Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:27 WIB

Fa Aman Kuba, Sejarah Kopi Dari Takengon

Oleh : Joko Intarto | Rabu, 09 Oktober 2019 - 11:25 WIB

Kedai kopi Fa Aman Kuba di Takengon
Kedai kopi Fa Aman Kuba di Takengon
Oleh: Joko Intarto

Takengon adalah kopi. Kopi adalah Gayo. Saya menikmati kopi dan humornya.

Takengon dan kopi Gayo terlalu identik. Kawasan dataran tinggi Gayo di Kabupaten Aceh Tengah itu memang terkenal sebagai pusat kopi terenak sejagat raya. Starbucks pun membeli kopi dari sini.

Dalam urusan bisnis kopi di Takengon inilah muncul pemain hebat: Fa Aman Kuba. Dalam bahasa lokal, “aman” artinya “bapak”. Sedangkan “kuba” adalah nama seorang anak. “Aman Kuba” menjadi nama firma dagang milik ayahnya Kuba.

Pagi ini selepas subuh saya sengaja keluar hotel. Jalan kaki saja. Menyusuri trotoar pada pagi yang dingin dan berkabut itu.

Jalan saja ke arah timur. Mencari warung kopi.

Setelah jalan setengah jam, ketemulah saya dengan sebuah bangunan besar. Ada tulisan besar pada dindingnya: Kilang Kopi Fa Aman Kuba.

Oh... ini dia yang diceritakan Fakri, teman saya di Takengon, semalam. Ternyata tidak jauh-jauh amat dari ARB Coffee Shop yang lokasinya di dalam gang sempit. Tempat saya ngopi semalam.

Kilang kopi Fa Aman Kuba memang besar. Berlokasi di tanah yang membukit. Lebih tinggi dibanding bangunan di sekitarnya.

Beruntung Aman Kuba sudah buka. Tapi belum melayani minum. Hanya melayani penjualan produk kopi saja.

Ada tujuh kopi yang diproduksi. Kopi Arabica kelas 1, kelas 5 dan specialty. Kelas 1 yang standar ekspor. Kelas 5 house blend. Specialty untuk kopi-kopi bercita rasa unik. Ada pea berry alias kopi lanang, long berry dan wine.

Bagi masyarakat Takengon, Aman Kuba dianggap sebagai pengusaha kopi yang sukses. Bahkan dijuluki sebagai pengusaha kopi terkaya di Takengon. Pengusaha kopi kelas dunia.

Aman Kuba sudah eksis sejak tahun 1958. Namun sebelum kemerdekaan, Hasyim sebagai pengusaha kopi sudah mengekspor ke berbagai negara. Sekarang Fa Aman Kuba dijalankan generasi ketiga.

Kantornya ada dua. Selain di Takengon sebagai kantor pusat, ada juga cabangnya di Jogjakarta.

Menjadi orang kaya ternyata ada tidak enaknya. Sering dijadikan ungkapan kejengkelan orang tua pada anaknya. Termasuk Aman Kuba itu.

Bila ada anak yang sukanya minta uang, orang tuanya akan ngedumel begini: “Kamu ini bisanya cuma minta uang saja. Kalau begini terus, Aman Kuba pun tak akan sanggup.”(jto)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kanan) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto seusai melakukan pertemuan di kediaman Surya Paloh di Kawasan Permata Hijau, Jakarta, Ahad, 13 Oktober 2019

Politik 14 Oktober 2019 - 07:54 WIB

Paloh Bilang Tak Ada Masalah Jika Gerindra ke Koalisi Jokowi

Jakarta - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengaku tak mempermasalahkan jika Gerindra masuk ke koalisi Jokowi. Hal itu diungkapkannya dalam pertemuannya dengan…

Tempo.co

Suzuki S-Presso tampil menawan dengan pemakaian aksesoris. Sumber: autocarindia.com

Otomotif 14 Oktober 2019 - 07:03 WIB

11 Hari Dipasarkan, Pesanan Suzuki S-Presso Tembus 10 Ribu Unit

Jakarta - Suzuki S-Presso untuk pertama kalinya diluncurkan di India pada 2 Oktober 2019. 11 hari setelah peluncuran, Suzuki India mengklaim pesanan S-Presso tembus…

Tempo.co

Faisal Basri. TEMPO/Jati Mahatmaji

Nasional 01 Oktober 2019 - 10:34 WIB

Dampak Negatif Demo Mahasiswa ke Ekonomi, Faisal Basri: Gak Ada

Jakarta - Ekonom Faisal Basri mengatakan demo mahasiswa maupun pelajar yang belakangan ini terjadi tidak bakal berdampak negatif kepada perekonomian Indonesia.…

Tempo.co

Aristides Katopo

Artikel 01 Oktober 2019 - 09:37 WIB

Tides: Masak You Gak Bisa Dapat, Sih?

+ Masak you gak bisa dapat sih? - Nanti dicarikan + Kan sudah 25 tahun. Pasti sudah di-declassified. Coba you cari Marshal Green, bekas Dubes Amerika yang pernah…

Ibu ibu di Banjarnegara memamerkan hasil karya kain ecoprint

Ekbis 30 September 2019 - 02:04 WIB

Peluang Bisnis Kain Ecoprint

Suksesnya bisnis kain ecoprint adalah suksesnya kaum perempuan. Seluruh usaha dari produksi hingga pemasaran akan ditangani 100 persen perempuan.

Penjual buah Zuriat di Kota Palu, Sulawesi Tengah

Artikel 28 September 2019 - 10:01 WIB

Zuriat, Legenda Buah Penyubur Keturunan

Buah zuriat terkenal sebagai buah obat untuk pasangan suami-istri yang susah memperoleh keturunan. “Di Negara asalnya buah zuriat digunakan sebagai obat untuk…

Rasulullah

Religi 26 September 2019 - 04:21 WIB

Menghadapi Pengemis

Abu Dawud menarasikan sebuah hadis dari Anas bin Malik yang mengisahkan: Seorang laki-laki Anshar datang mengemis kepada Rasulullah SAW. Lalu, Rasulullah bertanya,…

republika.co.id