Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Minggu, 25 Agustus 2019 - 17:27 WIB

Surya Paloh Anggap Wajar Prabowo Sebut Pemerintahan Jokowi Salah Arah

Viva.co.id | Minggu, 10 Februari 2019 - 06:56 WIB

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh usai konsolidasi dengan kader di kantor Badan Pemenangan Pemilu Nasdem Jatim di Surabaya pada Sabtu malam, 9 Februari 2019.
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh usai konsolidasi dengan kader di kantor Badan Pemenangan Pemilu Nasdem Jatim di Surabaya pada Sabtu malam, 9 Februari 2019.
Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, menganggap wajar kritik calon presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu bahwa arah kebijakan pemerintah sejak Orde Baru hingga era Joko Widodo salah arah. Menurut Paloh, sebagai oposisi Prabowo wajar menyampaikan perbedaan pendapat lebih-lebih di negara demokrasi seperti Indonesia.

“Pak Prabowo dalam posisi sebagai oposisi, yang menantang, men-challenge, wajar dong kalau beliau berbicara tidak seirama dengan (pihak) yang sedang mempertahankan, dalam hal ini Pak Jokowi,” kata Paloh usai konsolidasi dengan kader di kantor Badan Pemenangan Pemilu Nasdem Jatim di Surabaya pada Sabtu malam, 9 Februari 2019.

Menurut Paloh, di masa pesta demokrasi seperti sekarang, tidak mungkin semua berpikiran sama. “Pasti ada pro-kontra di sana, ada katakanlah saling kritik, saya melihat itu sebagai hal yang lumrah,” ujarnya.

Hal yang pasti, Paloh menegaskan bahwa Nasdem menyokong penuh pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pilpres kali ini. Dia menargetkan partainya menyumbang 70 persen untuk kemenangan petahana. Kemenangan Pilpres, kata dia, juga ditargetkan berseiring dengan perolehan kursi di pemilu legislatif.

Prabowo sebelumnya menyampaikan kritik terhadap pemerintah saat menghadiri HUT Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia atau KSPI di Sport Mall Kelapa Gading, Jakarta, pada Rabu, 6 Februari 2019. “Dari awal, dari sekian belas tahun, sekian puluh tahun, dari saya masih di dalam Orde Baru saya sudah melihat arah perkembangan, arah pembangunan Indonesia, sebenarnya arahnya menuju arah yang keliru,” katanya.

Berita Lainnya

ILUSTRASI, PERTAMBANGAN NIKEL. DILARANG EKSPOR BIJIH NIKEL, PELAKU USAHA SEBUT ADA PERMAINAN KADAR NIKEL DI DALAM NEGERI. KATADATA

Ekbis 22 Agustus 2019 - 23:02 WIB

Dilarang Ekspor, Pelaku Usaha Keluhkan Permainan Kadar Nikel Domestik

Sekretaris Jenderal Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) Meidy K Lengkey menyatakan pemerintah perlu membenahi tata niaga nikel di dalam negeri sebelum mempercepat…

katadata.co.id

profil tokoh Robert Budi Hartono

Nasional 22 Agustus 2019 - 19:15 WIB

Masuk List Keluarga Tertajir Dunia, dari Mana Kekayaan Pemilik Djarum?

Keluarga paling kaya di Indonesia, keluarga Hartono masuk dalam daftar 25 keluarga paling tajir di dunia tahun 2019. Mereka bahkan tembus peringkat 22 dalam daftar…

Viva.co.id

Foto: Agus Setyadi/detikcom

Nasional 18 Agustus 2019 - 20:08 WIB

Memek, Kuliner Khas Simeulue jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Banda Aceh - Kuliner khas Simeulue, Aceh yaitu memek ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia 2019. Makanan mirip bubur ini dibuat dari beras…

detik.com

Enggartiasto dan Rini Soemarno

Opini 16 Agustus 2019 - 18:03 WIB

Enggar dan Rini Anggap Sepi Larangan Jokowi

Kesannya, perintah dan larangan Presiden Jokowi yang sudah dipublish itu hanya sebagai pemanis di bibir saja oleh para menterinya, setidak-tidaknya oleh Enggar…

Fahri Hamzah

Politik 14 Agustus 2019 - 16:12 WIB

Soal Enzo, Stop Rasa Takut dan Ancaman!

Kita jangan mau diadu domba. Dan anak-anak bangsa seperti Enzo Zenz Allie dan Clovis adalah masa depan. Stop jualan rasa takut dan ancaman. Buka hati dan pikiran.…

Net tv

Opini 13 Agustus 2019 - 22:22 WIB

NET TV: ANTARA BISNIS NYATA DAN MIMPI

Kabar ini sedang viral: NET TV dikabarkan bangkrut. Karyawannya di-PHK massal. Manajemen NET TV membantah. Tidak ada PHK massal. Ada apa dengan bisnis media TV?

Prabowo bertemu Megawati (Foto: Dok. PDIP)

Opini 13 Agustus 2019 - 02:09 WIB

Jurus ‘Pendekar Mabuk’ Prabowo dan Isu ‘Penumpang Gelap’

Nampaknya, perilaku elit Partai Gerindra semakin membingungkan kawan dan lawan. Setelah Prabowo ujug-ujug melakukan jurus ‘pendekar mabuk’ dengan “pertemuan…

Kakak beradik pendiri brand Kalibre: Direktur Research & Development Sunflower Lukman, Direktur Production & Marketing Sunflower Sandy Sadeli dan Direktur Finance Sunflower Roby. (dok. pribadi)

Ekbis 05 Agustus 2019 - 16:31 WIB

Kalibre Bintang Baru di Bisnis Tas

Kalibre merupakan salah satu merek tas pendatang baru yang namanya kian populer. Bahkan brand yang didirikan pada tahun 2014 oleh Sandy Sadeli bersama dua kakaknya…

swa.co.id