Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Minggu, 18 Agustus 2019 - 20:09 WIB

Pesawat Hipersonik Bisa Tempuh Jakarta-Tokyo dalam 90 Menit

Cnnindonesia.com | Selasa, 14 Mei 2019 - 10:06 WIB

Pesawat hipersonik yang tengah dikembangkan Hermeus (screenshot Hermeus)
Pesawat hipersonik yang tengah dikembangkan Hermeus (screenshot Hermeus)
Jakarta -- Hermeus berencana untuk membuat pesawat terbang komersil hipersonik yang bisa terbang lima kali lebih cepat dari cepat rambat bunyi. Teknologi propulsi pesawat ini dirancang agar bisa melaju dengan kecepatan lebih dari 3.000 mil per jam atau 3 Mach.

Sehingga, dengan kecepatan ini, penerbangan Jakarta-Tokyo yang biasa ditempuh 7 jam 25 menit, bisa dipotong kurang dari 100 menit, menjadi sekitar 90 menit saja.

Hermeus sendiri berbasis di Atlanta, Amerika Serikat, dan didirikan tahun lalu dan bermimpi untuk membuat pesawat tercepat di dunia alih-alih mengeksplorasi ruang angkasa.


Lihat juga: Virgin Galactic Uji Coba Pesawat Antariksa untuk Bawa Turis
"Kami tengah menyiapkan perjalanan revolusioner pada infrastruktur transportasi global, mengubah era dial-up ke era boradband, dengan mengubah kecepatan perjalanan jarak jauh secara radikal," jelas co-founder and CEO AJ Piplica dalam siaran persnya, seperti dikutip GeekWire.

Beberapa mantan petinggi Blue Origin ada di jajaran penasihat perusahaan ini, seperti Rob Meyerson yang sempat menjadi President perusahaan wisata luar angkasa yang didirikan Jeff Bezos itu. Selain itu, Chief Technology Officer Hermeus, Glenn Case, juga sempat bekerja merancang propulsi dan insinyur pengembang Blue Origin selama empat setengah tahun.

Baru-baru ini perusahaan tersebut mengumumkan telah berhasil mendapat pendanaan awal dari sejumlah pendana penting. Pendanaan ini dipimpin oleh Khosla Ventures dengan tambahan pendanaan dari beberapa investor pribadi. Namun, mereka tidak mengungkap berapa besar pendanaan yang digelontorkan.

"Hermeus mengembangkan pesawat yang tidak hanya meningkatkan pengalaman penerbangan dengan mengurangi waktu terbang, tapi juga berpotensi memiliki dampak sosial dan ekonomi yang besar," jelas Vinod Khosla, founder of Khosla Ventures.

Berita Lainnya

Enggartiasto dan Rini Soemarno

Opini 16 Agustus 2019 - 18:03 WIB

Enggar dan Rini Anggap Sepi Larangan Jokowi

Kesannya, perintah dan larangan Presiden Jokowi yang sudah dipublish itu hanya sebagai pemanis di bibir saja oleh para menterinya, setidak-tidaknya oleh Enggar…

Fahri Hamzah

Politik 14 Agustus 2019 - 16:12 WIB

Soal Enzo, Stop Rasa Takut dan Ancaman!

Kita jangan mau diadu domba. Dan anak-anak bangsa seperti Enzo Zenz Allie dan Clovis adalah masa depan. Stop jualan rasa takut dan ancaman. Buka hati dan pikiran.…

Net tv

Opini 13 Agustus 2019 - 22:22 WIB

NET TV: ANTARA BISNIS NYATA DAN MIMPI

Kabar ini sedang viral: NET TV dikabarkan bangkrut. Karyawannya di-PHK massal. Manajemen NET TV membantah. Tidak ada PHK massal. Ada apa dengan bisnis media TV?

Prabowo bertemu Megawati (Foto: Dok. PDIP)

Opini 13 Agustus 2019 - 02:09 WIB

Jurus ‘Pendekar Mabuk’ Prabowo dan Isu ‘Penumpang Gelap’

Nampaknya, perilaku elit Partai Gerindra semakin membingungkan kawan dan lawan. Setelah Prabowo ujug-ujug melakukan jurus ‘pendekar mabuk’ dengan “pertemuan…

Kakak beradik pendiri brand Kalibre: Direktur Research & Development Sunflower Lukman, Direktur Production & Marketing Sunflower Sandy Sadeli dan Direktur Finance Sunflower Roby. (dok. pribadi)

Ekbis 05 Agustus 2019 - 16:31 WIB

Kalibre Bintang Baru di Bisnis Tas

Kalibre merupakan salah satu merek tas pendatang baru yang namanya kian populer. Bahkan brand yang didirikan pada tahun 2014 oleh Sandy Sadeli bersama dua kakaknya…

swa.co.id

Presiden Joko Widodo atau Jokowi, mendatangi kantor pusat PT PLN (Persero), Jakarta, Senin 5 Agustus 2019. Kedatangan Jokowi ini untuk meminta penjelasan PLN mengenai padamnya listrik di sebagian besar wilayah Pulau Jawa. TEMPO/Subekti

Nasional 05 Agustus 2019 - 11:23 WIB

Tegur Para Petinggi PLN, Jokowi: Bapak Ibu Kan Pinter-pinter

Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegur para pimpinan Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait dengan pemadaman listrik cukup lama pada Ahad, 4 Agustus…

Tempo.co

Mahasiswa UGM Mada Yanditya Affan Almada menunjukkan bahan bakar dari limbah plastik yang diproduksi dari alat furnace atau pemanas ciptaannya di Halaman Gedung Pusat UGM, Rabu, 31 Juli 2019. (ugm.ac.id)

Teknologi 01 Agustus 2019 - 16:37 WIB

Mahasiswa UGM Ini Ubah 380 Gram Sampah Plastik Jadi 400 Cc Minyak

Yogyakarta - Sampah plastik gelas air mineral (plastik PP) di tangan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) ini, bisa disulap jadi bahan dasar bahan bakar minyak…

Tempo.co

Buku "Kemilau Bisnis Gadai" sebuah buku yang mengulas praktik rentenir

Ekbis 26 Juli 2019 - 19:08 WIB

Terobosan Rentenir Online

Seorang wanita muda ‘digilir’ pria hidung belang demi melunasi utangnya di rentenir online