Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Selasa, 23 April 2019 - 05:23 WIB

Kemlu Diminta Klarifikasi Soal Penolakan Abdul Somad di Hong Kong

Tempo.co | Minggu, 24 Desember 2017 - 14:42 WIB

Ustadz Abdul Somad. instagram.com
Ustadz Abdul Somad. instagram.com
Pekanbaru - Penceramah kondang asal Pekanbaru, Riau, Ustad Abdul Somad, menceritakan pengalamannya dideportasi Imigrasi Hong Kong begitu tiba di negara itu, Sabtu, 24 Desember 2017. "Saya sampai di Hong Kong pukul 15.00, jam tangan belum saya ubah," ujarnya. Keluar dari pintu pesawat, beberapa orang tidak berseragam langsung menghadang, lalu menariknya bersama dua asistennya, Dayat dan Nawir, secara terpisah.

Petugas Imigrasi Hong Kong lalu memeriksa dosen Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim itu. Somad diminta membuka dompet dan membuka semua kartu di dompetnya. Yang paling lama adalah ketika dia ditanyai soal kartu nama Rabithah Alawiyah (Ikatan Habaib). Dia pun menjelaskannya. “Saya menduga mereka tertelan isu terorisme karena ada logo bintang dan tulisan Arab," katanya.

Petugas Imigrasi juga menanyainya mengenai identitas, pendidikan, pekerjaan, dan keterkaitan dengan partai politik. "Saya jelaskan bahwa saya murni pendidik, intelektual muslim, lengkap dengan latar belakang pendidikan saya," tutur Somad.


Setelah diperiksa lebih-kurang 30 menit, petugas Imigrasi Hong Kong menjelaskan, negara mereka tidak dapat menerima Somad tanpa alasan yang jelas. "Itu saja, tanpa alasan,” ucap dia. Mereka langsung mengantar Somad ke pesawat yang sama untuk keberangkatan pukul 16.00 ke Jakarta.

Somad meminta maaf karena tidak dapat memenuhi undangan para tenaga kerja Indonesia. "Kepada sahabat-sahabat panitia, jangan pernah berhenti menebar kebaikan di jalan dakwah. Mohon maaf tidak terhingga buat sahabat-sahabat pahlawan devisa negara di Hong Kong," katanya

Berita Lainnya

Pengetahuan tentang akhirat (ilustrasi).

Religi 22 April 2019 - 16:18 WIB

Perjalanan Panjang di Akhirat

Salah seorang sahabat utama Nabi Muhammad SAW, Abu Dzar al Ghifari, berpidato di hadapan sekelompok jamaah yang ada di dekat Ka'bah. Beliau memaparkan perjalanan…

republika.co.id

Pemerasan lewat medsos

Opini 22 April 2019 - 09:44 WIB

Kenali Modus Pemerasan Online

Dari chatt di Line ini, Namoni mengajak video call. Ternyata, saat di video call itu, Naomi tiba-tiba menyetel video porno. Naomi lalu mengancam HS. Naomi akan…

Mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto

Politik 22 April 2019 - 08:18 WIB

Bambang Widjojanto Sebut Pemilu 2019 Terburuk Pascareformasi

Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Bambang Widjojanto, menyebut pemilihan umum 2019 terburuk setelah reformasi. "Pemilu kali ini disebut sebagai pemilu…

Viva.co.id

Tampilan banner di situs Jurdil2019.org.

Teknologi 21 April 2019 - 12:15 WIB

Kominfo Blokir Situs Jurdil2019.org

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memutuskan untuk memblokir salah satu situs penghitungan suara Pemilu berbasis urun daya, jurdil2019.org. Berdasarkan…

Kompas.com

Pintu masuk di Halal Park, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat, 19 April 2019. TEMPO | Bram Setiawan

Nasional 21 April 2019 - 11:20 WIB

Akhir Pekan ke Halal Park Senayan, Ada Apa Saja di Sana?

Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan Halal Park yang terletak di Pintu Satu Senayan, Area Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa 16 April 2019.…

Tempo.co

Foto: Instagram @andreastaulany

Hukum 21 April 2019 - 01:28 WIB

Resmi Dipolisikan karena Dianggap Hina Prabowo, Erin Taulany Masih Bungkam

Jakarta - Postingan Erin Taulany yang dinilai menghina Prabowo Subianto makin berbuntut panjang. Istri Andre Taulany itu resmi dipolisikan. Pihak pelapor adalah…

detik.com

Hasil Hitung Cepat Sesuai Ekspektasi, Arus Modal Asing Mengalir Deras

Ekbis 19 April 2019 - 06:50 WIB

Hasil Hitung Cepat Sesuai Ekspektasi, Arus Modal Asing Mengalir Deras

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 25 poin atau 0,4 persen ke 6.507 di akhir perdagangan Kamis (18/4/2019). Sebanyak 206 saham naik, 212…

Kompas.com

Ilustrasi.

Opini 19 April 2019 - 05:22 WIB

Jangan Baper

Publik tiba-tiba heboh. Gara-gara ada tayangan di sebuah stasiun televisi nasional yang memperlihatkan keanehan. Ada tayangan hasil quick count dari sejumlah lembaga…