Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Senin, 27 Mei 2019 - 10:19 WIB

Sarankan Hanura Tak Pertahankan Oso, Ini Alasan Refly Harun

Tempo.co | Kamis, 18 Januari 2018 - 06:36 WIB

Refly Harun dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Komplek Parlemen, Jakarta.
Refly Harun dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Komplek Parlemen, Jakarta.
Jakarta - Pakar hukum tata negara, Refly Harun, berpendapat sebaiknya Partai Hanura tidak mempertahankan Oesman Sapta Odang alias OSO sebagai ketua umum partai. Sebabnya, dia menilai saat ini masyarakat menaruh persepsi negatif terhadap Ketua Dewan Perwakilan Daerah itu.

"Dalam konflik Hanura sebaiknya munculkan orang yang loyal tapi perspektifnya baik," ujarnya kepada Tempo, Kamis, 18 Januari 2018.

Salah satu kasus yang menyebabkan Oesman dipandang negatif oleh masyarakat adalah ketika dia dinilai merebut kursi Ketua DPD beberapa waktu lalu. "Padahal Mahkamah Agung menyebutkan masa jabatan itu mengikuti masa jabatan DPD, kan gitu."

Selain itu, tindakan Oesman yang juga memunculkan persepsi buruk adalah saat ia memobilisasi anggota DPD untuk bergabung dengan partainya. Padahal, DPD, kata Refly, sejatinya diperuntukan untuk orang-orang non-parpol. "Malah jadi proksi Hanura," ujarnya. "Bisa merusak sistem ketatanegaraan."

Kata Refly, persepsi buruk itu nantinya bisa merugikan Hanura pada tahun politik 2018 hingga 2019 nantinya. "Intinya politik kan matter of perception," kata dia. Sehingga, apabila Oesman dipertahankan, akan sulit nantinya memangun partai yang besar dan solid.

Dalam menghadapi tahun politik ini, Refly mengatakan partai butuh energi yang besar. Memang, kata dia, selama ini Oesman dipandang sebagai orang yang kaya raya dan royal. Kendati demikian, dia merasa hal tersebut tidak bisa menyelamatkan partai Hanura dalam pemilu-pemilu mendatang.

"Dalam pemilu enggak bisa, enggak mungkin membayar masyarakat. Enggak ada orang yang kuat membayar masyarakat," ujarnya. Dia mengatakan satu-satunya langkah yang mesti ditempuh partai berwarna oranye itu adalah pemimpin yang baik dalam hal persepsi, kerja, dan kerja kolektif.

Sekretaris Partai Hati Nurani Rakyat Sarifuddin Sudding menyatakan musyawarah nasional luar biasa partainya mesti dilakukan. Dia berujar munaslub itu adalah kehendak arus bawah Partai Hanura.

"Kami tidak bisa lagi membendung keinginan kawan-kawan yang besar dalam melakukan munaslub," ujar Sudding di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Rabu, 17 Januari 2018.

Munaslub itu akan digelar pagi ini, Kamis, 18 Januari 2018 di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura, Jalan Raya Mabes Hankam nomor 69, Cilangkap, Jakarta Timur.

Berita Lainnya

Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menunjukkan buku berjudul Jokowi People Power saat jeda pemeriksaan untuk salat Jumat, di Polda Metro Jaya untuk memenuhi panggilan, Jakarta, 24 Mei 2019. ANTARA

Nasional 25 Mei 2019 - 00:25 WIB

Diperiksa 10 Jam, Amien Rais Jelaskan Maksud People Power

Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais diperiksa selama sekitar 10 jam sebagai saksi dalam kasus dugaan makar dengan tersangka…

Tempo.co

Perawatan lapangan pesawat terbang yang dikelola oleh Asia Aero Technology

Ekbis 24 Mei 2019 - 06:55 WIB

Dari Tukang Rumput Jadi Pengelola Bandara

Banyak yang punya helikopter dan pesawat terbang pribadi. Tapi hanya satu yang punya bandaranya.

Pendiri Yayasan Pesantren Adz-Dzikra, KH Muhammad Arifin Ilham. (Screenshot via instagram @alvin_411)

Nasional 23 Mei 2019 - 00:17 WIB

Arifin Ilham Meninggal Dunia di Malaysia

Pendiri Yayasan Pesantren Az-Zikra KH Muhammad Arifin Ilham alias Ustaz Arifin Ilham meninggal karena penyakit kanker getah bening yang diidapnya. Dia tutup usia…

cnnindonesia.com

 Taksi listrik yang beroperasi di Jakarta

Opini 22 Mei 2019 - 08:50 WIB

SKOR 1 – 0

Kali ini saya menang 1 – 0. Melawan Pak Dahlan Iskan. Dalam soal cepet-cepetan punya pengalaman naik taksi listrik di Jakarta.

Prabowo Gugat Hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi Calon presiden Prabowo Subianto berencana mengajukan gugatan sengketa pemilu ke Mahkamah Konstitusi. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Nasional 21 Mei 2019 - 12:59 WIB

Prabowo Gugat Hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi

Home Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Hiburan Gaya Hidup Infografis Foto Video Fokus Kolom Terpopuler Indeks BREAKING NEWS: Pidato Jokowi Usai…

cnnindonesia.com

Jokowi-Ma'ruf Amin (Rengga Sancaya/detikcom)

Nasional 21 Mei 2019 - 03:51 WIB

KPU Tetapkan Jokowi-Ma'ruf Pemenang Pilpres 2019

Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menuntaskan rekapitulasi nasional hasil Pilpres 2019. Pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin ditetapkan menjadi pemenang…

detik.com

Empat muazin mengumandangkan azan di Masjid Kesultanan Ternate

Religi 18 Mei 2019 - 09:11 WIB

Uniknya Masjid Kesultanan Ternate, 4 Muazin Kumandangkan Azan

Masjid Kesultanan Ternate atau Sigi Lamo merupakan warisan harta kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia. Selain menjadi saksi bisu sejarah perkembangan…

Viva.co.id

Petugas KPPS meninggal dunia.

Nasional 17 Mei 2019 - 20:57 WIB

Komnas HAM Mulai Investigasi Kematian Petugas KPPS

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM melakukan investigasi terkait dengan penyelenggaraan Pemilihan Umum di wilayah Provinsi Banten, khususnya di Tangerang.…

Viva.co.id