Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:30 WIB

Paralayang Indonesia meraih medali emas di Vrsac, Serbia

Oleh : Harris VS | Kamis, 19 September 2019 - 18:19 WIB

Pada Kejuaraan Dunia ini, Indonesia berhasil meraih 1 Emas, 1 Perak dan 1 Perunggu di Vrsac, Serbia.
Pada Kejuaraan Dunia ini, Indonesia berhasil meraih 1 Emas, 1 Perak dan 1 Perunggu di Vrsac, Serbia.
Vrsac, Serbia - Tim Nasional Paralayang Indonesia berhasil meraih medali emas pada Kejuaraan Dunia Paralayang nomor Akurasi kategori beregu, yang telah dilaksanakan pada tanggal 08-18 September 2019, di Vrsac, Serbia. Kejuaraan Dunia Paralayang ini diikuti oleh 131 atlit yang berasal dari 28 negara.

Kejuaraan yang berjudul 10th FAI Paragliding Accuracy World Championship 2019, mempertandingkan nomor akurasi, dengan memperebutkan 3 medali emas, yakni perorangan putra, perorangan putri, dan beregu.

Pada Kejuaraan Dunia ini, Indonesia berhasil meraih 1 Emas, 1 Perak dan 1 Perunggu, yang dihasilkan dari peringkat pertama beregu (Indonesia-INA), peringkat kedua perorangan putra (Irvan Winarya-INA), serta peringkat ketiga peroangan putra (Jafro Megawanto-INA). Perolehan akhir untuk peringkat ketiga perorangan putra ini adalah juara kembar, dimana nilai akhir adalah sama dengan Matjaz Sluga (Slovenia).

Untuk Kejuaraan Dunia Serbia ini, Indonesia mengirimkan 6 atlit putra dan 2 atlit putri, yang terdiri dari Irvan Winarya, Jafro Megawanto, Joni Efendi, Yuda Maisa, Purnomo Alaymsyah, Hening Paradigma, Gita Rezky, dan Milawati Sirin, yang didampingi oleh Elzar Sukendro, selaku Team Manager.

“Kejuaraan ini telah menyelesaikan 9 babak dari 12 babak yang direncanakan sebelumnya. Kejuaraan ini tidak bisa dilanjutkan hingga 12 babak, karena kondisi angin yang terlalu kencang serta prakiraan cuaca yang buruk untuk esok harinya, menjadikan pemimpin pertandingan memutuskan untuk menyelesaikan lomba lebih awal 1 hari dari jadwal yang ada”, ujar Elzar Sukendro, selaku team Manager Paralayang untuk Serbia.

Kegiatan ini merupakan Kejuaraan Dunia Paralayang kategori tertinggi (Cat-1), yang dilaksanakan setiap 2 tahun 1 kali, dimana para atlit yang hadir merupakan wakil dari negaranya masing-masing (bukan mewakili individu), dan jumlahnya dibatasi (kuota) per negaranya.

"Salut dan bangga atas hasil capaian teman-teman Paralayang di Serbia, karena Kejuaraan Dunia ini merupakan Kejuaraan Dunia yang paling bergengsi (kategori satu), dimana semua atlit Paralayang terbaik dunia hadir untuk Kejuaraan ini. Pertandingan berlangsung sangat ketat, namun kita berhasil mengumandangkan lagu Indonesia Raya di Serbia”, ujar Wahyu Yudha, selaku Ketua Paralayang Indonesia.

Paralayang Indonesia memang sangat diperhitungkan pada kancah Internasional. Tercatat bahwa Indonesia menduduki peringkat satu dunia pada tahun 2018 lalu (berdasarkan peringkat resmi yang dikeluarkan oleh FAI) dan juga keluar sebagai juara umum pada Asian Games 2018 Cabor Paragliding, dengan memperoleh 2 Emas, 1 Perak, dan 3 Perunggu.

Paralayang Indonesia juga pernah meraih 1 medali emas untuk perorangan Putra pada Kejuaraan Dunia Paralayang tahun 2015, yang dilaksanakan di Gunung Mas, Puncak, Jawa Barat. Hasil dari Serbia ini adalah mengulang keberhasilan Paralayang Indonesia di tahun 2015 lalu.

Keberhasilan tim paralayang Indonesia tidak terlepas dari adanya dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, dan juga Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kanan) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto seusai melakukan pertemuan di kediaman Surya Paloh di Kawasan Permata Hijau, Jakarta, Ahad, 13 Oktober 2019

Politik 14 Oktober 2019 - 07:54 WIB

Paloh Bilang Tak Ada Masalah Jika Gerindra ke Koalisi Jokowi

Jakarta - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengaku tak mempermasalahkan jika Gerindra masuk ke koalisi Jokowi. Hal itu diungkapkannya dalam pertemuannya dengan…

Tempo.co

Suzuki S-Presso tampil menawan dengan pemakaian aksesoris. Sumber: autocarindia.com

Otomotif 14 Oktober 2019 - 07:03 WIB

11 Hari Dipasarkan, Pesanan Suzuki S-Presso Tembus 10 Ribu Unit

Jakarta - Suzuki S-Presso untuk pertama kalinya diluncurkan di India pada 2 Oktober 2019. 11 hari setelah peluncuran, Suzuki India mengklaim pesanan S-Presso tembus…

Tempo.co

Kedai kopi Fa Aman Kuba di Takengon

Ekbis 09 Oktober 2019 - 11:25 WIB

Fa Aman Kuba, Sejarah Kopi Dari Takengon

Aman Kuba sudah eksis sejak tahun 1958. Namun sebelum kemerdekaan, Hasyim sebagai pengusaha kopi sudah mengekspor ke berbagai negara. Sekarang Fa Aman Kuba dijalankan…

Faisal Basri. TEMPO/Jati Mahatmaji

Nasional 01 Oktober 2019 - 10:34 WIB

Dampak Negatif Demo Mahasiswa ke Ekonomi, Faisal Basri: Gak Ada

Jakarta - Ekonom Faisal Basri mengatakan demo mahasiswa maupun pelajar yang belakangan ini terjadi tidak bakal berdampak negatif kepada perekonomian Indonesia.…

Tempo.co

Aristides Katopo

Artikel 01 Oktober 2019 - 09:37 WIB

Tides: Masak You Gak Bisa Dapat, Sih?

+ Masak you gak bisa dapat sih? - Nanti dicarikan + Kan sudah 25 tahun. Pasti sudah di-declassified. Coba you cari Marshal Green, bekas Dubes Amerika yang pernah…

Ibu ibu di Banjarnegara memamerkan hasil karya kain ecoprint

Ekbis 30 September 2019 - 02:04 WIB

Peluang Bisnis Kain Ecoprint

Suksesnya bisnis kain ecoprint adalah suksesnya kaum perempuan. Seluruh usaha dari produksi hingga pemasaran akan ditangani 100 persen perempuan.

Penjual buah Zuriat di Kota Palu, Sulawesi Tengah

Artikel 28 September 2019 - 10:01 WIB

Zuriat, Legenda Buah Penyubur Keturunan

Buah zuriat terkenal sebagai buah obat untuk pasangan suami-istri yang susah memperoleh keturunan. “Di Negara asalnya buah zuriat digunakan sebagai obat untuk…