Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Selasa, 15 Oktober 2019 - 11:08 WIB

Massa Klaim Aksi di Bawaslu sebagai Jihad Konstitusional

Cnnindonesia.com | Jumat, 10 Mei 2019 - 16:31 WIB

Unjukrasa menuntut diusutnya dugaan kecurangan Pemilu 2019 di Kantor Bawaslu RI, Jakarta, Jumat, 10 Mei 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Unjukrasa menuntut diusutnya dugaan kecurangan Pemilu 2019 di Kantor Bawaslu RI, Jakarta, Jumat, 10 Mei 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta - Sejumlah anggota massa yang tergabung dalam Koalisi Umat melakukan aksi di depan gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta, Jumat (10/5). Aksi diklaim sebagai upaya mengawal Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang melaporkan kecurangan yang terjadi dalam Pilpres 2019.

Orasi pertama kali disampaikan oleh Habib Hanif Alatas yang juga dewan pengarah Ijtimak Ulama III. Dalam orasinya ia mengatakan Persaudaraan Alumni (PA) 212 dalam melakukan aksinya juga melakukan sebuah ibadah. Hal ini ia katakan untuk menjawab pihak yang mempertanyakan mengapa PA 212 menjalankan aksinya di bulan Ramadan.

"Ibadah bukan cuma salat, baca Alquran dan lain-lain, kita harus puasa dan lain-ain tapi jangan lupa ibadah besar, jihad konstitusional," ujar dia kepada massa.

"Ramadan bukan hanya bulan berpuasa akan tetapi perang badar juga terjadi di bulan puasa. Menaklukkan kota Mekkah juga terjadi di bulan Ramadan," ucapnya.

Lebih lanjut Alatas mengingatkan kepada massa untuk melakukan aksi secara damai. Ia mengingatkan agar massa tidak terprovokasi sambil menyanyikan lagu 'hati-hati provokasi'.

Alatas kemudian menjelaskan kembali tujuannya datang dalam aksi ini adalah untuk mengawal BPN. Hal ini ia lakukan untuk menjalankan rekomendasi Ijtimak Ulama III yaitu mendiskualifikasi paslon yang terindikasi melakukan pelanggaran di Pemilu 2019.

"Siang ini kita datang bukan untuk makar, bukan untuk melawan hukum, bukan untuk mengacau. Tapi mengawal BPN agar hukum ditegakkan," kata dia.

Ia juga kembali mengingatkan pihaknya tidak berupaya untuk memecah belah bangsa. Justru menurut dia perbuatan curang dalam pilpres lah yang memecah belah bangsa.

Oleh karena itu Alatas mengatakan jika Bawaslu berani menindak kecurangan itu maka koalisi umat dan ulama akan siap mengawal Bawaslu.

Berita Lainnya

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kanan) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto seusai melakukan pertemuan di kediaman Surya Paloh di Kawasan Permata Hijau, Jakarta, Ahad, 13 Oktober 2019

Politik 14 Oktober 2019 - 07:54 WIB

Paloh Bilang Tak Ada Masalah Jika Gerindra ke Koalisi Jokowi

Jakarta - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengaku tak mempermasalahkan jika Gerindra masuk ke koalisi Jokowi. Hal itu diungkapkannya dalam pertemuannya dengan…

Tempo.co

Suzuki S-Presso tampil menawan dengan pemakaian aksesoris. Sumber: autocarindia.com

Otomotif 14 Oktober 2019 - 07:03 WIB

11 Hari Dipasarkan, Pesanan Suzuki S-Presso Tembus 10 Ribu Unit

Jakarta - Suzuki S-Presso untuk pertama kalinya diluncurkan di India pada 2 Oktober 2019. 11 hari setelah peluncuran, Suzuki India mengklaim pesanan S-Presso tembus…

Tempo.co

Kedai kopi Fa Aman Kuba di Takengon

Ekbis 09 Oktober 2019 - 11:25 WIB

Fa Aman Kuba, Sejarah Kopi Dari Takengon

Aman Kuba sudah eksis sejak tahun 1958. Namun sebelum kemerdekaan, Hasyim sebagai pengusaha kopi sudah mengekspor ke berbagai negara. Sekarang Fa Aman Kuba dijalankan…

Faisal Basri. TEMPO/Jati Mahatmaji

Nasional 01 Oktober 2019 - 10:34 WIB

Dampak Negatif Demo Mahasiswa ke Ekonomi, Faisal Basri: Gak Ada

Jakarta - Ekonom Faisal Basri mengatakan demo mahasiswa maupun pelajar yang belakangan ini terjadi tidak bakal berdampak negatif kepada perekonomian Indonesia.…

Tempo.co

Aristides Katopo

Artikel 01 Oktober 2019 - 09:37 WIB

Tides: Masak You Gak Bisa Dapat, Sih?

+ Masak you gak bisa dapat sih? - Nanti dicarikan + Kan sudah 25 tahun. Pasti sudah di-declassified. Coba you cari Marshal Green, bekas Dubes Amerika yang pernah…

Ibu ibu di Banjarnegara memamerkan hasil karya kain ecoprint

Ekbis 30 September 2019 - 02:04 WIB

Peluang Bisnis Kain Ecoprint

Suksesnya bisnis kain ecoprint adalah suksesnya kaum perempuan. Seluruh usaha dari produksi hingga pemasaran akan ditangani 100 persen perempuan.

Penjual buah Zuriat di Kota Palu, Sulawesi Tengah

Artikel 28 September 2019 - 10:01 WIB

Zuriat, Legenda Buah Penyubur Keturunan

Buah zuriat terkenal sebagai buah obat untuk pasangan suami-istri yang susah memperoleh keturunan. “Di Negara asalnya buah zuriat digunakan sebagai obat untuk…

Rasulullah

Religi 26 September 2019 - 04:21 WIB

Menghadapi Pengemis

Abu Dawud menarasikan sebuah hadis dari Anas bin Malik yang mengisahkan: Seorang laki-laki Anshar datang mengemis kepada Rasulullah SAW. Lalu, Rasulullah bertanya,…

republika.co.id