Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Kamis, 14 November 2019 - 18:31 WIB

Fraksi PPP: Delapan Fraksi DPR Setuju LGBT Dipidana

Republika.co.id | Minggu, 21 Januari 2018 - 06:36 WIB

Anggota Komisi III DPR dari fraksi PPP, Asrul Sani.
Anggota Komisi III DPR dari fraksi PPP, Asrul Sani.
JAKARTA -- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meminta fraksi-fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, tak menjadikan isu Lesbian Gay Biseksual dan Transjender (LGBT) cuma sebagai komoditas politik pencitraan. Karena itu, Sekjen PPP Arsul Sani menegaskan, agar anggota-anggota partai, terutama yang berbasis massa Islam, bekerja konkrit di ruang Parlemen menolak pernikahan sesama jenis dan legalisasi LGBT.

"Mari isu LGBT jangan cuma jadi jualan atau pencitraan politik saja," kata Arsul kepada Republika.co.id, pada Sabtu (20/1).

Pernyataan Arsul tersebut, menanggapi ungkapan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan yang menceritakan situasi politik di DPR terkini. Terutama terkait pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) menyangkut LGBT.

Zulkifli saat singgah di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jawa Timur (Jatim), pada Sabtu (20/1) mengungkapkan, saat ini di DPR sedang membahas rancangan beleid tentang LGBT dan kawin sejenis. Dari pembahasan tersebut, kata Zulkifli, yang juga Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI tersebut, lima dari 10 fraksi setuju dengan melegalkan LGBT dan kawin sejenis.

Prostitusi anak korban gay. Ilustrasi
Namun, Arsul yang juga anggota DPR dari Komisi III tersebut membantah ungkapan Zulkifli. Arsul malah mempertanyakan konsistensi Fraksi PAN di DPR yang tak ikut membahas tentang RUU LGBT dan kawin sejenis. Kata dia, fraksi-fraksi di DPR pada Senin-Kamis (15-18/1) memang membahas LGBT dan kawin sejenis dalam tim panitia kerja (Panja) Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (R-KUHP) di Komisi III bidang hukum.

Dalam pembahasan tersebut, dari 10 fraksi yang hadir cuma delapan. Delapan fraksi tersebut, kata Arsul yakni, PPP, Nasdem dan Golkar, serta PKS. PKB dan PDI Perjuangan, dan Demokrat, Gerindra juga hadir. Semua (fraksi) yang hadir setuju LGBT adalah perbuatan pidana, terang Arsul. Alasannya, kata dia, fraksi yang datang, sepakat mendefenisikan LGBT sebagai perbuatan pidana.

Arsul melanjutkan, justeru PAN dan Hanura yang tak hadir dalam pembahasan LGBT tersebut. Alhasil, kata dia, delapan fraksi sampai hari ini tak tahu sikap politik partai tersebut terkait pembahasan LGBT, pun juga kawin sejenis. "Supaya jelas (fraksi) mana yang hanya kerja di media dan yang kerja konkrit dalam hal merumuskan UU LGBT menjadi perbuatan cabul dan dapat dipidana," kata Arsul.

Arsul menjelaskan tentang pembahasan di Panja R-KUHP tersebut. Kata dia, pembahasan LGBT ada dalam R-KUHP Buku II yang berisi pasal-pasal tindak pidana. Dalam pembahasan fraksi yang hadir sepakat menggolongkan LGBT sebagai perbuatan cabul.

Berita Lainnya

Seorang personel polisi menggeser papan ke tengah jalan untuk menutup akses Jalan HM Said pasca ledakan di Mako Polrestabes Medan, Rabu pagi tadi (13/11/2019).

Hukum 14 November 2019 - 06:51 WIB

Teror Bom Saat Warga Urus SKCK di Kota Medan.

Rabu (13/11/2019) pagi, RMN (24) datang ke Mako Polrestabes Medan. Kepada petugas yang berjaga, RMN mengaku akan membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).…

Kompas.com

Aktivitas penambangan Nikel

Ekbis 13 November 2019 - 17:23 WIB

Indonesia Stop Ekspor 2020, Pasokan Nikel Dunia Krisis

Pembahasan pelarangan ekspor nikel akhirnya menemui titik kesepakatan antara perusahaan penambang nikel dan pengusaha smelter. Kesepakatan tersebut dicapai dalam…

Duniatambang.co.id

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok

Nasional 13 November 2019 - 11:17 WIB

Ahok Diajak Erick Thohir Jadi Bos BUMN

Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pagi tadi mendatangi kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat. Ahok bertemu langsung dengan Menteri BUMN Erick Thohir.…

detik.com

Aktivitas Tambang Nikel. Sumber gambar: FPL

Ekbis 12 November 2019 - 18:23 WIB

Kuota Ekspor Nikel Kembali Dibuka, 9 Perusahaan Ini Berhasil Lolos

Nikel menjadi topik yang hangat diperbincangkan akhir-akhir ini. Pasalnya, pelarangan ekspor nikel yang mulai berlaku per 1 Januari 2020 membuat jumlah ekspor nikel…

Duniatambang.co.id

ilustrasi mi instan (Istockphoto/estebanmiyahira)

Gaya Hidup 11 November 2019 - 22:26 WIB

Mi Instan Indonesia Jadi Mi Terenak di Dunia Versi LA Times

Jakarta -- Mi instan asal Indonesia, Indomie rasa ayam barbeque (BBQ) atau ayam panggang dinobatkan menjadi mi instan terenak di dunia versi Los Angeles Times.…

cnnindonesia.com

Melalui beragam fasilitas dan infrastruktur, Sinar Mas Land dukung pengembangan sumber daya manusia di Digital Hub, BSD City.

Teknologi 11 November 2019 - 17:25 WIB

Sinar Mas Land Dukung Gamer NXL E-Sport Center Dengan Program Beasiswa

Beasiswa dari Sinar Mas Land diharapkan dapat menyokong para atlet e-sport profesional dari NXL agar dapat terus berkarya

Pameran produk UMKM di Jakarta

Artikel 11 November 2019 - 16:09 WIB

Nasib UMKM, Bagai Semut Melawan Gajah

Produk UMKM tidak mungkin kuat melawan produk perusahaan raksasa itu. Tapi produk UMKM pasti bisa hidup dan berkembang kalau masuk di pasar spesifik. Yaitu pasar…

Ilustrasi wanita muslim bercadar

Artikel 11 November 2019 - 04:38 WIB

Cadar, Radikalisme, Dan Islamphobia, Proyek Siapa ?

Di London Inggris pada tahun 2007 yang lalu,seorang wartawati BBC bertanya 4 hal kepada seorang muslimah Arab Saudi yang kebetulan berbusana burqa dan bercadar.