Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Sabtu, 14 Desember 2019 - 22:22 WIB

Soal Enzo, Stop Rasa Takut dan Ancaman!

Oleh : Sofyan | Rabu, 14 Agustus 2019 - 16:12 WIB

Fahri Hamzah
Fahri Hamzah
Tentang ENZO ALLIE

Oleh: Fahri Hamzah
(Wakil Ketua DPR RI)

Dalam perjalanan kembali, meninggalkan Tanah Suci, di Jeddah saya terus terpikir tentang Enzo Zenz Allie yang saya tidak kenal. Tetapi karena saya pernah menjadi panja UU Imigrasi yg senapas dengan UU Kewarganegaraan, saya ingin sedikit memberi catatan.

Saya tidak kenal Enzo Zenz Allie tapi saya kenal Clovis. Mereka sama2 berdarah campuran Indonesia (Ibu) dan Perancis (Bapak). Saya mengenal baik ibu dan Bapak Clovis, Pak Rene dan Ibu Julie yang saya kenal saat saya sebagai ketua Panja UU Imigrasi UU No.6/2011.

Saat itu, saya mengenal dan belajar banyak dari warga negara INDONESIA yang menikah dengan warga negara asing. Lalu, lahirlah anak2 mereka yang memiliki keunikan secara fisik. UU kewarganegaraan dan UU Imigrasi melalui panja @DPR_RI mengadakan dengar pendapat dgn mereka.

Lalu, UU memberikan pilihan kepada mereka setelah umur 18 tahun mau memilih menjadi warga negara Indonesia atau warga negara asing, karena kita tidak menganut kewarganegaraan ganda (dual citizenship). Enzo Zenz Allie dan Clovis telah memilih menjadi WNI. Sesuatu yg hebat.

Mengapa ini hebat? Karena menjadi warga negara Perancis adalah warga negara yg penuh kemudahan dan jaminan. Satu yang pasti, passport anda akan menjadi passport yang mendapat kemudahan visa ke seluruh dunia. Juga mendapat “baik sangka” sebagai warga dunia kelas satu.

Taqdir mengantarkan mereka menjadi anak dari pernikahan campuran warga negara. Bahkan juga berbeda agama, Clovis beragama Katolik dan Enzo Zenz Allie beragama Islam. Enzo berpendidikan dasar di Perancis dan Clovis berpendidikan lanjutan di sana. Keduanya WNA.

Pak Rene dan Ibu Julie, orang tua Clovis dan sahabat saya punya pabrik di Jogja. Nampaknya mereka mempersiapkan anaknya menjadi penerus usaha keluarga. Sementara ayah Enzo Zenz Allie, Jean Paul Francois Allie, telah wafat dan Ibunya Siti Hajar menitipnya di Pesantren.

Jadilah Enzo Zenz Allie anak pesantren alias santri yang belajar agama Islam. Dan suatu hari, mungkin ia pergi dengan para sahabatnya membawa bendera bertulis kalimat Tauhid, padahal ia bercita2 menjadi tentara INDONESIA dan belajar di Akademi Militer, itu mimpinya sejak kecil.

Di terimalah dia sebagai taruna Akmil dengan nilai yg baik. Tetapi malang nasibnya, sebuah gambar kehidupannya di pesantren dengan bendera bertulis kalimat syahadat membuatnya dituduh radikal dan “terpapar HTI”, bahkan ada yg menuduh TNI telah kemasukan teroris.

Mungkin saja kita punya persoalan menerima orang dengan nama dan wajah yang unik, Tapi mengapa permainan bendera ini menyeret kita kepada irasionalitas yang terlalu jauh? Apa yang mau kita dapat dari menuduh bendera yang pada masa perang kemerdekaan juga berkibar?

Indonesia dengan demokrasi yang kita terapkan dan UU yang kita buat, dirancang untuk memiliki pikiran terbuka. Menyempitnya cara kita berpikir terutama tentang agama akan membuat negara kita menyingkir dari kemajuan dunia. Jangankan menerima tamu, warga sendiri kita curigai.

Kita jangan mau diadu domba. Dan anak-anak bangsa seperti Enzo Zenz Allie dan Clovis adalah masa depan. Dunia sedang dilengkapi oleh fasilitas komunikasi dan transportasi yang memungkinkan interaksi global terjadi secara massif. Pikiran kita harus terbuka. Harus waras dan rasional.

Saya berterima kasih kepada para petinggi TNI yang telah bersikap benar. Bahwa Enzo Zenz Allie adalah WNI dengan seluruh haknya untuk menjadi mahasiswa Akademi Militer. Dan karena kemampuannya termasuk bahasa asing, setelah dites dia lulus. Cukup!

Pandangan pribadi dan pilihan politik orang bukan dosa di negeri ini. Itu masa lalu, ada banyak yang bangga dengan ideologi komunis, toh jadi pejabat publik. Kenapa pula santri bule ini jadi masalah? Inilah penyakit kambuh kita, mentalitas yg tidak bagus diteruskan.

Mari kita beri kesempatan kepada Enzo Zenz Allie dan generasi baru negeri ini yang lebih terbuka pikirannya akibat demokrasi kita. Jangan rusak mereka dengan konflik ideologi dan politik aliran yang selalu main belakang dalam politik formal.

Kita harus berani mewariskan zaman baru, sebuah masa yang penuh dialog, keterbukaan dan persaudaraan. Sebuah persatuan yang dibangun di atas percakapan yang sehat dan kesetaraan. Ayo kita mulai. Stop jualan rasa takut dan ancaman. Buka hati dan pikiran.

Jeddah, 14/8/19

Komentar Berita

Berita Lainnya

Wiranto

Nasional 13 Desember 2019 - 16:37 WIB

9 Wantimpres Resmi Dilantik Jokowi, Wiranto Jadi Ketua

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik sembilan orang sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2019-2024 di Istana Negara, Jakarta Pusat…

Viva.co.id

Foto: Ilustrasi Garuda Indonesia (Shinta/detikTravel)

Ekbis 13 Desember 2019 - 11:47 WIB

Edan! Ada Cucu Usaha Garuda Namanya Garuda TauBeres Indonesia

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ada cucu usaha dari PT Garuda Indonesia (Persero) yang tak jelas bergerak di bidang apa. Nama cucu usaha itu ialah PT Garuda…

detik.com

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan mantan Menkominfo Rudiantara jadi Dirut PLN

Ekbis 10 Desember 2019 - 16:02 WIB

Pastikan Rudiantara Jadi Bos PLN, Luhut: Di Kabinet Kerjanya Bagus

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan Presiden Joko Widodo alias Jokowi menunjuk Rudiantara menjadi Direktur Utama…

katadata.co.id

Bank Mandiri

Ekbis 08 Desember 2019 - 05:46 WIB

Chatib Basri Mau Turun Gunung, Erick Thohir: karena Percaya Saya

Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengungkapkan alasan mantan Menteri Keuangan Chatib Basri bersedia menjadi Wakil Komisaris Utama PT Bank…

Tempo.co

Sinar Mas Land bersama The Jakarta Post dan PricewaterhouseCoopers selenggarakan sebuah diskusi bertajuk ‘’Outlook Kawasan Digital Hub Pada 2020’’ di BSD City.

Ekbis 07 Desember 2019 - 16:09 WIB

Digital Hub akan Berkontribusi Positif dalam Pengembangan Ekonomi Digital di BSD City

Sinar Mas Land menggandeng The Jakarta Post, dan Pricewaterhouse Coopers, firma audit terbesar di dunia untuk menelaah pengembangan Kawasan Digital Hub di BSD City.…

Menteri BUMN Erick Thohir/Foto: Agung Pambudhy

Ekbis 07 Desember 2019 - 13:58 WIB

Erick Thohir Pecat Semua Direktur Garuda yang Selundupkan Harley

Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pagi tadi menggelar pertemuan dengan Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Usai pertemuan…

detik.com

Juru bicara KPK Febri Diansyah memberikan keterangan pers di gedung KPK, Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019.

Hukum 07 Desember 2019 - 07:52 WIB

KPK Temukan Aliran Duit Rp 100 Miliar ke Mantan Petinggi Garuda

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menengarai ada aliran duit sejumlah Rp 100 miliar dalam kasus suap pembelian mesin pesawat oleh PT Garuda Indonesia.…

Tempo.co