Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Minggu, 05 April 2020 - 03:54 WIB

Perusahaan Raksasa Cina Investasi Rp 120 T di KEK Palu

Republika.co.id | Rabu, 18 Desember 2019 - 05:49 WIB

Suasana bongkar muat peti kemas di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu di Pantoloan, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (15/11/2018).
Suasana bongkar muat peti kemas di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu di Pantoloan, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (15/11/2018).
PALU -- Badan Usaha Milik Negara (BUMN) China, China First Heavy Industries (CFHI) Co Ltd berinvestasi sebesar Rp 120 triliun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Sulawesi Tengah. Investasi tersebut akan dilakukan secara bertahap mulai 2020.

"Tahap pertama akan dikucurkan senilai 3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 40 triliun pada bulan Januari 2020," kata Chairman CFHI Liu Mingzhong di sela-sela penandatanganan Letter of Inten (LoI) di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah di Kota Palu, Selasa (17/12).

Ia menjelaskan CFHI berdiri sejak tahun 1954 dan merupakan perusahaan manufaktur terbesar di China yang memproduksi smelter dan besi, serta menguasai sekitar 70 persen pasar. "Kami menjadi supplier utama dan besar untuk equipment di sejumlah industri," katanya.

CFHI juga menjadi pemasok pembangkit listrik tenaga nuklir dan menjadi manufaktur otomotif, pertahanan, serta pengelolaan air. "Setelah kami melihat langsung kondisi Kota Palu, lokasi KEK Palu, dan segala kesiapannya, kami bersedia berinvestasi di KEK Palu dengan mengelola 1.500 hektare kawasan di sana," katanya.

Sementara itu Direktur Utama PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST) yang juga badan pengelola dan pembangunan KEK Palu, Andi Mulhanan Tombolotutu mengatakan pihaknya telah diundang ke kawasan industri CFHI di China untuk melihat langsung seluruh pabrik milik perusahaan itu

Andi Mulhanan mengatakan pihak CFHI akan bergerak cepat untuk membangun pabrik di KEK Palu. "Diupayakan dalam enam bulan ke depan CFHI telah mendirikan tiga industri utama dan pendukungnya. Tiga pabrik adalah industri logam dasar (besi, nikel, dan tembaga)," katanya.

Hingga saat ini, kata dia, baru dua perusahaan yang telah berinvestasi dan beroperasi di KEK Palu, yaitu PT Hong Thai Internasional yang bergerak di bidang pengolahan getah pinus dan PT Asbuton Jaya Abadi yang berinvestasi di bidang perdagangan besar bahan bakar padat, cair, dan gas.

“Kedua perusahaan itu sudah beroperasi lebih setahun lalu. Produk hasil olahan PT Hong Thai sudah diekspor ke China, Thailand, dan India,” tambahnya.

Berita Lainnya

Ilustrasi penanganan virus corona. (ANTARA FOTO/FENY SELLY).

Luar Negeri 04 April 2020 - 07:39 WIB

Ilmuwan AS Ingatkan Virus Corona Bisa Ditularkan Lewat Napas

Jakarta -- Seorang ilmuwan top AS Anthony Fauci pada Jumat (3/4) memperingatkan virus corona dapat disebarkan melalui pernapasan normal. Karena itulah, ia merekomendasikan…

cnnindonesia.com

Warga menggunakan masker beraktivitas di Kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selata, Jumat (13/3). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Nasional 04 April 2020 - 04:19 WIB

Pemprov DKI Terapkan Protokol Pengelolaan Limbah Masker untuk Cegah Corona

Semenjak virus corona masuk ke Indonesia, masker menjadi salah satu alat pelindung yang banyak digunakan warga. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta pun menerapkan…

kumparan.com

Rapid test COVID-19 buatan Sensing Self, produsen alat kesehatan yang salah satu pendirinya adalah WNI bernama Santo Purnama.

Nasional 02 April 2020 - 10:54 WIB

Akurasi Alat Rapid Test COVID-19 Buatan Orang Indonesia Diklaim Capai 92%

Sudah tiga wilayah di dunia yang memberi lisensi izin edar alat rapid test COVID-19 buatan Santo Purnama, orang Indonesia yang merupakan pendiri Sensing Self, perusahaan…

kumparan.com

Plt Dirjen Imigrasi Jhoni Ginting. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi).

Nasional 01 April 2020 - 06:19 WIB

Larangan WNA Masuk Indonesia Berlaku 2 April

Jakarta -- Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly resmi melarang warga negara asing (WNA) masuk maupun transit di wilayah Indonesia dalam…

cnnindonesia.com

Obat malaria Chloroquine

Luar Negeri 31 Maret 2020 - 06:59 WIB

FDA Amerika Setujui Chloroquine untuk Obat Virus Corona

Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA) telah menyetujui penggunaan dua obat anti-malaria chloroquine dan hydroxychloroquine…

Tempo.co

Tesla Model 3

Otomotif 27 Maret 2020 - 21:22 WIB

Polisi Indonesia Bakal Patroli Pakai Tesla Model 3?

Kehadiran mobil listrik Tesla Model 3 memang sempat menarik perhatian pecinta otomotif. Mobil ini pun sudah menjadi armada taksi hingga kendaraan pribadi publik…

kumparan.com

Kulit Jeruk

Gaya Hidup 27 Maret 2020 - 19:58 WIB

Hasil Penelitian IPB dan UI: Minum Jus Jeruk dan Kulitnya Bisa Tangkal COVID-19

Upaya melawan COVID-19 dilakukan dengan berbagai macam cara. Mulai dari mencuci tangan, jaga jarak, dan lainnya. Tapi peneliti dari IPB dan UI punya saran lain.…

kumparan.com

Seorang pelari berlari melewati gubuk-gubuk pantai di tepi laut di Hove, Brighton, Inggris selatan. Foto: AFP/ Glyn KIRK

Luar Negeri 27 Maret 2020 - 07:43 WIB

Ilmuwan Peraih Nobel Prediksi Pandemi Virus Corona Akan Segera Berakhir

Michael Levitt, ahli biofisika dari Stanford University sekaligus peraih anugerah Nobel Prize di bidang kimia, memprediksi wabah virus corona COVID-19 bakal segera…

kumparan.com