Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Newslink.co.id - Sumber informasi terpercaya

Senin, 22 April 2019 - 16:01 WIB

Cerita Raja Bali Temani Ustaz Abdul Somad Tabliq Akbar

Viva.co.id | Senin, 11 Desember 2017 - 14:34 WIB

Ustaz Abdul Somad bersama Cokorda Pemecutan (kiri) dan Ngurah Agung (kanan).
Ustaz Abdul Somad bersama Cokorda Pemecutan (kiri) dan Ngurah Agung (kanan).
Umat Hindu dan Islam di Bali sudah memiliki hubungan yang kuat sejak lama. Setidaknya hal itu yang disampaikan Ida Cokorda Pemecuran XI di Masjid Baiturrohman, Denpasar. Menurut Raja dari Puri Pemecutan Denpasar itu, sudah sejak lama kedua umat di Bali tak hanya hidup berdampingan, namun juga sudah seperti satu kesatuan.

“Kami dengan orang Muslim bukan sekarang saja (dekat), tapi secara darah kami sudah bersatu,” kata Cokorda, Minggu 10 Desember 2017.

Ida Cokorda Pemecutan XI hadir langsung dalam tabliq akbar yang diisi oleh Ustaz Abdul Somad. Ia merasa begitu sejuk mendengar petuah yang disampaikan oleh Ustaz Somad.

“Kami melihat bahwa Kiai (Ustaz Somad) menyampaikan tidak ada perpecahan, malah guyub kita. Justru malah semakin mempererat persatuan sesuai keinginan para pendahulu kita. NKRI, Merah Putih sudah harga mati. Ini betul-betul disampaikan oleh Kiai (Ustaz Somad),” ujarnya.

Ia mengajak semua pihak untuk menginterospeksi diri. Ia tak ingin isu-isu yang berkembang memudarkan semangat persaudaraan antara Hindu Bali dan umat Muslim yang sudah sejak lama terjalin.

“Kalau ada isu-isu yang tidak bertanggungjawab jangan sampai memecah kita. Persaudaraan kita yang sudah sedarah ini jangan sampai dirusak oleh segelintir orang yang ingin atau memiliki ambisi untuk memecah belah kita,” katanya.

Sementara itu, Ustaz Abdul Somad sendiri tak menampik jika hubungan erat antara umat Hindu Bali dengan warga Muslim sudah lama terjalin. Ia meminta kepada semua pihak untuk tak terpancing oleh ulah segelintir oknum yang tujuannya memang ingin merusak semangat persaudaraan.

“Bahwa ada isu-isu di Youtube, Twitter, WA, BBM dan lainnya jangan sampai ulah segelintir oknum merusak persaudaraan yang sudah kita bangun selama ini. Seandainya masyarakat Hindu Bali tidak toleran, mengusir ulama dan lain sebagainya, tidak mungkin ada 500 ribu lebih Muslim di Bali. Tidak mungkin Islam bisa bertahan selama 8 abad lebih di Bali,” katanya.

Ia menegaskan jika provokator yang sempat melakukan persekusi terhadap dirinya tak hanya merusak dirinya saja, tetapi juga umat Hindu Bali yang selama ini dikenal terbuka bagi semua elemen masyarakat. Ustaz Somad mencontohkan bagaimana umat Hindu dan Muslim Bali bersatu padu meski berbeda keyakinan dan aqidah.

“Di Ubud (Gianyar) ada pondok Alquran yang justru sebagian tempatnya disediakan oleh saudara kita dari Hindu Bali. Ini justru orang di tempat lain meniru bagaimana masyarakat Bali bisa bertenggang rasa, tepo seliro berlapang dada untuk menerima yang berbeda keyakinan. Kalau ada fitnah, isu, seyogyanya tabayyun dulu, tidak serta merta mengambil kesimpulan.

Apalagi sosial media sekarang ini sungguh luar biasa. Alhamdulilah saya merasa terhormat bisa duduk berdampingan dengan Raja, orang yang dihormati dalam struktur masyarakat Bali. kita bisa duduk bersama, bertukar cerita bagaimana mengusir Belanda bersama-sama saat itu,” katanya.

Berita Lainnya

Pemerasan lewat medsos

Opini 22 April 2019 - 09:44 WIB

Kenali Modus Pemerasan Online

Dari chatt di Line ini, Namoni mengajak video call. Ternyata, saat di video call itu, Naomi tiba-tiba menyetel video porno. Naomi lalu mengancam HS. Naomi akan…

Mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto

Politik 22 April 2019 - 08:18 WIB

Bambang Widjojanto Sebut Pemilu 2019 Terburuk Pascareformasi

Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Bambang Widjojanto, menyebut pemilihan umum 2019 terburuk setelah reformasi. "Pemilu kali ini disebut sebagai pemilu…

Viva.co.id

Tampilan banner di situs Jurdil2019.org.

Teknologi 21 April 2019 - 12:15 WIB

Kominfo Blokir Situs Jurdil2019.org

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memutuskan untuk memblokir salah satu situs penghitungan suara Pemilu berbasis urun daya, jurdil2019.org. Berdasarkan…

Kompas.com

Pintu masuk di Halal Park, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat, 19 April 2019. TEMPO | Bram Setiawan

Nasional 21 April 2019 - 11:20 WIB

Akhir Pekan ke Halal Park Senayan, Ada Apa Saja di Sana?

Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan Halal Park yang terletak di Pintu Satu Senayan, Area Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa 16 April 2019.…

Tempo.co

Foto: Instagram @andreastaulany

Hukum 21 April 2019 - 01:28 WIB

Resmi Dipolisikan karena Dianggap Hina Prabowo, Erin Taulany Masih Bungkam

Jakarta - Postingan Erin Taulany yang dinilai menghina Prabowo Subianto makin berbuntut panjang. Istri Andre Taulany itu resmi dipolisikan. Pihak pelapor adalah…

detik.com

Hasil Hitung Cepat Sesuai Ekspektasi, Arus Modal Asing Mengalir Deras

Ekbis 19 April 2019 - 06:50 WIB

Hasil Hitung Cepat Sesuai Ekspektasi, Arus Modal Asing Mengalir Deras

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 25 poin atau 0,4 persen ke 6.507 di akhir perdagangan Kamis (18/4/2019). Sebanyak 206 saham naik, 212…

Kompas.com

Ilustrasi.

Opini 19 April 2019 - 05:22 WIB

Jangan Baper

Publik tiba-tiba heboh. Gara-gara ada tayangan di sebuah stasiun televisi nasional yang memperlihatkan keanehan. Ada tayangan hasil quick count dari sejumlah lembaga…

Ilustrasi penghitungan suara (Ari Saputra/detikcom)

Politik 19 April 2019 - 01:39 WIB

LSI Denny JA Klarifikasi Hasil QC Pilpres Sementara di Indosiar yang Viral

Jakarta - Lembaga survei LSI Denny JA memberi klarifikasi terkait hasil quick count (QC) sementara Pilpres 2019 yang ditayangkan di stasiun televisi Indosiar yang…

detik.com