Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Selasa, 19 Juni 2018 - 01:56 WIB

Dimintai Uang Rp 40 M Prabowo, La Nyalla Mengadu ke Alumni 212

Tempo.co | Kamis, 11 Januari 2018 - 22:34 WIB

Prabowo Subianto dan La Nyalla Mattalitti. Dok. Tempo
Prabowo Subianto dan La Nyalla Mattalitti. Dok. Tempo
Jakarta - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) periode 2012-2016, La Nyalla Mahmud Matalitti mengaku dimintai uang sebesar Rp 40 miliar oleh Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto. Permintaan uang itu, kata dia, terkait pencalonan dirinya sebagai Gubernur Jawa Timur dalam pemilihan kepala daerah.

Atas permintaan uang itu, La Nyalla menuturkan langsung mengadu kepada para ulama alumni unjuk rasa aksi bela Islam 212. “Saya bertanya pada ulama alumni 212, bagaimana hukumnya (minta uang), haram atau tidak,” kata La Nyalla kepada Tempo, Kamis 11 Januari 2018.

Baca: La Nyalla Ungkap Kronologi Permintaan Mahar Rp 40 M oleh Prabowo

La Nyalla tidak menyebutkan siapa saja ulama yang dia temui kala itu. Selain ke ulama 212, La Nyalla juga mengadukan masalah itu pada Ketua Progress 89, Faisal Assegaf. Permintaan mahar itu, menurut La Nyalla, terjadi pada tanggal 9 Desember 2017.


Saat itu Prabowo mengundang La Nyalla ke Hambalang. Ia bertemu dengan Prabowo sekitar jam 3 sore. Saat ditemui, Prabowo ditemani dua ajudannya yaitu Prasetyo dan Sugiarto. Menurut La Nyalla, Prabowo meminta agar uang itu diserahkan sebelum 20 Desember 2017. Kalau tidak, kata La Nyalla, dia tidak direkomendasikan oleh Partai Gerindra sebagai calon gubernur.

La Nyalla berujar sebenarnya dia sudah menyiapkan dana sebesar Rp 300 miliar. Namun dia baru akan menyerahkan uang tersebut setelah resmi didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum Daerah Jawa Timur. Namun Prabowo menolak penawaran La Nyalla. “Dia marah-marah. Marahnya seperti orang kesurupan. Pokoknya seperti bukan Prabowo Subianto-lah,” ujar La Nyalla

Politikus Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria, membantah pernyataan La Nyalla. Menurut Riza, justru Partai Gerindra yang mencari uang untuk para pasangan calon yang diusung.

Berita Lainnya

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso melakukan ramp check di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Rabu (13/6/2018)

Nasional 16 Juni 2018 - 00:46 WIB

Lebaran Tahun Ini Dunia Penerbangan Indonesia Dapat Kado Terindah

Kabar gembira itu datang tepat pada malam takbiran Idul Fitri 1439 Hijriah atau Kamis siang (14/6/2018) waktu Brussel. Secara resmi Uni Eropa telah mengeluarkan…

kompas.com

Salat Id di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (15/6/2018) (Foto: Mochamad Zhacky-detikcom)

Nasional 15 Juni 2018 - 09:42 WIB

Khotbah di Istiqlal, Aa Gym Bicara Soal Orang 'Jatuh' karena Lisan

Abdullah Gymnastiar memberikan khotbah bertema 'Meraih Kemenangan Pribadi Menuju Kemenangan Umat' saat salat Idul Fitri 2018 di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.…

detik.com

Mantan Juru Bicara Presiden RI ke-3 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yahya Staquf, diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Kamis (31/5).

Luar Negeri 12 Juni 2018 - 15:20 WIB

Pengamat UI: Staquf ke Israel Rusak Diplomasi Jokowi

JAKARTA -- Pengamat politik Timur Tengah Abdul Muta'ali menyayangkan pertemuan Yahya Cholil Staquf dengan Yayasan Yahudi di Israel pada Ahad (10/6) waktu setempat.…

Republika.co.id

PT KAI luncurkan kereta sleeper di Stasiun Gambir, Jakarta

Gaya Hidup 12 Juni 2018 - 11:08 WIB

Resmi Diluncurkan KAI, Kereta Mewah Sleeper Terisi Penuh

PT Kereta Api Indonesia meluncurkan secara resmi operasional perdana Kereta Sleeper, di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Juni 2018. Kereta kelas mewah…

viva.co.id

Donald Trump dan Kim Jong-Un sempat menyapa wartawan dari balkon Hotel Capella, Singapura usai mengakhiri pertemuan tatap muka (REUTERS/Jonathan Ernst)

Luar Negeri 12 Juni 2018 - 10:28 WIB

Kata Trump Usai Tatap Muka dengan Kim: Hubungan Luar Biasa

Singapura - Pertemuan tatap muka antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un diakhiri setelah berlangsung 41…

detik.com

Ilustrasi demo/unjuk rasa. Toulousestreet.com

Luar Negeri 12 Juni 2018 - 09:45 WIB

Demo Besar Anti-Cina di Vietnam, Beijing Minta Warganya Waspada

Cina memperingatkan warganya di Vietnam agar waspada menyusul demo besar anti-Cina di negara itu membesar akhir-akhir ini. Dalam beberapa hari terakhir pengunjuk…

tempo.co

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saling berjabat tangan untuk pertama kalinya di Hotel Capella, Singapura, Selasa (12/6/2018). (AFP/Saul Loeb)

Luar Negeri 12 Juni 2018 - 09:11 WIB

Jabat Tangan 10 Detik yang Bersejarah antara Trump dan Kim Jong Un

SINGAPURA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Kim Jong Un bertatap muka di Hotel Capella. Keduanya saling berjabat tangan untuk pertama kalinya…

kompas.com

Priyo Budi Santoso

Politik 12 Juni 2018 - 03:31 WIB

Priyo: akan Ada Bedol Desa ke Partai Berkarya

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Berkarya Priyo Budi Santoso mengatakan, akan ada politikus Partai Golkar lain, yang mengikuti langkah Siti Hediati Hariyadi…

Republika.co.id