Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Rabu, 17 Juli 2019 - 21:43 WIB

Sarankan Hanura Tak Pertahankan Oso, Ini Alasan Refly Harun

Tempo.co | Kamis, 18 Januari 2018 - 06:36 WIB

Refly Harun dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Komplek Parlemen, Jakarta.
Refly Harun dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Komplek Parlemen, Jakarta.
Jakarta - Pakar hukum tata negara, Refly Harun, berpendapat sebaiknya Partai Hanura tidak mempertahankan Oesman Sapta Odang alias OSO sebagai ketua umum partai. Sebabnya, dia menilai saat ini masyarakat menaruh persepsi negatif terhadap Ketua Dewan Perwakilan Daerah itu.

"Dalam konflik Hanura sebaiknya munculkan orang yang loyal tapi perspektifnya baik," ujarnya kepada Tempo, Kamis, 18 Januari 2018.

Salah satu kasus yang menyebabkan Oesman dipandang negatif oleh masyarakat adalah ketika dia dinilai merebut kursi Ketua DPD beberapa waktu lalu. "Padahal Mahkamah Agung menyebutkan masa jabatan itu mengikuti masa jabatan DPD, kan gitu."

Selain itu, tindakan Oesman yang juga memunculkan persepsi buruk adalah saat ia memobilisasi anggota DPD untuk bergabung dengan partainya. Padahal, DPD, kata Refly, sejatinya diperuntukan untuk orang-orang non-parpol. "Malah jadi proksi Hanura," ujarnya. "Bisa merusak sistem ketatanegaraan."

Kata Refly, persepsi buruk itu nantinya bisa merugikan Hanura pada tahun politik 2018 hingga 2019 nantinya. "Intinya politik kan matter of perception," kata dia. Sehingga, apabila Oesman dipertahankan, akan sulit nantinya memangun partai yang besar dan solid.

Dalam menghadapi tahun politik ini, Refly mengatakan partai butuh energi yang besar. Memang, kata dia, selama ini Oesman dipandang sebagai orang yang kaya raya dan royal. Kendati demikian, dia merasa hal tersebut tidak bisa menyelamatkan partai Hanura dalam pemilu-pemilu mendatang.

"Dalam pemilu enggak bisa, enggak mungkin membayar masyarakat. Enggak ada orang yang kuat membayar masyarakat," ujarnya. Dia mengatakan satu-satunya langkah yang mesti ditempuh partai berwarna oranye itu adalah pemimpin yang baik dalam hal persepsi, kerja, dan kerja kolektif.

Sekretaris Partai Hati Nurani Rakyat Sarifuddin Sudding menyatakan musyawarah nasional luar biasa partainya mesti dilakukan. Dia berujar munaslub itu adalah kehendak arus bawah Partai Hanura.

"Kami tidak bisa lagi membendung keinginan kawan-kawan yang besar dalam melakukan munaslub," ujar Sudding di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Rabu, 17 Januari 2018.

Munaslub itu akan digelar pagi ini, Kamis, 18 Januari 2018 di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura, Jalan Raya Mabes Hankam nomor 69, Cilangkap, Jakarta Timur.

Berita Lainnya

Pertemuan Jokowi-Prabowo di kereta MRT.

Nasional 13 Juli 2019 - 11:40 WIB

Jokowi Ungkap Alasan Bertemu Prabowo di Kereta MRT

Lokasi pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak disangka-sangka. Keduanya ternyata memilih bertemu di dalam…

Viva.co.id

Presiden Joko Widodo bertemu calon presiden, Prabowo Subianto di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (13/7/2019).

Nasional 13 Juli 2019 - 11:21 WIB

Momen Jokowi-Prabowo Berpelukan, Akhiri Era "Cebong" dan "Kampret"

Presiden Joko Widodo akhirnya kembali bertemu dengan mantan rival dua kalinya dalam ajang pemilihan presiden, Prabowo Subianto di Stadion MRT Lebak Bulus, Sabtu…

Kompas.com

Jokowi bertemu dengan Prabowo. (Andhika/detikcom)

Nasional 13 Juli 2019 - 10:15 WIB

Akhirnya! Jokowi dan Prabowo Bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akhirnya bertemu hari ini. Mereka bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus. Prabowo sebelumnya…

detik.com

Bendera Gerindra

Opini 04 Juli 2019 - 15:12 WIB

Gerindra Mau Jadi Oposisi atau “Oplosan”

Gerindra harus menjadi oposisi jika ingin suaranya tetap besar. Artinya , oposisi merupakan pilihan terbaik bagi Gerindra ketimbang menjadi “oplosan”

Salah satu sudut Pesantrean Zamzam Assyifa yang menempati bangunan apartemen, di Margonda Depok.

Religi 04 Juli 2019 - 05:26 WIB

Pesantren Di Apartemen

Sejauh yang saya tahu, ini pesantren pertama di Indonesia yang menempati kompleks apartemen. Menempati 15 lantai dari satu tower apartemen tersebut.

Fatma Bahalwan

Ekbis 25 Juni 2019 - 20:56 WIB

Natural Cooking Class ala Fatma Bahalwan

Dari kegiatan memasak itu, Fatma kini menulis banyak buku best seller di bidang kuliner

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA

Ekbis 25 Juni 2019 - 00:45 WIB

AirAsia Pindah ke Bandara Kertajati pada 30 Juni, Lion Mulai 1 Juli

Maskapai AirAsia dan Lion Air akan memindahkan penerbangan rute domestiknya dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB)…

katadata.co.id

Deddy Corbuzier

Religi 24 Juni 2019 - 00:52 WIB

Usai Jadi Mualaf, Deddy Corbuzier Diminta Doakan Banyak Orang

Deddy Corbuzier begitu terkejut atas dukungan orang-orang usai dirinya menjadi mualaf. Ia pun mengucapkan terima kasih banyak atas respons positif dari masyarakat.…

detik.com