Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Minggu, 25 Agustus 2019 - 16:08 WIB

Kalibre Bintang Baru di Bisnis Tas

Swa.co.id | Senin, 05 Agustus 2019 - 16:31 WIB

Kakak beradik pendiri brand Kalibre: Direktur Research & Development Sunflower Lukman, Direktur Production & Marketing Sunflower Sandy Sadeli dan Direktur Finance Sunflower Roby. (dok. pribadi)
Kakak beradik pendiri brand Kalibre: Direktur Research & Development Sunflower Lukman, Direktur Production & Marketing Sunflower Sandy Sadeli dan Direktur Finance Sunflower Roby. (dok. pribadi)
Kalibre merupakan salah satu merek tas pendatang baru yang namanya kian populer. Bahkan brand yang didirikan pada tahun 2014 oleh Sandy Sadeli bersama dua kakaknya ini dianggap sebagai merek internasional oleh sebagian orang. Kalibre menyasar segmen pasar urban yang berhubungan dengan traveling, perkantoran, olahraga hingga pemotor.

Kelahiran merek ini bermula dari perkembangan bisnis keluarga. Orang tua Sandy adalah pendiri Sunflower Handbag Company pada 1979 sebagai home industry produsen tas yang memasarkan produknya ke toko-toko di beberapa kota kecil Indonesia. Namun, seiring berjalannya waktu, kualitas dan kapasitas produksi dirasa kurang sehingga pada tahun 2012 pihaknya membeli pabrik untuk peningkatan produksi.

Pada tahun 2014, Sandy bersama kedua kakaknya, Roby dan Lukman, sepakat untuk menciptakan merek Kalibre yang dibentuk dengan standar kualitas internasional. “Kami sebagai produsen tas belum merasa puas apabila belum menciptakan sesuatu yang sempurna,” ungkap Sandy Sadeli, Direktur Produksi & Pemasaran Sunflower kepada SWA Online.

Segmen yang dibidik Kalibre adalah kalangan milenial dengan target umur 17-45 tahun. Kalangan inilah yang diyakininya menjadi penerus Indonesia dan bisa menghargai desain anak bangsa dengan rasa internasional. Adapun untuk bisa bersaing, strategi pemasaran yang dilakukan adalah menyandingkan Kalibre dengan brand international yang ada di Indonesia. “Hal ini terbukti efek branded-nya, Kalibre bisa menjual dengan cukup memuaskan, bahkan penjualan di beberapa counter lebih besar daripada merk international yang sudah established,” kata pria lulusan Teknik Industri Universitas Parahyangan tersebut.

Kini Kalibre sudah masuk ke hampir semua jaringan department store seperti Sogo, Metro, Gramedia, Central, Aeon dan outlet bandara Bali dan Jakarta (WH Smith). Kalibre juga mendirikan flagship store agar customer bisa mempelajari dan mengeksplor brand Kalibre seutuhnya. Di samping tas dan produk fashion, Kalibre menjual perlengkapan urban baik untuk kegiatan outdoor atau bagi pengendara motor dan sepeda.

Untuk menarik konsumen, Kalibre bahkan berani memberikan garansi hingga lima tahun untuk backpack kepada konsumen yang didukung dengan service centre. “Hal ini juga menunjukan komitmen kami kepada konsumen dan memacu brand loyalty bagi customer Kalibre,” tambahnya.

Keberhasilan Kalibre juga terlihat dari tahap awal pengembangan mereknya. Ketika baru diluncurkan dalam tiga bulan pertama, Kalibre sudah didatangi oleh orang Singapura yang akan menjadi agen Kalibre di tiga negara yaitu Singapura, Malaysia, dan Thailand. Bahkan dalam tahun pertamanya pabrik didirikan langsung mendapatkan seritifikasi ISO 9001:2008 untuk periode 2014-2017.

Berita Lainnya

ILUSTRASI, PERTAMBANGAN NIKEL. DILARANG EKSPOR BIJIH NIKEL, PELAKU USAHA SEBUT ADA PERMAINAN KADAR NIKEL DI DALAM NEGERI. KATADATA

Ekbis 22 Agustus 2019 - 23:02 WIB

Dilarang Ekspor, Pelaku Usaha Keluhkan Permainan Kadar Nikel Domestik

Sekretaris Jenderal Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) Meidy K Lengkey menyatakan pemerintah perlu membenahi tata niaga nikel di dalam negeri sebelum mempercepat…

katadata.co.id

profil tokoh Robert Budi Hartono

Nasional 22 Agustus 2019 - 19:15 WIB

Masuk List Keluarga Tertajir Dunia, dari Mana Kekayaan Pemilik Djarum?

Keluarga paling kaya di Indonesia, keluarga Hartono masuk dalam daftar 25 keluarga paling tajir di dunia tahun 2019. Mereka bahkan tembus peringkat 22 dalam daftar…

Viva.co.id

Foto: Agus Setyadi/detikcom

Nasional 18 Agustus 2019 - 20:08 WIB

Memek, Kuliner Khas Simeulue jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Banda Aceh - Kuliner khas Simeulue, Aceh yaitu memek ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia 2019. Makanan mirip bubur ini dibuat dari beras…

detik.com

Enggartiasto dan Rini Soemarno

Opini 16 Agustus 2019 - 18:03 WIB

Enggar dan Rini Anggap Sepi Larangan Jokowi

Kesannya, perintah dan larangan Presiden Jokowi yang sudah dipublish itu hanya sebagai pemanis di bibir saja oleh para menterinya, setidak-tidaknya oleh Enggar…

Fahri Hamzah

Politik 14 Agustus 2019 - 16:12 WIB

Soal Enzo, Stop Rasa Takut dan Ancaman!

Kita jangan mau diadu domba. Dan anak-anak bangsa seperti Enzo Zenz Allie dan Clovis adalah masa depan. Stop jualan rasa takut dan ancaman. Buka hati dan pikiran.…

Net tv

Opini 13 Agustus 2019 - 22:22 WIB

NET TV: ANTARA BISNIS NYATA DAN MIMPI

Kabar ini sedang viral: NET TV dikabarkan bangkrut. Karyawannya di-PHK massal. Manajemen NET TV membantah. Tidak ada PHK massal. Ada apa dengan bisnis media TV?

Prabowo bertemu Megawati (Foto: Dok. PDIP)

Opini 13 Agustus 2019 - 02:09 WIB

Jurus ‘Pendekar Mabuk’ Prabowo dan Isu ‘Penumpang Gelap’

Nampaknya, perilaku elit Partai Gerindra semakin membingungkan kawan dan lawan. Setelah Prabowo ujug-ujug melakukan jurus ‘pendekar mabuk’ dengan “pertemuan…

Presiden Joko Widodo atau Jokowi, mendatangi kantor pusat PT PLN (Persero), Jakarta, Senin 5 Agustus 2019. Kedatangan Jokowi ini untuk meminta penjelasan PLN mengenai padamnya listrik di sebagian besar wilayah Pulau Jawa. TEMPO/Subekti

Nasional 05 Agustus 2019 - 11:23 WIB

Tegur Para Petinggi PLN, Jokowi: Bapak Ibu Kan Pinter-pinter

Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegur para pimpinan Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait dengan pemadaman listrik cukup lama pada Ahad, 4 Agustus…

Tempo.co