Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Selasa, 17 September 2019 - 12:16 WIB

Pentingnya Legalitas Wakaf Kolonial di Era Milenial (1)

Oleh : Joko Intarto | Sabtu, 07 September 2019 - 05:41 WIB

penulis menjelaskan webinar sebagai metode mengajar wakaf secara online
penulis menjelaskan webinar sebagai metode mengajar wakaf secara online
Oleh: Joko Intarto

Banyak pengelola wakaf yang sekarang pusing. Tanahnya berhektar-hektar. Tapi tidak bersertifikat. Yang sudah bersertifikat tidak punya modal. Apalagi kalau tidak paham model bisnis. Tulisan ini dirangkum dari diskusi dengan Dwi Irianti Hadiningdyah, Director of Islamic Financing, Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Begitulah gambaran dunia wakaf hari ini. Banyak pengurus harta wakaf yang mengalami kesulitan mengelola objek wakafnya karena beberapa masalah.

Setidaknya ada tiga masalah:
1. Masalah Legalitas
2. Masalah Permodalan
3. Masalah Kapasitas Nadzir

Pertama: Masalah legalitas.

Ada wakif menyerahkan tanah. Berhaktar-hektar. Nadzir menerima begitu saja. Padahal belum bersertifikat.

Untuk mengurus sertifikat butuh biaya yang lumayan. Apalagi kalau luasnya berhektar-hekar. Sedangkan wakif tidak memberikan biaya. Hanya menyerahkan tanah saja.

Ada pula wakif yang menyerahkan tanah berikut sertifikatnya. Tapi masih atas nama wakif. Nadzir menerima begitu saja. Belakangan nadzir puyeng karena butuh biaya ekstra untuk balik nama.

Pentingkah sertifikat tanah atas nama nadzir? Sangat penting. Apalagi kalau nadzirnya berbentuk badan hukum. Tanpa sertifikat atas nama badan hukum tersebut, kelak bakal menjadi persoalan baru.

Sudah banyak contohnya. Googling saja ‘sengketa tanah wakaf’. Pasti ketemu. Misalnya, tanah yang sudah diwakafkan diminta kembali oleh ahli waris. Rupanya wakif keburu meninggal dunia sebelum memberitahu ahli warisnya.

Ada kasus lain. Tanah wakaf yang begitu luas mangkrak bertahun-tahun. Tanah yang semula di pinggir sekarang menjadi di tengah kota. Penduduk yang melihat ada lahan tak berpenghuni merangsek sedikit demi sedikit. Lama-lama lahan itu habis. Penduduk tahu kalau menempati lahan yang bukan miliknya. Bahkan tahu siapa pemiliknya. Juga tahu status tanah itu merupakan lahan wakaf.

Mereka siap pindah. Tapi minta ongkos. Dan ganti rugi bangunan. Uang dari mana?

Padahal, tujuan dasar wakaf adalah menghasilkan manfaat atas objek wakaf tanpa mengurangi nilai objek itu sendiri. Tidak akan terjadi sengketa karena wakaf, bila legalitasnya diselesaikan sejak awal.

(Bersambung)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Bawang goreng telah menjadi icon bisnis kota Palu

Artikel 15 September 2019 - 19:41 WIB

Icon Bisnis

Saya sebut bawang goreng sebagai icon bisnis kota Palu karena semua kawan saya di Palu menjawab itu. Berarti bawang goreng identik dengan kota Palu.

Nota Kesepahamanan (MoU) strategis antara Sinar Mas Land dan Microsoft untuk BSD City akan membangun inisiatif ekosistem digital untuk smart city.

Ekbis 13 September 2019 - 11:06 WIB

Sinar Mas Land Pelopori Konsep Smart City di Indonesia bersama Microsoft

Sinar Mas Land bekerja sama dengan Microsoft dalam mengubah kota mandiri terbesarnya, BSD City menjadi the first integrated smart digital city.

Sinar Mas Land kembangkan BSD Innovation Labs bersama dengan GK Plug and Play Indonesia dan Digitaraya, rekanan Google Developers Launchpad di Indonesia.

Ekbis 12 September 2019 - 13:18 WIB

Startup melalui BSD Innovation Labs

BSD Innovation Labs akan menjadi startup accelerator untuk Property Technology (Proptech) pertama di Indonesia.

Bawang putih

Artikel 11 September 2019 - 23:57 WIB

Swasembada Bawang Putih Bukan Ilusi

pemerintah menargetkan swasembada Bawang Putih dapat dicapai tahun 2019, dimajukan dari target sebelumnya tahun 2033

Dum Truk di penambangan batubara

Ekbis 11 September 2019 - 07:08 WIB

Terendah Sejak 2 Tahun Terakhir, Harga Batubara Acuan Makin Lesu

Harga Batubara Acuan (HBA) September 2019 anjlok sebesar US$65,79/ton. Sempat naik tipis di bulan Agusus sebesar US$ 72,67/ton, HBA September terkoreksi sebesar…

Duniatambang.co.id

Wakaf kolonial di era milenial

Ekbis 11 September 2019 - 06:46 WIB

Wakaf Nangis Getih, Wakaf Kolonial di Era Milenial (2)

Teman saya kecewa berat. Lahan yang diwakafkan kepada ustadz-nya ternyata mangkrak. Tidak tanggung-tanggung: nganggur empat tahun!

Kupielon tawarkan kerjasama bisnis dengan 3 pasti

Ekbis 08 September 2019 - 20:15 WIB

Jurus Antigagal KUPIELON

Tanda-tanda saya akan punya bisnis kopi tampaknya menguat belakangan ini. Terutama setelah bertemu Rani Mayasari, owner coffee shop Kupielon