Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Minggu, 18 Agustus 2019 - 20:12 WIB

Indikator: Pemilih NU penentu kemenangan Jokowi-Ma'ruf

Antaranews.com | Kamis, 30 Mei 2019 - 03:59 WIB

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, pada diskusi "Populisme dalam Demokrasi Elektoral 2019" di Jakarta, Rabu (29/5/2019). (Antaranews/Riza Harahap)
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, pada diskusi "Populisme dalam Demokrasi Elektoral 2019" di Jakarta, Rabu (29/5/2019). (Antaranews/Riza Harahap)
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyatakan bahwa pemilih dari basis Nahdlatul Ulama (NU) menjadi penentu kemenangan pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, pada Pemilu 2019.

"Suka tidak suka itulah yang terjadi. Pemilih kaum nadliyin yang jumlahnya mayoritas menjadi penentu kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin," kata Burhanuddin Muhtadi pada diskusi Populisme dalam Demokrasi Elektoral 2019 di Jakarta, Rabu (29/5).

Menurut Burhan, basis massa NU tersebar di sebagian wilayah Indonesia, yakni daerah-daerah yang penduduknya masyoritas muslim, terutama di Pulau Jawa.

Karena itu, kata dia, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin meraih kemenangan telak di Jawa Tengah dan Jawa Timur. "Apalagi kedua provinsi tersebut adalah daerah padat penduduk," katanya.

Sedangkan di Jawa Barat, yakni provinsi yang berpenduduk paling padat di Indonesia, menurut dia, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, meskipun belum menang, tapi berhasil memperkecil kekalahan dibandingkan dengan Pemilu Presiden 2014.

"Kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin, di dua provinsi 'gemuk' Jawa Tengah dan Jawa Timur, menjadi penentu kemenangannya pada Pemilu Presiden 2019," katanya.

Burhan juga menjelaskan berdasarkan data exit poll yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada Pemilu 2019, menyimpulkan sebanyak 56 persen warga NU memilih Jokowi-Ma'ruf Amin. "Meningkatnya soliditas warga NU dalam memilih Jokowi, karena capres petahana ini menggandeng Rais Am PBNU, KH Ma'ruf Amin, sebagai cawapres," katanya.

Berita Lainnya

Enggartiasto dan Rini Soemarno

Opini 16 Agustus 2019 - 18:03 WIB

Enggar dan Rini Anggap Sepi Larangan Jokowi

Kesannya, perintah dan larangan Presiden Jokowi yang sudah dipublish itu hanya sebagai pemanis di bibir saja oleh para menterinya, setidak-tidaknya oleh Enggar…

Fahri Hamzah

Politik 14 Agustus 2019 - 16:12 WIB

Soal Enzo, Stop Rasa Takut dan Ancaman!

Kita jangan mau diadu domba. Dan anak-anak bangsa seperti Enzo Zenz Allie dan Clovis adalah masa depan. Stop jualan rasa takut dan ancaman. Buka hati dan pikiran.…

Net tv

Opini 13 Agustus 2019 - 22:22 WIB

NET TV: ANTARA BISNIS NYATA DAN MIMPI

Kabar ini sedang viral: NET TV dikabarkan bangkrut. Karyawannya di-PHK massal. Manajemen NET TV membantah. Tidak ada PHK massal. Ada apa dengan bisnis media TV?

Prabowo bertemu Megawati (Foto: Dok. PDIP)

Opini 13 Agustus 2019 - 02:09 WIB

Jurus ‘Pendekar Mabuk’ Prabowo dan Isu ‘Penumpang Gelap’

Nampaknya, perilaku elit Partai Gerindra semakin membingungkan kawan dan lawan. Setelah Prabowo ujug-ujug melakukan jurus ‘pendekar mabuk’ dengan “pertemuan…

Kakak beradik pendiri brand Kalibre: Direktur Research & Development Sunflower Lukman, Direktur Production & Marketing Sunflower Sandy Sadeli dan Direktur Finance Sunflower Roby. (dok. pribadi)

Ekbis 05 Agustus 2019 - 16:31 WIB

Kalibre Bintang Baru di Bisnis Tas

Kalibre merupakan salah satu merek tas pendatang baru yang namanya kian populer. Bahkan brand yang didirikan pada tahun 2014 oleh Sandy Sadeli bersama dua kakaknya…

swa.co.id

Presiden Joko Widodo atau Jokowi, mendatangi kantor pusat PT PLN (Persero), Jakarta, Senin 5 Agustus 2019. Kedatangan Jokowi ini untuk meminta penjelasan PLN mengenai padamnya listrik di sebagian besar wilayah Pulau Jawa. TEMPO/Subekti

Nasional 05 Agustus 2019 - 11:23 WIB

Tegur Para Petinggi PLN, Jokowi: Bapak Ibu Kan Pinter-pinter

Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegur para pimpinan Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait dengan pemadaman listrik cukup lama pada Ahad, 4 Agustus…

Tempo.co

Mahasiswa UGM Mada Yanditya Affan Almada menunjukkan bahan bakar dari limbah plastik yang diproduksi dari alat furnace atau pemanas ciptaannya di Halaman Gedung Pusat UGM, Rabu, 31 Juli 2019. (ugm.ac.id)

Teknologi 01 Agustus 2019 - 16:37 WIB

Mahasiswa UGM Ini Ubah 380 Gram Sampah Plastik Jadi 400 Cc Minyak

Yogyakarta - Sampah plastik gelas air mineral (plastik PP) di tangan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) ini, bisa disulap jadi bahan dasar bahan bakar minyak…

Tempo.co

Buku "Kemilau Bisnis Gadai" sebuah buku yang mengulas praktik rentenir

Ekbis 26 Juli 2019 - 19:08 WIB

Terobosan Rentenir Online

Seorang wanita muda ‘digilir’ pria hidung belang demi melunasi utangnya di rentenir online