Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Sabtu, 20 April 2019 - 21:18 WIB

Misi Jokowi Dekati Umat Islam 'Dirusak' Menteri Agama

Viva.co.id | Rabu, 23 Mei 2018 - 03:30 WIB

Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan mengungkapkan sejumlah perjuangan Presiden Joko Widodo menghapuskan persepsi publik mengenai ketidakramahan pemerintah Indonesia terhadap umat Islam, khususnya Ulama.

Menyatroni pesantren-pesantren di Tanah Air, bertemu ulama, hadir dalam kegiatan-kegiatan keagamaan umat Islam, misalnya. Namun, menurut Zulkifli, usaha itu akhirnya sia-sia, karena Kementerian Agama kerap membuat kebijakan yang tidak sejalan dengan upaya Presiden. Teranyar, dengan merilis 200 nama mubalig, yang muaranya bergulirlah wacana sertifikasi ulama di Indonesia.


viva.co.id
BERITAPOLITIK
Rabu, 23 Mei 2018 | 03:11 WIB
Misi Jokowi Dekati Umat Islam 'Dirusak' Menteri Agama
Oleh
Aries Setiawan,Edwin Firdaus

Misi Jokowi Dekati Umat Islam 'Dirusak' Menteri Agama – VIVA
Photo :
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

VIVA – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan mengungkapkan sejumlah perjuangan Presiden Joko Widodo menghapuskan persepsi publik mengenai ketidakramahan pemerintah Indonesia terhadap umat Islam, khususnya Ulama.

Menyatroni pesantren-pesantren di Tanah Air, bertemu ulama, hadir dalam kegiatan-kegiatan keagamaan umat Islam, misalnya. Namun, menurut Zulkifli, usaha itu akhirnya sia-sia, karena Kementerian Agama kerap membuat kebijakan yang tidak sejalan dengan upaya Presiden. Teranyar, dengan merilis 200 nama mubalig, yang muaranya bergulirlah wacana sertifikasi ulama di Indonesia.

LIHAT JUGA
Aa Gym Merasa Tak Layak Masuk Daftar 200 Mubalig
Rilis 200 Mubalig, Ketua MPR: Kemenag Blunder, Segera Tarik
Daftar 200 Mubalig Dinilai Berimbas Negatif ke Jokowi
"Saya kira blunder besar yang dilakukan Menteri Agama. Secepatnya tarik dan meminta maaf. Pemerintah kita ini dikesankan tidak ramah terhadap para ulama. Umat Islam. Dikesankan, tanda kutip," kata Zulkifli Hasan dalam acara ILC yang ditayangkan tvOne, Selasa malam, 23 Mei 2018.

"Presiden bekerja keras untuk menetralisir itu, hampir seluruh pesantren, Presiden datang. Setiap ada acara Islam, Presiden datang. Di mana pun, bahkan saya beberapa kali menemani, untuk menghapus stempel bahwa pemerintah tidak ramah ulama dan umat Islam. Bekerja keras Presiden. Tiba-tiba Kemenag melakukan politik belah bambu," Zulkifli menambahkan.

Menurut Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu, negara ini berlandaskan Pancasila. Seharusnya pemerintah dalam menjalankan ini, mempersatukan masyarakat. Bukan justru melakukan hal-hal yang dapat memecah umat beragama.

"Pancasila itu mempersatukan, bukan memecah belah begini. 200 diangkat, yang 200 ribu dipijak. Kerja keras Presiden selama satu tahun lebih, sirna saya kira. Maka dari itu, saya katakan, blunder besar," kata Zulkifli.

Berita Lainnya

Hasil Hitung Cepat Sesuai Ekspektasi, Arus Modal Asing Mengalir Deras

Ekbis 19 April 2019 - 06:50 WIB

Hasil Hitung Cepat Sesuai Ekspektasi, Arus Modal Asing Mengalir Deras

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 25 poin atau 0,4 persen ke 6.507 di akhir perdagangan Kamis (18/4/2019). Sebanyak 206 saham naik, 212…

Kompas.com

Ilustrasi.

Opini 19 April 2019 - 05:22 WIB

Jangan Baper

Publik tiba-tiba heboh. Gara-gara ada tayangan di sebuah stasiun televisi nasional yang memperlihatkan keanehan. Ada tayangan hasil quick count dari sejumlah lembaga…

Ilustrasi penghitungan suara (Ari Saputra/detikcom)

Politik 19 April 2019 - 01:39 WIB

LSI Denny JA Klarifikasi Hasil QC Pilpres Sementara di Indosiar yang Viral

Jakarta - Lembaga survei LSI Denny JA memberi klarifikasi terkait hasil quick count (QC) sementara Pilpres 2019 yang ditayangkan di stasiun televisi Indosiar yang…

detik.com

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) bersama Cawapres Sandiaga Uno dan petinggi partai pendukung mengangkat tangan saat mendeklarasikan kemenangannya pada Pilpres 2019 kepada awak media di kediaman Kertanegara, Jakarta, Kamis (18/4/2019).

Politik 19 April 2019 - 00:46 WIB

Ekspresi Sandi Ramai Dibahas Warganet, Ini Kata Pakar Gestur

JAKARTA -- Warganet menyoroti ekspresi calon wakil presiden (cawapres) nomor urut Sandiaga Salahuddin Uno selama mendampingi calon presiden (capres) Prabowo Subianto…

republika.co.id

Time to Say GOOD BYE

Ekbis 19 April 2019 - 00:06 WIB

Induk SCTV Sudah Rugi Rp 1,9 T Karena BBM

Jakarta - Mulai tanggal 31 Mei 2019, aplikasi pesan instan BBM, yang dulunya bernama Blackberry Messenger, akan resmi setop beroperasi di Indonesia. BBM harus tutup…

detik.com

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, Muhammad Taufik.

Politik 16 April 2019 - 23:32 WIB

Tangkap Timses M Taufik, Gerindra Sebut Polisi Langkahi Aturan

Partai Gerakan Indonesia Raya menilai, Kepolisian khususnya Kepolisian Resor Jakarta Utara telah melangkahi aturan dalam melakukan operasi tangkap tangan terhadap…

Viva.co.id

Anggota Bawaslu Rahmat Bagja (kiri), anggota Bawaslu M. Afifudin, Ketua Bawaslu Abhan, anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar ketika akan menggelar konferensi pers di Media Center Bawaslu RI, Jakarta, Selasa (16-4-2019). (Foto: Asep Firmansyah)

Politik 16 April 2019 - 18:32 WIB

Bawaslu rekomendasikan PSU dan penggantian PPLN Kuala Lumpur

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI merekomendasikan pemungutan suara ulang (PSU) dan penggantian Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud di Festival Janadriyah, Riyadh, periode lalu.

Ekbis 15 April 2019 - 11:06 WIB

Jokowi dan Raja Salman Sepakati Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi

VIVA – Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana beribadah umrah di Mekah, Arab Saudi. Di sana, Presiden bahkan diundang khusus oleh Raja Arab Saudi, Salman…

Viva.co.id