Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:20 WIB

Menghadapi Pengemis

Republika.co.id | Kamis, 26 September 2019 - 04:21 WIB

Rasulullah
Rasulullah
Abu Dawud menarasikan sebuah hadis dari Anas bin Malik yang mengisahkan: Seorang laki-laki Anshar datang mengemis kepada Rasulullah SAW. Lalu, Rasulullah bertanya, "Apakah kamu tidak memiliki sesuatupun di rumahmu?" Laki-laki Anshar itu menjawab, "Ya, kami hanya punya sepasang pakaian, sepotong yang saya pakai ini, sepotong lagi sedang saya jemur, dan mangkuk kayu untuk minum air."

Rasulullah bersabda, "Berikan barang-barang itu kepadaku." Laki-laki itu kemudian memberikannya kepada Rasulullah dan Rasulullah bersabda, "Siapa yang mau membeli barang-barang ini?" Seorang laki-laki menjawab, "Saya mau membelinya seharga satu dirham!" Rasulullah menawarkan lagi, dua sampai tiga kali, "Siapa yang mau menawar lebih dari satu dirham?" Seorang laki-laki menjawab, "Saya mau membelinya dua dirham."

Rasulullah memberikan barang-barang itu kepada penawar terakhir dan mengambil uang dua dirham darinya, kemudian memberikannya kepada laki-laki Anshar seraya bersabda, "Belilah makanan dengan uang satu dirham ini, lalu berikanlah kepada keluargamu, sedangkan yang satu dirham lagi belikanlah sebuah kapak dan berikanlah kepadaku."

Sahabat Anshar itu pun memberikannya kepada Rasulullah. Rasulullah menerimanya dan bersabda, "Pergilah! Kumpulkan kayu bakar lalu juallah dan jangan sampai aku melihatmu sampai dua minggu yang akan datang!" Laki-laki Anshar itu pergi untuk mengumpul kan kayu bakar dan menjualnya. Setelah satu minggu, ia datang kembali menghadap Rasulullah dengan membeli pakaian, makanan, dan keperluan yang lain.

Rasulullah bersabda, "Ini lebih baik bagimu daripada harus mengemis karena itu akan menjadi noda di wajahmu pada hari pembalasan nanti. Mengemis hanya dibenarkan bagi tiga golongan; orang-orang yang berada dalam kefakiran yang sangat parah, orang-orang yang memiliki tanggungan utang sangat banyak, atau orangorang yang berjanji untuk melunasi kewajibannya, namun kesulitan untuk membayarnya."

Dari kisah ini kita bisa mengambil pelajaran, pertama, bahwa meminta-minta atau mengemis akan menjadi noda di akhirat. Sehingga, ketika di akhirat, orang yang mengemis akan dikumpulkan bersama dengan golongan yang memiliki tanda jelas di wajah serupa dengannya. Tanda tersebut tidak akan terhapus kecuali dirinya berhenti mengemis.

Kedua, Rasulullah SAW hanya membolehkan tiga golongan untuk meminta-minta, yaitu orang yang berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, seperti kemiskinan yang sangat parah, utang yang tak tertanggungkan, atau kewajiban membayar denda yang harus segera dilunasi.

Berita Lainnya

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kanan) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto seusai melakukan pertemuan di kediaman Surya Paloh di Kawasan Permata Hijau, Jakarta, Ahad, 13 Oktober 2019

Politik 14 Oktober 2019 - 07:54 WIB

Paloh Bilang Tak Ada Masalah Jika Gerindra ke Koalisi Jokowi

Jakarta - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengaku tak mempermasalahkan jika Gerindra masuk ke koalisi Jokowi. Hal itu diungkapkannya dalam pertemuannya dengan…

Tempo.co

Suzuki S-Presso tampil menawan dengan pemakaian aksesoris. Sumber: autocarindia.com

Otomotif 14 Oktober 2019 - 07:03 WIB

11 Hari Dipasarkan, Pesanan Suzuki S-Presso Tembus 10 Ribu Unit

Jakarta - Suzuki S-Presso untuk pertama kalinya diluncurkan di India pada 2 Oktober 2019. 11 hari setelah peluncuran, Suzuki India mengklaim pesanan S-Presso tembus…

Tempo.co

Kedai kopi Fa Aman Kuba di Takengon

Ekbis 09 Oktober 2019 - 11:25 WIB

Fa Aman Kuba, Sejarah Kopi Dari Takengon

Aman Kuba sudah eksis sejak tahun 1958. Namun sebelum kemerdekaan, Hasyim sebagai pengusaha kopi sudah mengekspor ke berbagai negara. Sekarang Fa Aman Kuba dijalankan…

Faisal Basri. TEMPO/Jati Mahatmaji

Nasional 01 Oktober 2019 - 10:34 WIB

Dampak Negatif Demo Mahasiswa ke Ekonomi, Faisal Basri: Gak Ada

Jakarta - Ekonom Faisal Basri mengatakan demo mahasiswa maupun pelajar yang belakangan ini terjadi tidak bakal berdampak negatif kepada perekonomian Indonesia.…

Tempo.co

Aristides Katopo

Artikel 01 Oktober 2019 - 09:37 WIB

Tides: Masak You Gak Bisa Dapat, Sih?

+ Masak you gak bisa dapat sih? - Nanti dicarikan + Kan sudah 25 tahun. Pasti sudah di-declassified. Coba you cari Marshal Green, bekas Dubes Amerika yang pernah…

Ibu ibu di Banjarnegara memamerkan hasil karya kain ecoprint

Ekbis 30 September 2019 - 02:04 WIB

Peluang Bisnis Kain Ecoprint

Suksesnya bisnis kain ecoprint adalah suksesnya kaum perempuan. Seluruh usaha dari produksi hingga pemasaran akan ditangani 100 persen perempuan.

Penjual buah Zuriat di Kota Palu, Sulawesi Tengah

Artikel 28 September 2019 - 10:01 WIB

Zuriat, Legenda Buah Penyubur Keturunan

Buah zuriat terkenal sebagai buah obat untuk pasangan suami-istri yang susah memperoleh keturunan. “Di Negara asalnya buah zuriat digunakan sebagai obat untuk…

Aksi #GejayanMemanggil di Yogyakarta.

Nasional 24 September 2019 - 08:11 WIB

Reformasi dalam Bahaya, Mahasiswa Bergerak Serentak

Revisi UU KPK yang baru saja disahkan, dan rencana pengesahan sejumlah UU yang kontroversial dan masuk hingga jauh ke ranah privat membuat mahasiswa gerah. Sejak…

Viva.co.id