Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Sabtu, 18 Januari 2020 - 14:13 WIB

Tito Sebut Evaluasi Pilkada Langsung Butuh Kajian Mendalam

Republika.co.id | Selasa, 19 November 2019 - 07:00 WIB

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersiap mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11).
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersiap mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11).
JAKARTA -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, perlu adanya kajian akademis secara mendalam terkait pelaksanaan pemilahan kepala daerah (pilkada) langsung. Menurutnya, kebijakan publik termasuk menyangkut sistem pemilihan umum perlu dievaluasi setelah diterapkan dalam jangka waktu tertentu.

"Saya garis bawahi pernyataan saya, bahwa pelaksanaan Pilkada langsung harus dievaluasi. Kemudian evaluasi itu harus dilakukan dengan mekanisme evaluasi kajian akademik, jangan kajian empirik berdasarkan pemikiran semata," ujar Tito dalam siaran persnya, Senin (18/11).

Ia mengatakan, perlu metode penelitian untuk mengevaluasi pelaksanaan pilkada secara langsung melalui institusi yang reliabel sekitar tiga sampai empat kajian lembaga tersebut. Hasil dari penelitian itu juga bisa menggambarkan apakah pilkada langsung masih bisa diimplementasikan atau tidak.

"Bisa saja temuannya nanti (menyatakan) bahwa publik lebih sepakat dengan Pilkada langsung terus dilanjutkan, kita otomatis why not (kenapa tidak), ini adalah suara rakyat. Tapi kalau nanti kajian akademiknya kita tidak perlu pilkada langsung tapi pilkada asimetris itu juga jadi pertimbangan," kata dia.

Ia menjelaskan, metode pelaksanaan pilkada asimetris yang memungkinkan hanya di kota-kota tertentu yang selama ini juga melaksanakan pilkada secara langsung. Itu pun perlu dipersiapkan analisis lebih lanjut seperti indeks kedewasaan dalam berdemokrasi di tiap-tiap daerah.

Sepertinya Tito serius dengan kemungkinan pelaksanaan pilkada asimetris. Dirinya mengaku telah berkomunikasi dengan Kepala Pusat Statistik dan Kepala Balitbang di Kemendagri untuk mencoba melihat indeks demokrasi, daerah mana saja yang siap melaksanakan pilkada langsung maupun tidak langsung.

Berita Lainnya

Petugas menunjukkan sampel bahan bakar B30 saat peluncuran uji jalan Penggunaan Bahan Bakar B30 untuk kendaraan bermesin diesel di halaman Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Teknologi 16 Januari 2020 - 09:35 WIB

Pakai Biosolar B30, Jangan Kaget Isi Tangki Berubah Jadi Gel

JAKARTA – Implementasi kebijakan Biosolar B30 telah dimulai sejak awal 2020. Masyarakat sudah bisa mendapatkan BBM jenis ini di hampir seluruh SPBU Pertamina…

Kompas.com

Elpiji 3 Kg Naik Jadi Rp 35.000, Orang Miskin Bagaimana? Foto: M Bakrie/detikcom Elpiji 3 Kg Naik Jadi Rp 35.000, Orang Miskin Bagaimana? Foto: M Bakrie/detikcom

Ekbis 16 Januari 2020 - 09:18 WIB

Elpiji 3 Kg Naik Jadi Rp 35.000, Orang Miskin Bagaimana?

Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mencabut subsidi Elpiji 3 kilogram (kg). Subsidi tak lagi diberikan per tabung, melainkan langsung…

detik.com

Sumber gambar: shutterstock.com

Ekbis 31 Desember 2019 - 16:29 WIB

Mau Kaya? Investasi Emas Aja Yuk!

Emas bukan hanya untuk menunjukkan kelas sosial, tetapi juga menjadi pilihan yang tepat untuk menyimpan uang agar bermanfaat di kemudian hari. Kerap kali emas dijadikan…

Duniatambang.co.id

Ketua Umum JPKPN Jery Rampen, SH

Nasional 29 Desember 2019 - 14:26 WIB

JPKPN Ormas Relawan Tertua Konsisten Bela Kepentingan Bangsa

Ormas Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Nasional (JPKPN) hadir untuk tak menyesatkan anggotanya yang ikut, karena tugas utama adalah membela kepemimpinan…

Agus Surya Bakti dan Bella Saphira

Ekbis 20 Desember 2019 - 19:55 WIB

Suami Aktris Cantik Bella Saphira Diangkat Jadi Komut Antam

Kementerian BUMN mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk merombak direksi dan komisaris PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Erick Tohir mengangkat…

Duniatambang.co.id

Suasana bongkar muat peti kemas di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu di Pantoloan, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (15/11/2018).

Ekbis 18 Desember 2019 - 05:49 WIB

Perusahaan Raksasa Cina Investasi Rp 120 T di KEK Palu

PALU -- Badan Usaha Milik Negara (BUMN) China, China First Heavy Industries (CFHI) Co Ltd berinvestasi sebesar Rp 120 triliun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu,…

republika.co.id

Bunga lawang

Gaya Hidup 15 Desember 2019 - 05:19 WIB

7 Manfaat Bunga Lawang, Rempah Unik yang Jarang Diketahui

Komentar Home Lifestyle Eat Good 7 Manfaat Bunga Lawang, Rempah Unik yang Jarang Diketahui Minggu, 15 Desember 2019 | 05:05 WIB shutterstock Ilustrasi bunga lawang…

Kompas.com

Mesut Oezil

Luar Negeri 14 Desember 2019 - 16:32 WIB

Uighur Ditindas, Oezil: Mana Suara Negara-Negara Muslim?

Selain menjadi pesepak bola kelas dunia, winger Arsenal, Mesut Oezil dikenal juga dengan sikap dan kepeduliannya terhadap isu-isu kemanusiaan khususnya terkait…

republika.co.id