Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Senin, 20 Agustus 2018 - 21:23 WIB

Sarankan Hanura Tak Pertahankan Oso, Ini Alasan Refly Harun

Tempo.co | Kamis, 18 Januari 2018 - 06:36 WIB

Refly Harun dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Komplek Parlemen, Jakarta.
Refly Harun dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Komplek Parlemen, Jakarta.
Jakarta - Pakar hukum tata negara, Refly Harun, berpendapat sebaiknya Partai Hanura tidak mempertahankan Oesman Sapta Odang alias OSO sebagai ketua umum partai. Sebabnya, dia menilai saat ini masyarakat menaruh persepsi negatif terhadap Ketua Dewan Perwakilan Daerah itu.

"Dalam konflik Hanura sebaiknya munculkan orang yang loyal tapi perspektifnya baik," ujarnya kepada Tempo, Kamis, 18 Januari 2018.

Salah satu kasus yang menyebabkan Oesman dipandang negatif oleh masyarakat adalah ketika dia dinilai merebut kursi Ketua DPD beberapa waktu lalu. "Padahal Mahkamah Agung menyebutkan masa jabatan itu mengikuti masa jabatan DPD, kan gitu."

Selain itu, tindakan Oesman yang juga memunculkan persepsi buruk adalah saat ia memobilisasi anggota DPD untuk bergabung dengan partainya. Padahal, DPD, kata Refly, sejatinya diperuntukan untuk orang-orang non-parpol. "Malah jadi proksi Hanura," ujarnya. "Bisa merusak sistem ketatanegaraan."

Kata Refly, persepsi buruk itu nantinya bisa merugikan Hanura pada tahun politik 2018 hingga 2019 nantinya. "Intinya politik kan matter of perception," kata dia. Sehingga, apabila Oesman dipertahankan, akan sulit nantinya memangun partai yang besar dan solid.

Dalam menghadapi tahun politik ini, Refly mengatakan partai butuh energi yang besar. Memang, kata dia, selama ini Oesman dipandang sebagai orang yang kaya raya dan royal. Kendati demikian, dia merasa hal tersebut tidak bisa menyelamatkan partai Hanura dalam pemilu-pemilu mendatang.

"Dalam pemilu enggak bisa, enggak mungkin membayar masyarakat. Enggak ada orang yang kuat membayar masyarakat," ujarnya. Dia mengatakan satu-satunya langkah yang mesti ditempuh partai berwarna oranye itu adalah pemimpin yang baik dalam hal persepsi, kerja, dan kerja kolektif.

Sekretaris Partai Hati Nurani Rakyat Sarifuddin Sudding menyatakan musyawarah nasional luar biasa partainya mesti dilakukan. Dia berujar munaslub itu adalah kehendak arus bawah Partai Hanura.

"Kami tidak bisa lagi membendung keinginan kawan-kawan yang besar dalam melakukan munaslub," ujar Sudding di Hotel Sultan, Jakarta Selatan, Rabu, 17 Januari 2018.

Munaslub itu akan digelar pagi ini, Kamis, 18 Januari 2018 di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura, Jalan Raya Mabes Hankam nomor 69, Cilangkap, Jakarta Timur.

Berita Lainnya

Koreografer Pembukaan Asian Games 2018, Eko Supriyanto. Tempo/ Mitra Tarigan

Nasional 19 Agustus 2018 - 00:08 WIB

Cerita Eko Supriyanto Terpilih Jadi Koreografer Tari Asian Games

Siapakah di balik penampilan spektakuler ribuan penari di acara pembukaan Asian Games 2018, Sabtu, 18/8? Ada ribuan penari tampil dan mereka diarahkan oleh dua…

Tempo.co

Presiden Joko Widodo mengendarai sepeda motor pada Upacara Pembukaan Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (18/8). (INASGOC/Dhoni Setiawan)

Nasional 18 Agustus 2018 - 21:01 WIB

Riuh Netizen Samakan Jokowi Naik Motor dengan Tom Cruise

Malam ini Gelora Bung karno (GBK) terbakar semangat pembukaan pesta olahraga se Asia, Asian Games 2018. Rangkaian acara dibuka oleh video perjalanan presiden Joko…

Cnnindonesia.com

Kemeriahan Pembukaan Asian Games 2018 (Foto: Dikhy Sasra/detikcom)

Nasional 18 Agustus 2018 - 20:35 WIB

Pembukaan Asian Games 2018: Meraih Bintang Bikin GBK Bergoyang

Via Vallen menjadi penampil pertama di pembukaan Asian Games 2018. Lantunan lagu Via Vallen bikin penonton, atlet, dan Presiden Jokowi kompak bergoyang. Lagu Meraih…

detik.com

Yohanes Marcal (13) alias Joni, bersam kedua orang tuanya, saat bersama Komandan Korem 161 Wira Sakti Kupang Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, di Bandara El Tari Kupang, Sabtu (18/8/2018)

Nasional 18 Agustus 2018 - 16:47 WIB

Panglima TNI akan Beri Prioritas kepada Yohanes Si Pemanjat Tiang Bendera

Aksi heroik dari Yohanes Gama Marchal Lau (13), yang memanjat tiang bendera pada saat upacara HUT RI ke-73 di Pantai Motaain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur,…

Kompas.com

Nadiem Makarim. Foto: Bagus Prihantoro Nugroho

Ekbis 18 Agustus 2018 - 10:30 WIB

Nadiem Buka-bukaan Soal Untung Go-Jek

Setelah sukses menyandang status sebagai startup unicorn (bernilai USD 1 miliar) pertama di Indonesia, kini Go-Jek bersiap untuk membukukan catatan emas lainnya.…

detik.com

Penampilan Via Vallen dalam konser 50 hari menuju Asian Games Indonesia- Palembang di Jakarta, Sabtu (30/6).

Hiburan 18 Agustus 2018 - 07:40 WIB

"Meraih Bintang" Dinyanyikan Berbeda dalam Lima Bahasa Asing

Sejak pertama kali muncul di kanal Youtube pada 30 Juni 2018, lagu tema Asian Games 2018 "Meraih Bintang" telah menyedot perhatian masyarakat Indonesia. Hingga…

republika.co.id

Video yang memperlihatkan aksi Yohanes saat memanjat tiang demi kelancaran upacara kemerdekaan di perbatasan RI-Timor Leste. Video itu viral di media sosial.

Nasional 18 Agustus 2018 - 07:35 WIB

Aksi Siswa SMP Pemanjat Tiang Bendera di Belu Dilakukan Spontan

Aksi Yohanes Ande Kala Marcal (13) alias Joni yang memanjat tiang bendera untuk memperbaiki tali bendera yang tersangkut saat upacara peringatan HUT ke-73 RI di…

Kompas.com

Yohanes Andigala alias Joni. (dok. Ika Silalahi)

Nasional 18 Agustus 2018 - 00:40 WIB

PLN Beri Joni Pemanjat Tiang Bendera Beasiswa Hingga Sarjana

- PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) bakal memberikan bantuan beasiswa hingga jenjang pendidikan tinggi kepada Yohanes Andigala alias Joni, Siswa SMP di Kabupaten…

Cnnindonesia.com