Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Kamis, 24 Januari 2019 - 06:55 WIB

Misi Jokowi Dekati Umat Islam 'Dirusak' Menteri Agama

Viva.co.id | Rabu, 23 Mei 2018 - 03:30 WIB

Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan mengungkapkan sejumlah perjuangan Presiden Joko Widodo menghapuskan persepsi publik mengenai ketidakramahan pemerintah Indonesia terhadap umat Islam, khususnya Ulama.

Menyatroni pesantren-pesantren di Tanah Air, bertemu ulama, hadir dalam kegiatan-kegiatan keagamaan umat Islam, misalnya. Namun, menurut Zulkifli, usaha itu akhirnya sia-sia, karena Kementerian Agama kerap membuat kebijakan yang tidak sejalan dengan upaya Presiden. Teranyar, dengan merilis 200 nama mubalig, yang muaranya bergulirlah wacana sertifikasi ulama di Indonesia.


viva.co.id
BERITAPOLITIK
Rabu, 23 Mei 2018 | 03:11 WIB
Misi Jokowi Dekati Umat Islam 'Dirusak' Menteri Agama
Oleh
Aries Setiawan,Edwin Firdaus

Misi Jokowi Dekati Umat Islam 'Dirusak' Menteri Agama – VIVA
Photo :
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

VIVA – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan mengungkapkan sejumlah perjuangan Presiden Joko Widodo menghapuskan persepsi publik mengenai ketidakramahan pemerintah Indonesia terhadap umat Islam, khususnya Ulama.

Menyatroni pesantren-pesantren di Tanah Air, bertemu ulama, hadir dalam kegiatan-kegiatan keagamaan umat Islam, misalnya. Namun, menurut Zulkifli, usaha itu akhirnya sia-sia, karena Kementerian Agama kerap membuat kebijakan yang tidak sejalan dengan upaya Presiden. Teranyar, dengan merilis 200 nama mubalig, yang muaranya bergulirlah wacana sertifikasi ulama di Indonesia.

LIHAT JUGA
Aa Gym Merasa Tak Layak Masuk Daftar 200 Mubalig
Rilis 200 Mubalig, Ketua MPR: Kemenag Blunder, Segera Tarik
Daftar 200 Mubalig Dinilai Berimbas Negatif ke Jokowi
"Saya kira blunder besar yang dilakukan Menteri Agama. Secepatnya tarik dan meminta maaf. Pemerintah kita ini dikesankan tidak ramah terhadap para ulama. Umat Islam. Dikesankan, tanda kutip," kata Zulkifli Hasan dalam acara ILC yang ditayangkan tvOne, Selasa malam, 23 Mei 2018.

"Presiden bekerja keras untuk menetralisir itu, hampir seluruh pesantren, Presiden datang. Setiap ada acara Islam, Presiden datang. Di mana pun, bahkan saya beberapa kali menemani, untuk menghapus stempel bahwa pemerintah tidak ramah ulama dan umat Islam. Bekerja keras Presiden. Tiba-tiba Kemenag melakukan politik belah bambu," Zulkifli menambahkan.

Menurut Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu, negara ini berlandaskan Pancasila. Seharusnya pemerintah dalam menjalankan ini, mempersatukan masyarakat. Bukan justru melakukan hal-hal yang dapat memecah umat beragama.

"Pancasila itu mempersatukan, bukan memecah belah begini. 200 diangkat, yang 200 ribu dipijak. Kerja keras Presiden selama satu tahun lebih, sirna saya kira. Maka dari itu, saya katakan, blunder besar," kata Zulkifli.

Berita Lainnya

Diler Anak Elang Harley-Davidson of Jakarta.

Otomotif 22 Januari 2019 - 08:26 WIB

Kabar Gembira, Harga Harley-Davidson di Indonesia Turun

Motor Harley-Davidson terkenal dengan banderol yang selangit. Sebab, motor berkapasitas mesin besar itu didatangkan dari negara asalnya, Amerika Serikat. Saat masuk…

Viva.co.id

Ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon

Olahraga 21 Januari 2019 - 00:32 WIB

Juara Malaysia Masters, Sinyal Bahaya dari Kevin/Marcus

Ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon sukses menyabet gelar juara Malaysia Masters, Minggu 20 Januari 2019. Di laga final yang berlangsung…

Viva.co.id

Ringgo Agus bersama Nirina Zubir, Zara JKT48, dan Widuri, dalam konferensi film Keluarga Cemara di Jakarta, 20 Desember 2018

Hiburan 21 Januari 2019 - 00:29 WIB

Film Keluarga Cemara Borong Piala Maya 2019

Jakarta- Setelah tembus satu juta penonton, Film Keluarga Cemara memborong banyak apresiasi di ajang penghargaan film Piala Maya. Film tersebut berhasil menang…

Tempo.co

Foto: Dok. VietJet Aviation JSC

Luar Negeri 20 Januari 2019 - 15:00 WIB

Maskapai Pramugari Berbikini Buka Rute Vietnam-RI Mulai Maret 2019

Jakarta - VietJet Air, maskapai penerbangan asal Vietnam akan membuka rute baru menuju Indonesia. Hal tersebut akan dilakukan pada bulan Maret 2019. Ada 2 rute…

detik.com

GOL Helmy Untuk CIA AMISTAD

Olahraga 20 Januari 2019 - 00:11 WIB

GOL Helmy Pastikan Kemenangan CIA AMISTAD di Liga Pemuda Spanyol U19

Helmy, pemain CIA Amistad, mencetak gol penting demi raihan angka timnya di Liga Division de Honor, kasta tertinggi Liga Spanyol U19. Helmy menceploskan satu gol…

 Yusril Ihza Mahendra (kanan) mengunjungi narapidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir (tengah) di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Jumat 18 Januari 2019. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Hukum 19 Januari 2019 - 18:39 WIB

Moeldoko: Abu Bakar Baasyir Masih Punya Pengaruh

Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan Abu Bakar Baasyir masih memiliki pengaruh di kalangan radikal. "Buktinya, waktu di Nusa Kambangan juga masih…

Tempo.co

Cek Email yang Bocor, Aman atau Tidak?

Teknologi 19 Januari 2019 - 15:44 WIB

Cek Email yang Bocor, Aman atau Tidak?

Jakarta - Situs https://haveibeenpwned.com/ membantu mengidentifikasi apakah email kalian masuk dalam 773 juta email yang bocor. Hanya saja, banyak netizen khawatir…

detik.com

Sebuah kendaraan melintas di ruas jalan tol Pemalang-Batang yang retak di KM 321, Kelangdepok, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Jumat (18/1/2019).

Nasional 19 Januari 2019 - 00:10 WIB

Belum Sebulan Diresmikan Jokowi, Tol Pemalang-Batang Retak

Jalan Tol Pemalang-Batang mengalami keretakan. Padahal, belum satu bulan tol yang dikelola PT Pemalang Batang Toll Road, anak usaha PT Waskita Karya Toll Road ini,…

Kompas.com