Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:27 WIB

Fraksi PPP: Delapan Fraksi DPR Setuju LGBT Dipidana

Republika.co.id | Minggu, 21 Januari 2018 - 06:36 WIB

Anggota Komisi III DPR dari fraksi PPP, Asrul Sani.
Anggota Komisi III DPR dari fraksi PPP, Asrul Sani.
JAKARTA -- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meminta fraksi-fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, tak menjadikan isu Lesbian Gay Biseksual dan Transjender (LGBT) cuma sebagai komoditas politik pencitraan. Karena itu, Sekjen PPP Arsul Sani menegaskan, agar anggota-anggota partai, terutama yang berbasis massa Islam, bekerja konkrit di ruang Parlemen menolak pernikahan sesama jenis dan legalisasi LGBT.

"Mari isu LGBT jangan cuma jadi jualan atau pencitraan politik saja," kata Arsul kepada Republika.co.id, pada Sabtu (20/1).

Pernyataan Arsul tersebut, menanggapi ungkapan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan yang menceritakan situasi politik di DPR terkini. Terutama terkait pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) menyangkut LGBT.

Zulkifli saat singgah di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jawa Timur (Jatim), pada Sabtu (20/1) mengungkapkan, saat ini di DPR sedang membahas rancangan beleid tentang LGBT dan kawin sejenis. Dari pembahasan tersebut, kata Zulkifli, yang juga Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI tersebut, lima dari 10 fraksi setuju dengan melegalkan LGBT dan kawin sejenis.

Prostitusi anak korban gay. Ilustrasi
Namun, Arsul yang juga anggota DPR dari Komisi III tersebut membantah ungkapan Zulkifli. Arsul malah mempertanyakan konsistensi Fraksi PAN di DPR yang tak ikut membahas tentang RUU LGBT dan kawin sejenis. Kata dia, fraksi-fraksi di DPR pada Senin-Kamis (15-18/1) memang membahas LGBT dan kawin sejenis dalam tim panitia kerja (Panja) Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (R-KUHP) di Komisi III bidang hukum.

Dalam pembahasan tersebut, dari 10 fraksi yang hadir cuma delapan. Delapan fraksi tersebut, kata Arsul yakni, PPP, Nasdem dan Golkar, serta PKS. PKB dan PDI Perjuangan, dan Demokrat, Gerindra juga hadir. Semua (fraksi) yang hadir setuju LGBT adalah perbuatan pidana, terang Arsul. Alasannya, kata dia, fraksi yang datang, sepakat mendefenisikan LGBT sebagai perbuatan pidana.

Arsul melanjutkan, justeru PAN dan Hanura yang tak hadir dalam pembahasan LGBT tersebut. Alhasil, kata dia, delapan fraksi sampai hari ini tak tahu sikap politik partai tersebut terkait pembahasan LGBT, pun juga kawin sejenis. "Supaya jelas (fraksi) mana yang hanya kerja di media dan yang kerja konkrit dalam hal merumuskan UU LGBT menjadi perbuatan cabul dan dapat dipidana," kata Arsul.

Arsul menjelaskan tentang pembahasan di Panja R-KUHP tersebut. Kata dia, pembahasan LGBT ada dalam R-KUHP Buku II yang berisi pasal-pasal tindak pidana. Dalam pembahasan fraksi yang hadir sepakat menggolongkan LGBT sebagai perbuatan cabul.

Berita Lainnya

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kanan) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto seusai melakukan pertemuan di kediaman Surya Paloh di Kawasan Permata Hijau, Jakarta, Ahad, 13 Oktober 2019

Politik 14 Oktober 2019 - 07:54 WIB

Paloh Bilang Tak Ada Masalah Jika Gerindra ke Koalisi Jokowi

Jakarta - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengaku tak mempermasalahkan jika Gerindra masuk ke koalisi Jokowi. Hal itu diungkapkannya dalam pertemuannya dengan…

Tempo.co

Suzuki S-Presso tampil menawan dengan pemakaian aksesoris. Sumber: autocarindia.com

Otomotif 14 Oktober 2019 - 07:03 WIB

11 Hari Dipasarkan, Pesanan Suzuki S-Presso Tembus 10 Ribu Unit

Jakarta - Suzuki S-Presso untuk pertama kalinya diluncurkan di India pada 2 Oktober 2019. 11 hari setelah peluncuran, Suzuki India mengklaim pesanan S-Presso tembus…

Tempo.co

Kedai kopi Fa Aman Kuba di Takengon

Ekbis 09 Oktober 2019 - 11:25 WIB

Fa Aman Kuba, Sejarah Kopi Dari Takengon

Aman Kuba sudah eksis sejak tahun 1958. Namun sebelum kemerdekaan, Hasyim sebagai pengusaha kopi sudah mengekspor ke berbagai negara. Sekarang Fa Aman Kuba dijalankan…

Faisal Basri. TEMPO/Jati Mahatmaji

Nasional 01 Oktober 2019 - 10:34 WIB

Dampak Negatif Demo Mahasiswa ke Ekonomi, Faisal Basri: Gak Ada

Jakarta - Ekonom Faisal Basri mengatakan demo mahasiswa maupun pelajar yang belakangan ini terjadi tidak bakal berdampak negatif kepada perekonomian Indonesia.…

Tempo.co

Aristides Katopo

Artikel 01 Oktober 2019 - 09:37 WIB

Tides: Masak You Gak Bisa Dapat, Sih?

+ Masak you gak bisa dapat sih? - Nanti dicarikan + Kan sudah 25 tahun. Pasti sudah di-declassified. Coba you cari Marshal Green, bekas Dubes Amerika yang pernah…

Ibu ibu di Banjarnegara memamerkan hasil karya kain ecoprint

Ekbis 30 September 2019 - 02:04 WIB

Peluang Bisnis Kain Ecoprint

Suksesnya bisnis kain ecoprint adalah suksesnya kaum perempuan. Seluruh usaha dari produksi hingga pemasaran akan ditangani 100 persen perempuan.

Penjual buah Zuriat di Kota Palu, Sulawesi Tengah

Artikel 28 September 2019 - 10:01 WIB

Zuriat, Legenda Buah Penyubur Keturunan

Buah zuriat terkenal sebagai buah obat untuk pasangan suami-istri yang susah memperoleh keturunan. “Di Negara asalnya buah zuriat digunakan sebagai obat untuk…

Rasulullah

Religi 26 September 2019 - 04:21 WIB

Menghadapi Pengemis

Abu Dawud menarasikan sebuah hadis dari Anas bin Malik yang mengisahkan: Seorang laki-laki Anshar datang mengemis kepada Rasulullah SAW. Lalu, Rasulullah bertanya,…

republika.co.id