Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Minggu, 17 Februari 2019 - 23:43 WIB

Skandal Dwi Hartanto Bisa Jadi Pelajaran Mahal

Viva.co.id | Senin, 09 Oktober 2017 - 09:13 WIB

Skandal Dwi Hartanto Bisa Jadi Pelajaran Mahal
Skandal Dwi Hartanto Bisa Jadi Pelajaran Mahal
Terbongkarnya kebohongan seorang mahasiswa program doktoral TU Delft Belanda, Dwi Hartanto, yang mengklaim punya segudang prestasi, tengah menjadi buah bibir pemberitaan. Begitu terbongkar, Dwi meminta maaf kepada masyarakat dan ilmuwan Indonesia atas kesalahannya tersebut.

Professor dan Koordinator program Urban Studies and Planning dari Savannah State University, Amerika Serikat, Deden Rukmana, mengaku prihatin dengan apa yang dilakukan Dwi.
Deden mengaku pernah bertemu dengan Dwi dalam kegiatan Visiting World Class Professor yang diadakan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada 17-24 Desember 2016. Dalam forum itu, Deden dan Dwi merupakan bagian lebih dari 40 ilmuwan diaspora Indonesia yang mengajar dan meneliti di berbagai belahan dunia.

Awalnya dia kagum dan bangga dengan prestasi Dwi, belakangan Deden ikut menyelidiki klaim deretan prestasi pria usia 35 tahun tersebut.

"Kebohongan yang dilakukan oleh Dwi Hartanto juga merusak nama baik ilmuwan secara umum. Ilmuwan adalah suatu profesi yang memerlukan integritas dan kode etik yang tinggi," tulis Deden dalam postingan di Facebooknya, yang dikutip Minggu 8 Oktober 2017.
Dia menuturkan, ilmuwan adalah profesi yang disertai nilai luhur dan tanggung jawab kepada peradaban manusia. Ilmuwan memerlukan integritas dan kode etik yang tinggi. Menurut Deden, bidang keilmuwan tak akan berkembang bila pelakunya tak memiliki integritas menjaga kejujuran dan objektivitas bidangnya.

Deden mengakui terbongkarnya kebohongan Dwi bisa menjadi pelajaran positif dan hikmah bagi bangsa Indonesia.

"Hal positif yang ditemui di kasus ini adalah bahwa masyarakat Indonesia haus dengan berita inspiratif tentang warga Indonesia yang berprestasi tinggi di luar negeri," ujarnya.
Menurut Deden, banyak ilmuwan Indonesia berprestasi di luar negeri, namun mereka terus tekun tak meminta publisitas media massa untuk mengabarkan prestasinya.

Berita Lainnya

Presiden Joko Widodo (kanan) menerima pendiri sekaligus CEO Bukalapak.com Achmad Zaky (kiri) di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

Nasional 16 Februari 2019 - 11:59 WIB

CEO Bukalapak sampaikan permintaan maaf ke Presiden Jokowi

Pendiri dan CEO Bukalapak Ahmad Zaky secara pribadi menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Joko Widodo soal cuitan di akun Twitternya beberapa waktu lalu.…

Antaranews.com

Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia Ismail Yusanto.

Hukum 15 Februari 2019 - 21:02 WIB

MA Sahkan Pembubaran HTI, Tolak Kasasi

Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Putusan itu tertanggal Kamis 14 Februari 2019. Perkara nomor 27 K/TUN/2019 itu diadili oleh ketua…

Viva.co.id

Utang luar negeri naik menjadi Rp5.312 triliun

Ekbis 15 Februari 2019 - 20:09 WIB

Utang luar negeri naik menjadi Rp5.312 triliun

Utang luar negeri Indonesia naik 6,9 persen secara tahun ke tahun pada akhir triwulan IV 2018 menjadi 376,8 miliar dolar AS atau setara dengan Rp5.312 triliun (asumsi…

Antaranews.com

Ekonom senior Indef Faisal Basri. (ANTARA News/Ade Irma Junida)

Ekbis 14 Februari 2019 - 20:57 WIB

Indef: jalan tol bukan solusi turunkan biaya logistik

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri menyebut jalan tol bukanlah solusi efektif untuk menurunkan biaya logistik.…

Antaranews.com

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah

Politik 14 Februari 2019 - 15:20 WIB

Fahri Hamzah Minta Pemerintah Klarifikasi Kabar Prabowo Dilarang Salat

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, ikut menyoroti soal Capres RI nomor 02 Prabowo Subianto yang dilarang salat Jumat di salah satu masjid di kota Semarang. Fahri…

Viva.co.id

Foto: Jeremy Teti (Pinkan Anggraini/detikHOT)

Hiburan 13 Februari 2019 - 00:16 WIB

Jeremy Teti Suka Wanita Seperti Yeyen Lydia, Karena Seksi?

Jeremy Teti mengungkapkan sosok wanita idamannya. Eks pembawa berita itu menyebutkan satu nama artis Indonesia yang dinilai masuk kriterianya, yakni artis Yeyen…

detik.com

Department Head CSR BSD City – Idham Muchlis (keempat dari kiri) memberikan beasiswa coding kepada orang tua penerima beasiswa (keenam dari kanan).

Teknologi 10 Februari 2019 - 18:17 WIB

Sinar Mas Land Bersama Techpolitan Berikan Program Beasiswa Coding

Sinar Mas Land bersama Techpolitan memberikan program beasiswa Coding kepada warga sekitar BSD City untuk dilatih menjadi programmer handal.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh usai konsolidasi dengan kader di kantor Badan Pemenangan Pemilu Nasdem Jatim di Surabaya pada Sabtu malam, 9 Februari 2019.

Politik 10 Februari 2019 - 06:56 WIB

Surya Paloh Anggap Wajar Prabowo Sebut Pemerintahan Jokowi Salah Arah

Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, menganggap wajar kritik calon presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu bahwa arah kebijakan pemerintah sejak Orde Baru…

Viva.co.id