Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Kamis, 18 Oktober 2018 - 07:41 WIB

Sarankan Hanura Tak Pertahankan Oso, Ini Alasan Refly Harun

Tempo.co | Kamis, 18 Januari 2018 - 06:36 WIB

Refly Harun dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Komplek Parlemen, Jakarta.
Refly Harun dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Komplek Parlemen, Jakarta.
Jakarta - Pakar hukum tata negara, Refly Harun, berpendapat sebaiknya Partai Hanura tidak mempertahankan Oesman Sapta Odang alias OSO sebagai ketua umum partai. Sebabnya, dia menilai saat ini masyarakat menaruh persepsi negatif terhadap Ketua Dewan Perwakilan Daerah itu.

"Dalam konflik Hanura sebaiknya munculkan orang yang loyal tapi perspektifnya baik," ujarnya kepada Tempo, Kamis, 18 Januari 2018.

Salah satu kasus yang menyebabkan Oesman dipandang negatif oleh masyarakat adalah ketika dia dinilai merebut kursi Ketua DPD beberapa waktu lalu. "Padahal Mahkamah Agung menyebutkan masa jabatan itu mengikuti masa jabatan DPD, kan gitu."

Selain itu, tindakan Oesman yang juga memunculkan persepsi buruk adalah saat ia memobilisasi anggota DPD untuk bergabung dengan partainya. Padahal, DPD, kata Refly, sejatinya diperuntukan untuk orang-orang non-parpol. "Malah jadi proksi Hanura," ujarnya. "Bisa merusak sistem ketatanegaraan."

Kata Refly, persepsi buruk itu nantinya bisa merugikan Hanura pada tahun politik 2018 hingga 2019 nantinya. "Intinya politik kan matter of perception," kata dia. Sehingga, apabila Oesman dipertahankan, akan sulit nantinya memangun partai yang besar dan solid.

Dalam menghadapi tahun politik ini, Refly mengatakan partai butuh energi yang besar. Memang, kata dia, selama ini Oesman dipandang sebagai orang yang kaya raya dan royal. Kendati demikian, dia merasa hal tersebut tidak bisa menyelamatkan partai Hanura dalam pemilu-pemilu mendatang.

"Dalam pemilu enggak bisa, enggak mungkin membayar masyarakat. Enggak ada orang yang kuat membayar masyarakat," ujarnya. Dia mengatakan satu-satunya langkah yang mesti ditempuh partai berwarna oranye itu adalah pemimpin yang baik dalam hal persepsi, kerja, dan kerja kolektif.

Sekretaris Partai Hati Nurani Rakyat Sarifuddin Sudding menyatakan musyawarah nasional luar biasa partainya mesti dilakukan. Dia berujar munaslub itu adalah kehendak arus bawah Partai Hanura.

"Kami tidak bisa lagi membendung keinginan kawan-kawan yang besar dalam melakukan munaslub," ujar Sudding di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Rabu, 17 Januari 2018.

Munaslub itu akan digelar pagi ini, Kamis, 18 Januari 2018 di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura, Jalan Raya Mabes Hankam nomor 69, Cilangkap, Jakarta Timur.

Berita Lainnya

All New Honda Brio world premiere di GIIAS 2018. 2 Agustus 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

Otomotif 18 Oktober 2018 - 06:32 WIB

Dimensi All New Honda Brio Kini Lebih Besar, Ini Penjelasannya

Salah satu ubahan paling mencolok dari All New Honda Brio adalah dimensinya. Bodi didesain lebih bongsor agar mampu menciptakan ruang kabin yang luas. Large Project…

Tempo.co

Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin keluar dari gedung KPK dengan mengenakan rompi tahanan pada Selasa, 16 Oktober 2018

Hukum 18 Oktober 2018 - 06:25 WIB

KPK Duga Bupati Bekasi Disuap untuk Dapatkan IMB Meikarta

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mensinyalir suap kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan sejumlah pejabat dinas Kabupaten Bekasi bertujuan untuk penerbitan…

Tempo.co

Chow Yun Fat

Hiburan 17 Oktober 2018 - 00:14 WIB

Cuma Rp1,5 Juta per Bulan, Ini Hidup Sederhana Aktor Terkaya Hong Kong

Chow Yun Fat, aktor legendaris asal Hong Kong yang punya sejumlah film blockuster rupanya tak mengincar hidup mewah. Chow Yun Fat dikabarkan akan menyumbangkan…

Viva.co.id

Tersangka selaku Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin tiba di kantor KPK, Jakarta

Politik 16 Oktober 2018 - 16:25 WIB

Tersangka Suap Meikarta, Neneng Dipecat dari Tim Kampanye Jokowi-Maruf

Partai Golkar mengambil keputusan kepada kadernya Neneng Hasanah Yasin, Bupati Bekasi nonaktif, menyusul tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Neneng…

Viva.co.id

Petinggi Lippo Group Billy Sindoro ditahan KPK. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

Hukum 16 Oktober 2018 - 16:18 WIB

Bos Lippo Billy Sindoro Ditahan KPK Terkait Suap Meikarta

Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro ditahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (16/10). Billy merupakan tersangka suap terkait izin…

cnnindonesia.com

Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin

Hukum 16 Oktober 2018 - 00:04 WIB

KPK Tetapkan Bupati Bekasi sebagai Tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin sebagai tersangka. Neneng diduga menerima suap terkait proyek perizinan proyek…

Kompas.com

Peluru mengenai tenaga ahli dari anggota DPR, Bambang Heri.

Nasional 15 Oktober 2018 - 17:13 WIB

Gedung DPR Ditembak, Peluru Tembus Jilbab Tenaga Ahli

Dua ruangan anggota DPR ditembak orang tak dikenal, Senin, 15 Oktober 2018. Pertama adalah ruang 1313 milik Bambang Heri dari Fraksi Partai Golkar. Kedua adalah…

Viva.co.id

Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Abdul Manan

Hukum 14 Oktober 2018 - 15:23 WIB

IndonesiaLeaks Tantang Pihak yang Sebut Skandal Buku Merah Hoax

Inisiator IndonesiaLeaks menegaskan, laporan tentang 'buku merah' yang mengungkap dugaan suap kepada Kapolri Tito Karnavian, bukanlah berita bohong atau hoax seperti…

Viva.co.id