Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Kamis, 18 Oktober 2018 - 08:16 WIB

Dimintai Uang Rp 40 M Prabowo, La Nyalla Mengadu ke Alumni 212

Tempo.co | Kamis, 11 Januari 2018 - 22:34 WIB

Prabowo Subianto dan La Nyalla Mattalitti. Dok. Tempo
Prabowo Subianto dan La Nyalla Mattalitti. Dok. Tempo
Jakarta - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) periode 2012-2016, La Nyalla Mahmud Matalitti mengaku dimintai uang sebesar Rp 40 miliar oleh Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto. Permintaan uang itu, kata dia, terkait pencalonan dirinya sebagai Gubernur Jawa Timur dalam pemilihan kepala daerah.

Atas permintaan uang itu, La Nyalla menuturkan langsung mengadu kepada para ulama alumni unjuk rasa aksi bela Islam 212. “Saya bertanya pada ulama alumni 212, bagaimana hukumnya (minta uang), haram atau tidak,” kata La Nyalla kepada Tempo, Kamis 11 Januari 2018.

Baca: La Nyalla Ungkap Kronologi Permintaan Mahar Rp 40 M oleh Prabowo

La Nyalla tidak menyebutkan siapa saja ulama yang dia temui kala itu. Selain ke ulama 212, La Nyalla juga mengadukan masalah itu pada Ketua Progress 89, Faisal Assegaf. Permintaan mahar itu, menurut La Nyalla, terjadi pada tanggal 9 Desember 2017.


Saat itu Prabowo mengundang La Nyalla ke Hambalang. Ia bertemu dengan Prabowo sekitar jam 3 sore. Saat ditemui, Prabowo ditemani dua ajudannya yaitu Prasetyo dan Sugiarto. Menurut La Nyalla, Prabowo meminta agar uang itu diserahkan sebelum 20 Desember 2017. Kalau tidak, kata La Nyalla, dia tidak direkomendasikan oleh Partai Gerindra sebagai calon gubernur.

La Nyalla berujar sebenarnya dia sudah menyiapkan dana sebesar Rp 300 miliar. Namun dia baru akan menyerahkan uang tersebut setelah resmi didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum Daerah Jawa Timur. Namun Prabowo menolak penawaran La Nyalla. “Dia marah-marah. Marahnya seperti orang kesurupan. Pokoknya seperti bukan Prabowo Subianto-lah,” ujar La Nyalla

Politikus Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria, membantah pernyataan La Nyalla. Menurut Riza, justru Partai Gerindra yang mencari uang untuk para pasangan calon yang diusung.

Berita Lainnya

All New Honda Brio world premiere di GIIAS 2018. 2 Agustus 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

Otomotif 18 Oktober 2018 - 06:32 WIB

Dimensi All New Honda Brio Kini Lebih Besar, Ini Penjelasannya

Salah satu ubahan paling mencolok dari All New Honda Brio adalah dimensinya. Bodi didesain lebih bongsor agar mampu menciptakan ruang kabin yang luas. Large Project…

Tempo.co

Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin keluar dari gedung KPK dengan mengenakan rompi tahanan pada Selasa, 16 Oktober 2018

Hukum 18 Oktober 2018 - 06:25 WIB

KPK Duga Bupati Bekasi Disuap untuk Dapatkan IMB Meikarta

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mensinyalir suap kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan sejumlah pejabat dinas Kabupaten Bekasi bertujuan untuk penerbitan…

Tempo.co

Chow Yun Fat

Hiburan 17 Oktober 2018 - 00:14 WIB

Cuma Rp1,5 Juta per Bulan, Ini Hidup Sederhana Aktor Terkaya Hong Kong

Chow Yun Fat, aktor legendaris asal Hong Kong yang punya sejumlah film blockuster rupanya tak mengincar hidup mewah. Chow Yun Fat dikabarkan akan menyumbangkan…

Viva.co.id

Tersangka selaku Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin tiba di kantor KPK, Jakarta

Politik 16 Oktober 2018 - 16:25 WIB

Tersangka Suap Meikarta, Neneng Dipecat dari Tim Kampanye Jokowi-Maruf

Partai Golkar mengambil keputusan kepada kadernya Neneng Hasanah Yasin, Bupati Bekasi nonaktif, menyusul tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Neneng…

Viva.co.id

Petinggi Lippo Group Billy Sindoro ditahan KPK. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

Hukum 16 Oktober 2018 - 16:18 WIB

Bos Lippo Billy Sindoro Ditahan KPK Terkait Suap Meikarta

Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro ditahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (16/10). Billy merupakan tersangka suap terkait izin…

cnnindonesia.com

Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin

Hukum 16 Oktober 2018 - 00:04 WIB

KPK Tetapkan Bupati Bekasi sebagai Tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin sebagai tersangka. Neneng diduga menerima suap terkait proyek perizinan proyek…

Kompas.com

Peluru mengenai tenaga ahli dari anggota DPR, Bambang Heri.

Nasional 15 Oktober 2018 - 17:13 WIB

Gedung DPR Ditembak, Peluru Tembus Jilbab Tenaga Ahli

Dua ruangan anggota DPR ditembak orang tak dikenal, Senin, 15 Oktober 2018. Pertama adalah ruang 1313 milik Bambang Heri dari Fraksi Partai Golkar. Kedua adalah…

Viva.co.id

Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Abdul Manan

Hukum 14 Oktober 2018 - 15:23 WIB

IndonesiaLeaks Tantang Pihak yang Sebut Skandal Buku Merah Hoax

Inisiator IndonesiaLeaks menegaskan, laporan tentang 'buku merah' yang mengungkap dugaan suap kepada Kapolri Tito Karnavian, bukanlah berita bohong atau hoax seperti…

Viva.co.id