Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Kamis, 20 Februari 2020 - 02:10 WIB

Reformasi dalam Bahaya, Mahasiswa Bergerak Serentak

Viva.co.id | Selasa, 24 September 2019 - 08:11 WIB

Aksi #GejayanMemanggil di Yogyakarta.
Aksi #GejayanMemanggil di Yogyakarta.
Revisi UU KPK yang baru saja disahkan, dan rencana pengesahan sejumlah UU yang kontroversial dan masuk hingga jauh ke ranah privat membuat mahasiswa gerah. Sejak Kamis pekan lalu, ketika DPR mengesahkan revisi RUU KPK sejumlah mahasiswa di Jakarta melakukan aksi. Kamis, 19 September 2019, mereka berdemonstrasi di depan Gedung DPR. Ribuan mahasiswa Jakarta dan Bandung tak beranjak sejak pukul dua siang hingga jam 10 malam.

Hari yang sama, di depan gedung KPK, aksi mahasiswa yang melakukan penolakan terhadap RUU KPK dan RKUHP mencapai ratusan. Mahasiswa dari Universitas Indonesia, Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung, Universitas Paramadina, Universitas Trisakti, Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Universitas Indraprasta PGRI (Unindra), serta berbagai perguruan tinggi lainnya bergabung.

“KPK dikebiri, KPK dikerangkeng! KPK yang seharusnya bisa bekerja optimal malah dilemahkan,” begitu mereka teriakkan berulang kali.

Aksi mahasiswa di Jakarta akhirnya memancing mahasiswa lain dari berbagai kota. Sejak Sabtu, 21 September 2019 beredar seruan melalui WhatsApp grup. Seruan paling kencang berasal dari mahasiswa Yogyakarta. Menggunakan kode "#Gejayan Memanggil," mahasiswa di Yogya diajak untuk turun ke jalan dan menyuarakan penolakan pada revisi RUU KPK dan menolak pengesahan RUU KUHP.

Seruang "Gejayan Memanggil," diinisiasi mahasiswa di Yogyakarta untuk turun berdemonstrasi pada Senin, 23 September 2019. Poster ajakan berdemo di Yogyakarta itu meluas dalam dua hari. Dampaknya, Minggu, 22 September 2019, mulai beredar ajakan dari mahasiswa di berbagai kota.

Isu yang mereka usung sama, menolak proses merongrong reformasi melalui revisi sejumlah UU. Berbagai poster digelar dengan kata-kata, "DPR Pekok," "Reformasi Dikorupsi," "Pak Jokowi, Matikan Asap Bukan KPK," dan sejumlah seruan sejenis yang intinya

Gelora Aksi Anak Negeri

Senin, 23 September 2019, aksi mahasiswa meluas di berbagai kota besar. Yogyakarta, Bandung, Makassar, Surabaya, Malang, Bukittinggi, dan Jakarta. Meski berbagai perguruan tinggi di Yogya mengeluarkan edaran dan melarang mahasiswa ikut aksi, namun mahasiswa tak peduli. Ribuan mahasiswa tumpah di Gejayan yang menjadi titik pusat. Beberapa ruas jalan di sekitar Gejayan, Yogyakarta, lumpuh.

Seruan "Gejayan Memanggil," mampu menggoyahkan tembok besar yang selama ini membuat aksi mahasiswa bergerak sporadis. Gejayan Memanggil adalah aksi dan pernyataan sikap mahasiswa Yogyakarta untuk memprotes kondisi negara belakangan ini.

Gejayan adalah catatan kelam bagi gerakan aksi di Yogya. 8 Mei 1998, bentrokan berdarah terjadi di Gejayan. Aksi mahasiswa menyuarakan keprihatinan dan menuntut Soeharto mundur berakhir dengan bentrokan antara mahasiswa dan aparat. Satu mahasiswa MIPA dari Universitas Sanata Dharma, Moses Gatutkaca tewas. Sejak itu Jalan Gejayan, yang kini bernama Jalan Affandi, dikukuhkan sebagai tonggak perlawanan mahasiswa Yogyakarta.

Berita Lainnya

Lifter Timnas Indonesia Rahmat Erwin Abdullah berlatih di kompleks Olahraga Rizal Memorial, Manila, Filipina, Rabu, 27 November 2019.

Olahraga 17 Februari 2020 - 11:58 WIB

Kejuaraan Angkat Besi Junior Asia: Rizky Pecahkan Dua Rekor Dunia

Jakarta - Lifter putra Indonesia Rizky Juniansyah membuat kejutan dengan memecahkan dua rekor dunia remaja saat berlaga di Kejuaraan Angkat Besi Asia Remaja dan…

Tempo.co

Lifter Indonesia Muhammad Faathir saat merebut emas sekaligus memecahkan rekor dunia remaja dalam Kejuaraan Angkat Besi Remaja dan Junior Asia 2020 di Tashkent, Uzbekistan, Sabtu 15 Februasi. (dok. PABBSI)

Olahraga 17 Februari 2020 - 11:52 WIB

Indonesia Panen 16 Emas di Kejuaraan Angkat Besi Junior Asia 2020

Jakarta - Lifter Indonesia panen medali dengan memborong 16 emas pada ajang Kejuaraan Angkat Besi Asia Remaja dan Junior 2020 di Tashkent, Uzbekistan, 13-19 Februari.…

Tempo.co

Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/11/2019)

Ekbis 17 Februari 2020 - 11:46 WIB

Neraca Perdagangan Indonesia Defisit USD 860 Juta di Januari 2020

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan selama Januari 2020 defisit senilai USD 860 juta. Angka tersebut mengecil dibandingkan Januari 2019 yang…

kumparan.com

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kanan) bersama Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono (kiri) mengikuti rapat kerja bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020)

Nasional 16 Februari 2020 - 18:40 WIB

Jadi Menteri Terpopuler dan Kinerja Terbaik, Prabowo Diingatkan Belum Aman dari Reshuffle

JAKARTA - Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menilai, masuknya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin adalah…

Kompas.com

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam)

Nasional 12 Februari 2020 - 06:31 WIB

Pemerintah 'Tutup Pintu' Untuk WNI Eks ISIS

Bogor - Pemerintah telah mengambil keputusan untuk tidak memulangkan warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS. Hal ini diputuskan setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi)…

inilah.com

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2/2020).

Politik 11 Februari 2020 - 20:29 WIB

Zulkifli Hasan Terpilih Jadi Ketua Umum PAN Periode 2020-2025

KENDARI - Zulkifli Hasan terpilih menjadi Ketua Umum Partai Amanat Nasional periode 2020-2025 berdasarkan pemilihan dalam Kongres V PAN pada Selasa (11/2/2020).…

Kompas.com

Achmad Luqman bersama penulis Albert Kuhon

Artikel 11 Februari 2020 - 12:08 WIB

Elegi Buat Luqman Yang Budhal Duluan

Hidup Luqman sungguh dibuatnya kocak. Semasa muda, tingkat kejahilannya sangat tinggi dan hampir semua teman dekat pernah dia kerjain. Mulai dari sandal atau sepatu…

Ilustrasi pohon kurma. (AP Photo/Adel Hana)

Teknologi 10 Februari 2020 - 10:37 WIB

Biji Kurma Berusia 2.000 Tahun Berhasil Tumbuh Lagi

Jakarta -- Pusat Penelitian Pengobatan Alami Louis L Borick yang berada di Yerusalem berhasil menanam tujuh pohon kurma dari biji berusia sekitar 2 ribu tahun di…

cnnindonesia.com