu, saringan hashami memiliki pori-pori yang lebar. Air seduhan kopi bisa mengucur dengan lancar. Tidak menetes pelan.

Sebelum digunakan, saringan hashami harus direndam ke dalam air hangat lebih dulu sekitar 5 menit. Tujuannya untuk memastikan tidak ada sisa-sisa air kopi dari pemakaian sebelumnya. Agar kopi yang baru memiliki rasa yang bersih.

Setelah perendaman, saringan hashami siap digunakan. Cara memakainya sama dengan V60 pada umumnya. Di atas saringan kopi harus dipasangi filter kertas lebih dulu. Untuk menyaring bubuk kopi.

Jadi menyeduh kopi dengan saringan hashami ibarat menyajikan kopi yang disaring dua kali.

Bagaimana rasa kopi yang diseduh dengan saringan hashami? Untuk mengetahuinya, Hardjono pemilik Blue Lotus Coffee House Semarang menyajikan dua gelas kopi. Yang satu disaring dengan kertas tanpa batu.

Memang beda citarasanya. Walau gramasinya sama. Suhu airnya sama. Jenis kopinya sama. Kemungkinan perbedaan citarasa itu berasal dari saringan batunya.

Saya belum tahu apa jenis batu yang digunakan untuk saringan hashami. Di google tidak tersedia informasi yang memadai.

Ketika saya ketik "saringan kopi dari batu", yang muncul adalah produk saringan kopi dari batu gunung Merapi. Berbentuk seperti lumpang dengan harga Rp 85 ribu.

Kata teman saya, Granados Gandos ada warung kopi di Magelang yang menjual minuman kopi menggunakan saringan batu Merapi itu. Entah di mana tepatnya. Ia sendiri lupa.

Begitulah bisnis kopi. Yang bikin enak ngopi ternyata bukan citarasanya. Melainkan ceritanya. Buktinya Anda mau membaca dan mengomentarinya.(jto)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Enggartiasto dan Rini Soemarno

Opini 16 Agustus 2019 - 18:03 WIB

Enggar dan Rini Anggap Sepi Larangan Jokowi

Kesannya, perintah dan larangan Presiden Jokowi yang sudah dipublish itu hanya sebagai pemanis di bibir saja oleh para menterinya, setidak-tidaknya oleh Enggar…

Fahri Hamzah

Politik 14 Agustus 2019 - 16:12 WIB

Soal Enzo, Stop Rasa Takut dan Ancaman!

Kita jangan mau diadu domba. Dan anak-anak bangsa seperti Enzo Zenz Allie dan Clovis adalah masa depan. Stop jualan rasa takut dan ancaman. Buka hati dan pikiran.…

Net tv

Opini 13 Agustus 2019 - 22:22 WIB

NET TV: ANTARA BISNIS NYATA DAN MIMPI

Kabar ini sedang viral: NET TV dikabarkan bangkrut. Karyawannya di-PHK massal. Manajemen NET TV membantah. Tidak ada PHK massal. Ada apa dengan bisnis media TV?

Prabowo bertemu Megawati (Foto: Dok. PDIP)

Opini 13 Agustus 2019 - 02:09 WIB

Jurus ‘Pendekar Mabuk’ Prabowo dan Isu ‘Penumpang Gelap’

Nampaknya, perilaku elit Partai Gerindra semakin membingungkan kawan dan lawan. Setelah Prabowo ujug-ujug melakukan jurus ‘pendekar mabuk’ dengan “pertemuan…

Kakak beradik pendiri brand Kalibre: Direktur Research & Development Sunflower Lukman, Direktur Production & Marketing Sunflower Sandy Sadeli dan Direktur Finance Sunflower Roby. (dok. pribadi)

Ekbis 05 Agustus 2019 - 16:31 WIB

Kalibre Bintang Baru di Bisnis Tas

Kalibre merupakan salah satu merek tas pendatang baru yang namanya kian populer. Bahkan brand yang didirikan pada tahun 2014 oleh Sandy Sadeli bersama dua kakaknya…

swa.co.id

Presiden Joko Widodo atau Jokowi, mendatangi kantor pusat PT PLN (Persero), Jakarta, Senin 5 Agustus 2019. Kedatangan Jokowi ini untuk meminta penjelasan PLN mengenai padamnya listrik di sebagian besar wilayah Pulau Jawa. TEMPO/Subekti

Nasional 05 Agustus 2019 - 11:23 WIB

Tegur Para Petinggi PLN, Jokowi: Bapak Ibu Kan Pinter-pinter

Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegur para pimpinan Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait dengan pemadaman listrik cukup lama pada Ahad, 4 Agustus…

Tempo.co

Mahasiswa UGM Mada Yanditya Affan Almada menunjukkan bahan bakar dari limbah plastik yang diproduksi dari alat furnace atau pemanas ciptaannya di Halaman Gedung Pusat UGM, Rabu, 31 Juli 2019. (ugm.ac.id)

Teknologi 01 Agustus 2019 - 16:37 WIB

Mahasiswa UGM Ini Ubah 380 Gram Sampah Plastik Jadi 400 Cc Minyak

Yogyakarta - Sampah plastik gelas air mineral (plastik PP) di tangan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) ini, bisa disulap jadi bahan dasar bahan bakar minyak…

Tempo.co