Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Selasa, 23 April 2019 - 05:00 WIB

Bedol Desa PPP ke PBB Jadi Lampu Merah untuk Romy

Cnnindonesia.com | Rabu, 18 April 2018 - 10:47 WIB

PPP terancam gagal memenuhi ambang batas parlemen di Pileg 2019 jika tak segera menuntaskan konflik internal partai. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
PPP terancam gagal memenuhi ambang batas parlemen di Pileg 2019 jika tak segera menuntaskan konflik internal partai. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan rencana sekitar 30 kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pindah ke Partai Bulan Bintang (PBB) menjadi berkah tersendiri bagi partai pimpinan Yusril Ihza Mahendra itu menjelang Pemilu 2019.

Jika terwujud, menurut Pangi, perpindahan itu berpotensi menambah kekuatan elektoral PBB dalam pemilihan legislatif nanti. Sebaliknya, perpindahan puluhan kader papan atas tersebut bisa mengancam upaya PPP lolos ke parlemen.

"Tentu menguntungkan PBB, itu menjadi modal untuk mengembangkan dan membangun PBB ke depan. Berkontribusi terhadap perolehan suara PBB," kata Pangi saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Selasa (17/4).

Rencana kepindahan 30 kader PPP diungkapkan oleh politikus partai berlambang kakbah Ahmad Yani, kemarin. Sejumlah elite yang katanya bakal pindah antara lain Wakil Ketua Umum PPP Taman Achda, anggota Majelis Tinggi PPP Anwar Sanusi hingga mantan Sekjen PPP Somali Abdul Malik.

Nama-nama tersebut adalah elite PPP kubu Romy, sapaan Romarhumuziy. Kata Yani, mereka akan bergabung dengan elite PPP lain dari kubu Djan Faridz untuk pindah ke PBB.

Yani menyebut para kader pindah karena kecewa konflik antara Romy dan Djan Faridz tak kunjung usai. Selain itu ada sebagian kader yang pindah karena tak puas dengan kebijakan Romy

Berita Lainnya

Pengetahuan tentang akhirat (ilustrasi).

Religi 22 April 2019 - 16:18 WIB

Perjalanan Panjang di Akhirat

Salah seorang sahabat utama Nabi Muhammad SAW, Abu Dzar al Ghifari, berpidato di hadapan sekelompok jamaah yang ada di dekat Ka'bah. Beliau memaparkan perjalanan…

republika.co.id

Pemerasan lewat medsos

Opini 22 April 2019 - 09:44 WIB

Kenali Modus Pemerasan Online

Dari chatt di Line ini, Namoni mengajak video call. Ternyata, saat di video call itu, Naomi tiba-tiba menyetel video porno. Naomi lalu mengancam HS. Naomi akan…

Mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto

Politik 22 April 2019 - 08:18 WIB

Bambang Widjojanto Sebut Pemilu 2019 Terburuk Pascareformasi

Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Bambang Widjojanto, menyebut pemilihan umum 2019 terburuk setelah reformasi. "Pemilu kali ini disebut sebagai pemilu…

Viva.co.id

Tampilan banner di situs Jurdil2019.org.

Teknologi 21 April 2019 - 12:15 WIB

Kominfo Blokir Situs Jurdil2019.org

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memutuskan untuk memblokir salah satu situs penghitungan suara Pemilu berbasis urun daya, jurdil2019.org. Berdasarkan…

Kompas.com

Pintu masuk di Halal Park, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat, 19 April 2019. TEMPO | Bram Setiawan

Nasional 21 April 2019 - 11:20 WIB

Akhir Pekan ke Halal Park Senayan, Ada Apa Saja di Sana?

Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan Halal Park yang terletak di Pintu Satu Senayan, Area Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa 16 April 2019.…

Tempo.co

Foto: Instagram @andreastaulany

Hukum 21 April 2019 - 01:28 WIB

Resmi Dipolisikan karena Dianggap Hina Prabowo, Erin Taulany Masih Bungkam

Jakarta - Postingan Erin Taulany yang dinilai menghina Prabowo Subianto makin berbuntut panjang. Istri Andre Taulany itu resmi dipolisikan. Pihak pelapor adalah…

detik.com

Hasil Hitung Cepat Sesuai Ekspektasi, Arus Modal Asing Mengalir Deras

Ekbis 19 April 2019 - 06:50 WIB

Hasil Hitung Cepat Sesuai Ekspektasi, Arus Modal Asing Mengalir Deras

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 25 poin atau 0,4 persen ke 6.507 di akhir perdagangan Kamis (18/4/2019). Sebanyak 206 saham naik, 212…

Kompas.com

Ilustrasi.

Opini 19 April 2019 - 05:22 WIB

Jangan Baper

Publik tiba-tiba heboh. Gara-gara ada tayangan di sebuah stasiun televisi nasional yang memperlihatkan keanehan. Ada tayangan hasil quick count dari sejumlah lembaga…